14/03/2021

Santong Mulia (SanMu),–‘Dalam upaya meningkatkan minat baca Al Qur ‘an, Yayasan El Iman Lombok Utara, yang beralamat di Dusun Lokok Sutrang Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan, dalam rangka meningkatkan minat baca Al Qur’an menggelar Kegiatan ngaji bareng, Sabtu, (13/03). Kegiatan ini diikuti beberapa TPQ yang tersebar di wilayah Kecamatan Kayangan yang menjadi binaannya.

Ketua Yayasan El Iman Agus Yospendi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ngaji bareng yang digelar pihaknya ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca Al Qur’an kepada santri dan santriwati, mengenalkan huruf hijaiyah, mengetahui hukum bacaan, dan di harapkan para santri mampu memaknai bacaan Al Qur’an.

Tampilan Peserta Sambung ayat ( Faozil, Umamah dan Nadhir Sauban)

“Kita menginginkan dalam Kegiatan ngaji bareng ini, para santri nantinya akan mengenal dan tau bagaimana cara membaca Alqur’an, tidak hanya membaca tapi juga bisa memaknai arti dari bacaan Al Qur’an itu sendiri, yang memang harus kita tanamkan sedari dini”, katanya.

Ditambahkanya, untuk membuat para santri bisa mengenal dan memahami Al Qur’an tentunya tidak hanya menjadi beban para ustadz saja, akan tetapi peran orang tua juga menjadi indikator keberhasilan agar para santri dapat mencintai Al Qur’an.

Ditempat yang sama, Ketua TPQ El Imsn Eri Suganda mengatakan, TPQ El Iman dibawah binaannya ini menampung 178 santri. Sehingga untuk meningkatkan kemajuannya dibutuhkan sinergi antara orang tua dan guru, agar cita – cita menjadikan peserta didik (para santri) yang paham Al Qur’an sedari dini ini akan berhasil, perlu dukungan dan kerja sama bersama.

Kegiatan lomba ngaji bareng yang digelar ini adalah semata-mata sebagai bahan evaluasi bagi lembaga, sejauh mana daya serap para santri dalam menimba ilmu Al Qur’an di TPQ El Iman ini.

Pembina Yayasan El Iman Lombok Utara Ust.Swardi mengatakan, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada hati Rasulullah,Muhammad bin Abdullah melalui al-Ruhul Amin (Jibril as) dengan lafal-lafalnya yang berbahasa Arab dan maknanya yang benar, agar ia menjadi hujjah bagi Rasul, bahwa ia benar-benar Rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk bagi mereka, dan menjadi sarana pendekatan diri dan ibadah kepada kepada Allah dengan membacanya. Al-Qur’an itu terhimpun dalam mushaf, dimulai dengan surah al-fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas, disampaikan kepada kita secara mutawatir dari generasi ke generasi secara tulisan maupun lisan. Ia terpelihara dari perubahan atau pergantian.

Sambutan Kepala Desa Santong Mulia

Dikatakan, al-Qur’an adalah sebuah rahasia yang diturunkan oleh Zat yang maha tahu rahasia langit dan bumi. Oleh karena itu, tidak ada yang lebih nikmat bagi akal dan hati selain terkuaknya hati rahasia tersebut, hal itu tidak akan tampak kecuali dengan merenung, menghayati, berpikir, memperhatikan dan menganalisis.

Ada berbagai macam keutamaan membaca Al-Quran. Bagi umat Islam, membaca Al-Quran bukan lagi menjadi suatu kegiatan yang asing. Al-Quran merupakan pedoman bagi orang muslim dan muslimah di seluruh dunia.

Selain itu, membaca Al-Quran juga termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya. “Jadi intinya, keutamaan membaca Al-Quran bisa dikategorikan secara umum maupun khusus,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Santong Mulia Eko Sekiadim dalam sambutannya mengajak kepada seluruh wali santri untuk terus mendorong dan memasukkan anak-anaknya untuk dididik di TPQ di bawah naungan Yayasan El Iman Lombok Utara ini.

Kepala Desa yang juga Sekcam Gangga ini menyebutkan, saat umat manusia dibangkitkan di Padang Mahsyar kelak, maka akan ada orang-orang yang kepalanya dinaungi mahkota indah. Mereka adalah yang mampu mendidik anak-anaknya membaca Alquran dengan baik.

Para peserta Lomba Ngaji Bareng TPQ El Iman

“Nanti ketika kita dibangkitkan di Padang Mahsyar, akan terlihat orang-orang berjalan di kepalanya ada mahkota dari cahaya. Orang bertanya kepada malaikat. Malaikat menjawab, itu adalah para orang tua yang anaknya pandai baca Alquran,” katanya meyakinkan para wali santri yang hadir dalam pembukaan lomba Ngaji Bareng yang berlangsung selama 3 hari tersebut.

Kepaka Dusun Lokok Sutrang Ariandi dalam sambutannya menyebutkan, mendidik anak membaca Alquran tidak harus oleh orang tuanya langsung. Tapi bisa juga dengan memasukkan anak-anak ke pesantren, TPA dan lain-lain. Salah satunya ke TPQ El Iman Lombok Utara ini.

Namun akan lebih baik jika selain menyerahkan anak-anak ke guru mengaji, orang tua juga mengulang mengajar atau baca Alquran di rumah bersama-sama. Kadus yang baru setahun ditinggal istrinya meninggal ini menyebut, bila sebuah keluarga melestarikan membaca Alquran setiap hari, maka rumahnya akan disinari cahaya.

Sebaliknya bila di sebuah rumah tak pernah terdengar lantunan ayat suci Alquran, maka rumah itu suram bak kuburan. Dulu, katanya, kalau habis Mahgrib, rumah-rumah, musola, masjid di mana-mana terdengar orang baca Alquran. Sekarang anak-anak kita dirusak oleh sinetron, Twitter, Facebook, Instagram dan lain-lain. “Mari kita biasakan lagi baca Alquran,”ajaknya.(eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye