404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Kegiatan Safari Ramadhan Putaran Terakhir Desa Santong Mulia - SUARA KOMUNITAS
11/05/2021

Desa Santong Mulia (SanMu),– Senin (10/05) malam, Pemerintah Desa Santong Mulia bersama rombongan melaksanakan Safari Ramadhan putaran terakhir di Musholla An Nur Dusun Lokok Rauk. Safari Ramadhan yang dilaksanakan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Abidin Tuarita,B.Sc, Ketua BPD Desa Santong Mulia, saat sampaikan sambutan

Hadir dalam rombongan kegiatan tersebut, Kepala Desa yang diwakili Sekdes Zaenulhadi, Ketua BPD Abidin Tuarita dan anggota, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Karyati Al Bayan dan anggota, Ketua Karang Taruna M.Ilham Maulana dan anggota,Ketua LPM Misyadin dan anggota, Penghulu Desa H.Aenudin, Perangkat Desa, Perangkat Kewilayahan, tokoh Agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Kadus Lokok Rauk Robi Arizana dalam pengantarnya mengucapkan terima kasih kepada tim Safari Ramadhan Pemerintah Desa Santong Mulia beserta rombongan yang telah milih Dusun Lokok Rauk sebagai tuan rumah safari ramadhan yang terakhir. Ia mengucapkan selamat datang kepada tim Safari Ramadhan Pemerintah Desa Santong Mulia beserta rombongan untuk bersafari Ramadhan di Dusunnya. Kadus yang berpenampilan enerjik ini juga memohon maaf atas berbagai kekurangan dari sejak kehadiran hingga selesainya kegiatan Safari Ramadhan tingkat  Desa Santong Mulia tahun ini.

Ketua BPD Desa Santong Mulia Abidin Tuarita dalam sambutannya mewakili Kepala Desa menekankan bahwa kita patut bersyukur bahwa tahun ini dapat dilaksanakan Safari Ramadhan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap jaga ukhuwah Islamiah dan Ukhuwah Watoniah, menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong sesama warga.

Karyati Al Bayan, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Desa Santong Mulia, saat sampaikan sambutan

Ia juga menyarankan untuk mematuhi anjuran Pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik di bulan suci ini, demi memutus rantai penyebaran virus Covid-19 terutama di Desa Santong Mulia.”Terima kasih banyak kami sampaikan kepada masyarakat Desa Santong Mulia pada tahun ini tidak ada yang mudik,” tandasnya, seraya menambahkan bahwa dengan tidak melakukan tradisi mudik, berarti ini langkah salah satunya untuk memutus dan mencegah penyebaran Covid-19.

Pada momen tersebut, Abidin Tuarita menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pendataan SDGs. Dimana Pendataan SDGs Desa merupakan program baru Kementerian Desa yang dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa dengan data induk bersumber dari masing-masing desa.

Apa itu SDGS ? Abidin yang baru pulang dari Bima ini menyebutkan, SDGs adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs. SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Ariandi,S.Pd, Kadus Lokok Sutrang

Selanjutnya secara detail dijelaskan Abidin Tuarita, merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor  13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021,setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat dan sejahtera, Pendidikan desa berkualitas, Desa berkesetaraan gender, Desa layak air bersih dan sanitasi, Desa yang berenergi bersih dan terbarukan, Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, Inovasi dan infrastruktur desa, Desa tanpa kesenjangan, Kawasan pemukiman desa berkelanjutan, Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, Ekosistem laut desa, Ekosistem daratan desa, Desa damai dan berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Selain itu, lanjutnya, upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 adalah Desa tanpa kemiskinan,Desa tanpa kelaparan,Desa sehat sejahtera,Keterlibatan perempuan desa,Desa berenergi bersih dan terbarukan,Pertumbuhan ekonomi desa merata,Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan,Desa damai berkeadilan,Kemitraan untuk pembangunan desa, dan Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Ahmad Sugianto dan A.Rudi

“Pendataan SDGs di Desa  Santong Mulia akan dimulai dari bulan Mei ini hingga juni 2021, dan kemudian dilanjutkan pemutakhiran data pada bulan november sampai desember, dengan bekerja sama dengan elemen masyarakat, kami berharap masyarakat dapat memberikan data sesuai dengan apa adanya kepada petugas pendata, agar nantinya kegiatan ini dapat berjalan dengan sedemikian adanya,”tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 tingkat Desa Santong Mulia Karyati Al Bayan pada giliran penyampaian sosialisasi covid-19 mengajak seluruh elemen masyarakat bil khusus masyarakat Dusun Lokok Rauk dan masyarakat Desa Santong Mulia umumnya untuk mencegah dan memutus penyebaran virus corona dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang dikenal dengan sebutan 5M.

Dijelaskan Karyati Al Bayan, 5 M itu adalah pertama, Mencuci Tangan. Rutin mencuci tangan hingga bersih adalah salah satu protokol kesehatan yang cukup efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Untuk hasil yang maksimal, cucilah tangan setidaknya selama 20 detik beberapa kali sehari, terutama saat sebelum memasak atau makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah menutup hidung saat batuk atau bersin.

“Untuk membunuh virus dan kuman-kuman lainnya, gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya dengan kadar 60 persen,”rincinya.

Kedua, lanjutnya, memakai masker. Pada awal pandemi COVID-19 tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penggunaan masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit, bukannya orang sehat. Namun, virus corona jenis SARS-CoV-2 benar-benar baru, sehingga protokol kesehatan bisa berubah-ubah seiring bergulirnya waktu.

Beberapa waktu selang kebijakan WHO di atas, WHO akhirnya mengeluarkan imbauan agar semua orang (baik yang sehat atau sakit) agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Kita ingin setiap warga yang harus keluar rumah untuk wajib pakai masker,” kata Karyati yang juga mantan Sekdes Desa Santong Mulia, ketika masih persiapan dulu, fi hadapan jama’ah Musholla An Nur Dusun Lokok Rauk tersebut.

Hardianto, Robi Arizana, Zaenulhadi

Ketiga, Menjaga Jarak. Protokol kesehatan lainnya yang perlu dipatuhi adalah menjaga jarak. Protokol kesehatan ini dimuat dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam “Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.”

Di sana disebutkan, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. Bila tidak memungkinkan melakukan jaga jarak, maka dapat dilakukan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

“Rekayasa administrasi dapat berupa pembatasan jumlah orang, pengaturan jadwal, dan sebagainya. Sedangkan rekayasa teknis antara lain dapat berupa pembuatan partisi, pengaturan jalur masuk dan keluar, dan lain sebagainya,”jelasnya.

Keempat, Menjauhi Kerumunan. Selain tiga hal tersebut, menjauhi kerumunan merupakan protokol kesehatan yang juga harus dilakukan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. “Ingat, semakin banyak dan sering kita bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi,”ucapnya, seraya menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Santong Mulia untuk selalu hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut penelitian para ahli, sebut Karyati, bahwa lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.

Kelima, mengurangi Mobilitas. Virus corona penyebab COVID-19 bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak individu menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus jahat ini. Oleh sebab itu, katanya penuh keyakinan,  bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.

Dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Desa Santong Mulia putaran terakhir pada malam ke 28 Ramadhan tersebut, Sekdes Zaenulhadi berharap agar kegiatan Pemerintah Desa bersama Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM) Desa Santong Mulia, BPD, serta Lembaga Desa lainnya seperti LPM, Karang Taruna bersepakat dan berkomitmen untuk dapat kompak bersama menyelesaikan agenda Kegiatan Safari Safari Ramadhan Pemerintah Desa Santong Mulia dimasa mendatang.

Kepala Desa Santong Mulia Yurdin yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya mentampakkan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dibarengi ucapan minta maafnya.“Saya dan keluarga juga minta maaf apabila saya ada salah tutur kata, tingkah laku dan perbuatan selama ini, Selamat meraih kemenangan di hari yang Fitri.” tutup Yurdin.(eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye