24/01/2021

Medan (Suara Komunitas.Net) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) diharapkan bijak menyelesaikan masalah kasus self plagiarisme Rektor USU terpilih Muryanto Amin yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat, khususnya dunia pendidikan di Sumatera Utara
Demikian disampaikan Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara Drs Gandi Parapat saat dijumpai Pewarta di Jalan Pelajar Medan, Sabtu (23/1).
Menurutnya, jika tidak segera diambil kebijakan dikhawatirkan proses perkuliahan di lembaga perguruan tinggi negeri (USU) dan kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini bisa terganggu dan tingkat kepercayaan masyarakat pun bisa juga berkurang.
Drs. Gandi Parapat awalnya mengaku heran degan munculnya polemik yang melibatkan Rektor USU Terpilih Muryanto Amin baru-baru.

“Apakah Panitia Pemilihan Rektor USU tidak benar melaksanakan tugasnya, terutama memferivikasi berkas administrasi para calon ?” tanya Drs.Gandi Parapat.
Sebagai masyarakat awam dan pemerhati pendidikan, lanjutnya, dia tidak membela dan menyalahkan Rektor terpilih yang dipermasalahkan soal self plagiarisme. Tapi sangat menyayangkan sikap orang-orang yang menyandang gelar pendidikan tinggi yang mempersoalkan self plagiarisme Rektor USU terpilih Muryanto Amin.
“Banyak pendapat soal itu, akhirnya masyarakat yang mengikuti pemberitaan seputar Rektor USU Terpilih ini menjadi bingung. Sehingga dengan mencuatnya kasus ini akan sangat merugikan Sumut. Kedepan harusnya pihak yang berkompeten dalam pemilihanRektor USU lebih berhati-hati lagi. Karena USU bukan hanya milik dosen atau mahasiswa saja, tapi milik kita bersama, milik negara yang harus dijaga dan tetap menjadi kebanggaan Sumut,” tambahnya.
Disebutkannya, lembaga perguruan tinggi harusnya menjadi panutan atau teladan bagi masyarakat secara umum.
“Saya tetap optimis, Pemerintah melalui Menteri yang sudah memilih Rektor USU akan dapat menyelesaikannya dengan bijak tanpa menimbulkan korban, terutama dunia pendidikan di Indonesia, “lanjutnya.
(PEWARTA: Andi, EDITOR : Tohap P.Simamora)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye