05/03/2021

Radio Talenta NTB  – Baru 3 minggu selesai, jalan beserta talud jurusan Sengkol-Sereneng pada kamis malam 4/3/2021 di Kecamatan Pujut Lombok Tengah NTB, ambruk. Aparat Penegak Hukum (APH) diminta segera melakukan penyelidikan.

Ambruknya jalan yang dikerjakan oleh PT.Nuryta Sari Pratama tersebut, virall di media sosial. Foto-fotonya beredar dengan berbagai komentar dari warga.net.

Dari foto plang proyek yang beredar, disebutkan kalau proyek jalan dan talud tersebut menghabiskan anggaran Rp. 1.973.970.000.00 dari anggaran tahun 2020 lalu dengan kwalifikasi peningkatan jalan sepanjang 1.7 Kilo Meter.

Tampak sebagian badan jalan dan talud jalan tersebut ambruk dan akan sangat membahayakan bagi para pengendara yang melalui jalan tersebut.

Atas peristiwa tersebut, LSM Lidik NTB, meminta APH segera usut ambruknya talud dan proyek jalan di Pujut Lombok Tengah (Loteng).

Ketua Lidik NTB, Sahabudin pada Jumat 5/3/2021 meminta kepada APH untuk menyelidiki peristawa tersebut. Apalagi ambruknya proyek tersebut terjadi setelah 3 minggu proyek tersebut dinyatakan selesai.

“Kami dari LSM lidik NTB sangat kecewa dengan pembangunan peningkatan jalan kabupaten ruas Sengkol-Serenang yang mana anggaranya lumayan gede. Dan kami kuat menduga materialnya tidak sesuai dengan standar. Dimana LPA dan LPB nya dan proses pemadatanya perlu diselidiki,”katanya.

Apabila maritalnya sesuai dan saat proses pemadatan dijalankan, pihaknya lanjut Sahabudin, yakin ruas jalan tersebut tidak akan mudah ambruk atau rusak.

“Kami minta kepada PUPR untuk segera memperbaiki ruas jalan Sengkol-Serenang itu, kalau tidak diperbaiki dalam waktu dekat ini, maka kami yang akan bawa kasus ini ke APH,”ancamnya.

Selain itu lanjut Sahabudin, pihaknya kan uji lab material yang diadakan di ruas jalan sengkol-serenang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya ST, seolah membela kontraktor mengatakan, bahwa rusaknya jalan tersebut akibat dari sejumlah faktor salah satunya faktor alam.

“Hujan dengan curah tinggi dan terus menerus menyebabkan tanah jenuh air sehingga tekanan tanah di dinding meningkat tajam. Posisi talud di pinggir embung dan di tanjakan juga berkontribusi untuk meningkatkan gerusan air,”dalihnya.

Lebih lanjut Lalu Firman Wijaya menambahkan, pihaknya sudah melakukan survey dan berkoodinasi dengan pihak kontraktor dan memintanya untuk segera melakukan perbaikan. Karena proyek tersebut masih dalam masa perbaikan.

“Untuk talud kami luruskan dibangun pada bulan November, jadi sudah 4 bulan sejak selesai dibangun,”tutup Lalu Firman Wijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye