19/04/2021

Santong Mulia (SanMu),– Bulan suci Ramadhan adalah salah satu bulan yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya oleh ummat Islam di seluruh dunia. Betapa tidak, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keistimewaan. Didalamnya terdapat malam yang disebut malam lailatulqadar, malam seribu bulan. Bagi orang yang berjodoh dengan malam ini ketika beribadah didalamnya, pahalanya lebih baik dari seribu bulan, dimana bagi yang berjodoh dengan malam tersebut, apa yang dihajatkan akan terkabulkan.Tentu tidak sembarang orang bisa menemukannya.

Aksi Bagi-Bagi Takjil oleh Bajang Patuh dan El Iman

Ketua Bajang Patuh Lokok Sutrang Yudi Ariadi mengatakan, pada momen bulan Ramadhan tahun ini, pihaknya kembali menggerakkan organisasi dibawah kendalinya tersebut menggelar bagi-bagi takjil dam buka puasa bersama, Senin (19/04) di jalan Lokok Sutrang-Santong. Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun selama bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, tidak bergerak sendiri. Ia menjalankan aktivitas bagi-bagi takjil oleh organisasinya tersebut bekerja sama dan bersinergi dengan pihak Yayasan El Iman Lombok Utara.”Alhamdulillah, diputaran pertama aktivitas pembagian takjil di sekitar Desa Santong Mulia, sukses di jalankan. Dari ratusan paket takjil yang kita siapkan, semuanya lancar dan terbagi habis,”kata Yudi Ariadi, sambil menambahkan pihaknya tidak perlu menunggu lama warga yang melintas sebagai sasaran pembagian takjil.

Dikatakan, pembagian takjil ini akan digelar satu bulan penuh, selama bulan puasa. Hal ini dilakukan karena memang umat Islam menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Yudi juga menegaskan bahawa pelaksanaan ibadah puasa ini, memberikan nilai-nilai spiritual tinggi, mengajarkan umat Islam tentang nilai sosial dan sebagainya. Selain itu, kata alumnus salah satu pergutuan tinggi bisnis di Jakarta ini menyebutkan, berlomba-lomba menunaikan aktivitas kebaikan,bisa merasakan bagaimana laparnya fakir miskin yang jarang menikmati makanan. Berangkat dari pemahaman itulah,kata Yudi, kegiatan bagi-bagi takjil yang digelar pihaknya bersinergi dengan el Iman ini dilaksanakan.”Semoga hadirnya Bajang Patuh Lokok Sutrang dan El Iman Lombok Utara dalam bentuk sosial ini kita gelar,”jelasnya.

Organisasi Bajang Patuh Lokok Sutrang

Sementara itu, Ketua Yayasan El Iman Lombok Utara Agus Yospendi mengatakan, pada setiap bulan Ramadhan terdapat satu kegiatan rutin yang kerap dilakukan masyarakat perorangan,kelompok atau instansi pemerintah dan lembaga yang peduli terhadap sesama. Kegiatan tersebut seperti bagi-bagi takjil untuk berbuka puasa. “Sejatinya bagi-bagi takjil dilakukan para dermawan di jalur ramai pengendara, dengan harapan takjil tersebut menjadi alternatif buka puasa, manakala sedang dalam perjalanan,”terang Yopi, sambil mencontohkan seperti yang dilakukan oleh Organisasi Bajang Patuh Lokok Sutrang bersinergi dengan Yayasan El Iman Lombok Utara saat ini.

Selanjutnya disebutkan Yopi,tradisi takjil yang sangat populer di bulan Ramadhan diartikan sebagai hidangan untuk berbuka puasa, terutama makanan dan minuman manis yang disantap sebelum berlanjut ke menu utama. “Jadi maksud Takjil adalah penyegeraan membatalkan puasa dengan makanan pembuka,”tandasnya.

Takjil yang sudah dipersiapkan untuk di bagi-bagi

Ditempat yang sama pembina Yayasan El Iman Lombok Utara Ust.Swardi mengatakan, menurut tradisi, buah kurma sebagai makanan pembuka yang harus dikonsumsi terlebih dahulu, karena selain manis, kurma juga banyak manfaatnya. Bisa jadi, awal mula kata takjil terbentuk karena orang-orang Arab menyegerakan berbuka puasa dengan kurma. Sehingga, kurma dianggap sebagai salah satu jenis takjil, yang kemudian berkembang menjadi makanan dan minuman kecil untuk memulai berbuka puasa.

Dijelaskan, Selama bulan suci Ramandhan menu khas tradisi takjil yang menggugah selera juga ada dari beberapa negara yang rupanya bertahan dari tahun ke tahun seperti Kolak Indonesia, Putu Mayang India Selatan, Harira Maroko dan Gullac Turki. “Nah inilah bentuk berbagai sajian takjil beberapa negara yang bisa kita adopsi sebagai pembuka puasa,”saran Ust.Swardi yang juga dikenal dengan panggilan Abu Umamah ini. Ia juga menyitir sebuah hadis  “Zaid bin Khalid Al-Juhani berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa memberi buka puasa bagi orang puasa, maka ia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang puasa sedikitpun” (H.R. Tirmizi).

Aksi Bagi-Bagi Takjil oleh Bajang Patuh dan El Iman

Sementara dalam “Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa”, Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan bahwa orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. “Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama,”jelasnya.

Toni Risanto, Wakil Ketua Karang Taruna Panji Daring Desa Santong Mulia yang juga ikut berpartisipasi gabung dengan Bajang Patuh Lokok Sutrang dan Yayasan El Iman Lombok Utara pada momen bagi-bagi takjil tersebut mengatakan, sangat mengapresiasi semangat seluruh masyarakat diwilayah tersebut menyambut baik digelarnya bagi-bagi takjil ini. Mereka rata-rata menginginkan agar kegiatan serupa terus tetap digelar rutin tiap hari selama bulan Ramadhan ini. “Alhamdulillah antusias masyarakat untuk menyambut baik digelarnya bagi-bagi takjil ini patut kita berikan apresiasi,”tandas Toni.

Toni Risanto, Wakil Ketua Karang Taruna Panji Daring Desa Santong Mulia

Senada dengan itu, Odie Ketua panitia pelaksana bagi-bagi takjil mengatakan, antusias masyarakat sangat mendukung kegiatan bagi-bagi takjil dan gratis. Selain bagi-bagi takjil, panitia juga menggelar bazar murah meriah dan  hasil penjualan semuanya akan di salurkan langsung ke panitia pembangunan masjid Baiturrahman dusun Lokok sutrang. “Kami juga dari panitia masih menerima untuk donasi bazar dan takjil sampai dengan tanggal 20 Ramdhan ini,”tutup Odie.(eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye