21/04/2021

Gangga (SK), – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk Karyawan Kantor Camat Gangga dosis kedua telah berjalan lancar sesuai dengan harapan,Rabu (21/04).

Peserta vaksinasi Sinovac Dosis Kedua Karyawan Kantor Camat Gangga

Plt.Camat Gangga Parihin mengatakan, jumlah karyawan Kantor Camat Gangga, baik ASN maupun non ASN yang akan menerima vaksinasi Sinovac tahap kedua srjumlah 37 orang. Namun ia juga mengakui selain karyawan dari Kantor Camat Gangga, ada juga sejumlah karyawan dari OPD lain serta calon jamaah haji asal Gangga yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua tersebut, karena memang jadwalnya bersamaan. “Ya, pelaksanaannya lancar dan seluruh karyawan Kantor Camat Gangga antusias untuk mendukung program tersebut,”tandasnya.

Plasback ke belakang, Parihin kembali mengingatkan, bahwa pada 14 Januari 2021 Indonesia telah memulai proses vaksinasi tahap pertama. Pada tahap pertama, petugas kesehatan atau tenaga medis menjadi prioritas utama yang mendapatkan vaksin corona. Proses vaksinasi COVID-19 yang telah dijalankan diharapkan dapat menurunkan atau memutus pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan manfaat dari vaksin corona dapat memberikan perlindungan lebih pada masyarakat yang telah mendapatkan vaksin.

Proses vaksinasi akan dijalankan sebanyak 2 tahap pada tiap penerima vaksin. Lalu, bagaimana jika vaksinasi tidak berjalan lancar. Parihin menegaskan, vaksinasi sendiri merupakan proses memasukan vaksin ke dalam tubuh untuk membuat kekebalan tubuh, sehingga seseorang dapat terlindungi dari penyakit sesuai dengan jenis vaksin yang diterima. “Itulah manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat ketika mendapatkan vaksin COVID-19,”jelasnya.

Harip Candra Mukti, SH, Kasi Trantib Gangga

Ditempat terpisah, Kepala Puskesmas Gangga H.Rasiatun menambahkan, pembuatan vaksin yang aman juga menjadi alasan masyarakat tidak perlu ragu menerima vaksin COVID-19. Vaksin ini dinilai cukup aman karena telah melalui beberapa tahapan uji klinis. “Vaksin COVID-19 akan semakin efektif jika kita tetap menjalankan protokol kesehatan setelah menerima vaksin,”ingatnya.

Tidak hanya itu, kata H.Rasiatun, vaksin COVID-19 sebaiknya diterima dengan dosis yang sesuai. Vaksin akan diberikan dalam 2 kali penyuntikan dengan jeda waktu 14 hari, setelah menerima suntikan yang pertama. Lalu, bagaimana jika penerima vaksin tiba-tiba sakit sehingga proses vaksinasi tidak berjalan lancar? Menurut H.Rasiatun, penerima vaksin wajib mendapatkan dua dosis suntikan untuk mengoptimalkan manfaat vaksin. Pasalnya, tegasnya, satu dosis penyuntikan membuat antibodi bekerja tidak optimal. Jika penyuntikan pertama dianggap belum mengoptimalkan antibodi dalam tubuh, maka dengan penyuntikan kedua diharapkan antibodi sudah terbentuk optimal.

Selanjutnya H.Rasiatun juga mengingatkan, jika penerima vaksin sakit atau ada beberapa persyaratan yang tidak bisa dipenuhi saat penyuntikan kedua berlangsung, maka penerima vaksin dapat mengunjungi pihak Puskesmas Gangga sesegera mungkin saat persyaratan sudah bisa dipenuhi.

Plt. Camat Gangga, Parihin

Sebagaimana dimaklumi, pada pelaksanaan pemberian vaksinasi dosis kedua di Kantor Camat Gangga ini, diakui ada juga peserta yang terlambat datang. H.Rasiatun menegaskan, meskipun terdapat toleransi keterlambatan, bukan berarti penerima vaksin corona boleh dengan sengaja melakukan keterlambatan suntikan yang kedua. Tentunya, seluruh masyarakat yang terlibat akan diminta untuk mengikuti jadwal yang telah diberikan agar program vaksinasi COVID-19 dapat berjalan lancar dan memiliki hasil yang sesuai dengan harapan.

Selanjutnya dijelaskannya, melakukan vaksinasi COVID-19 tentunya akan membuat penerima vaksin memiliki risiko lebih kecil dibandingkan seseorang yang belum menerima vaksin COVID-19. Dengan melakukan vaksinasi, tentunya akan menyebabkan beberapa efek samping yang tergolong ringan yang akan dialami oleh seseorang setelah menerima vaksin COVID-19, diantaranya pada bagian lengan yang menjadi lokasi penyuntikan, biasanya akan terasa nyeri dan mengalami sedikit pembengkakan, penerima vaksin COVID-19 juga akan merasakan gejala lain, seperti demam ringan, kelelahan, hingga sakit kepala.

Beberapa gejala ringan tersebut,lanjut H.Rasiatun, ini merupakan hal normal yang terjadi setelah vaksinasi jenis apapun. Karena itu, tidak perlu dikhawatirkan. “Untuk meringankan gejala yang dialami, kita bisa melakukan kompres dingin pada bagian lengan yang disuntik dan melakukan gerakan tangan yang ringan,”sarannya.

Salah seorang peserta, Haidar Sauban

Selain itu, H.Rasiatun juga menyarankan, untuk memperbanyak mengkonsumsi air putih, istirahat, mengkonsumsi makanan sehat, dan gunakan pakaian yang nyaman. Beberapa cara tersebut dinilai cukup efektif untuk mengatasi gejala ringan yang muncul setelah vaksinasi.

Namun, jika gejala berkembang dan menjadi lebih parah, seperti gatal dan gangguan pernapasan, ia menyarankan sebaiknya segera menghubungi Puskesmas Gangga atau rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan.

Asmar, salah seorang peserta vaksinasi dosis kedua mengajak untuk  mendukung dan bangkitkan semangat optimis dari segenap elemen masyarakat Kecamatan Gangga secara bersama-sama mengawal untuk mensukseskan seluruh proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah Kecamatan Gangga ini, demi kesehatan pulih dan ekonomi bangkit.  “Lindungi diri, lindungi daerah, akhiri pandemi,” tegasnya.(eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye