31/07/2018

 

 

Lombok Timur, SKYayasan Anak Pantai (YAP) Desa Labuhan Pandan menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi yang menerjang Sambelia, Lombok Timur, pada Minggu (29/7/2018).

Gempa yang berkekuatan 6,4 SR tersebut menghancurkan ratusan rumah warga dan menelan banyak korban. Belum diketahui pasti berapa banyak kerugian materi akibat gempa tersebut. Masyarakat yang banyak terkena dampak dari gempa ini adalah mereka yang tinggal di Desa Madayin, Desa Obel-Obel, Desa Belanting, Desa Dara Kunci dan sebagian Desa Sugian.

Melihat begitu banyaknya korban jiwa dan kerugian harta benda yang mereka alami, YAP Desa Labuhan Pandan pimpinan Munawir Haris, bergerak untuk menyalurkan bantuan berupa sembako langsung kepada korban.

Jenis bantuan yang diberikan berupa beras dua kwintal, air mineral 23 dus, mie instan 15 dus, roti, kopi, gula dan lainnya. Bantuan ini langsung disalurkan ke pos-pos pengungsian yang ada di Desa Sugian, Dusun Melempo, Dusun Mentareng dan juga di posko induk pengungsian di halaman SDN 01 Obel-obel, yang menampung ratusan pengungsi.

Di Desa Sugian misalnya, bantuan ini diterima langsung oleh Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi. Berikutnya posko Dusun Melempo, pengungsi sebanyak 24 KK. Bantuan ini diterima oleh Kadus Melempo, Ahmad Yani.

Kemudian, penyaluran berikutnya ke Dusun Mentareng, di mana terdapat 8 KK yang terdiri dari delapan unit rumah semuanya hancur tanpa satu pun yang tersisa. Delapan KK ini sengaja tidak mau mengungsi ke posko induk karena letaknya terlalu jauh.

“Kami sengaja bertahan di sini sambil kami menjaga barang yang masih tersisa di dalam reruntuhan rumah kami,” ungkap Samsul Bahri, mengenang detik-detik gempa menerjang rumahnya.

Dan terakhir, Munawir Haris bersama rekan-rekan lembaganya mengantar bantuan ke posko induk Desa Obel-Obel. Bantuan ini diterima oleh Kepala Desa Obel-Obel, Hanan Nawawi, pada Senin (30/7).

Pos pengungsian yang didirikan oleh BNPB berada di halaman SDN 01 Obel-Obel ini diisi oleh ratusan orang pengungsi. Para pengungsi ini sudah disiapkan makanan, air minum, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lainnya.

Setiap kali ada bencana, baik itu banjir bandang ataupun gempa bumi seperti sekarang ini menurut Haris, yayasannya tidak pernah ketinggalan untuk menyalurkan bantuan. Minimal apa yang dilakukan ini katanya, bisa membantu meringankan beban mereka.

“Jika kita punya kelebihan rezeki alangkah baiknya kita berbagi pada mereka yang membutuhkan, minimal bisa mengurangi kesedihan mereka,” terangnya.

Menurut Haris, bencana gempa yang kita alami ini salah satu cara Allah menegur kita atas kesalahan yang pernah kita lakukan. “Ini hanya warning buat kita,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi korban jiwa dalam setiap bencana alam yang sering melanda Sambelia, maka diharapkan kepada pemerintah atau pihak terkait supaya segera menyampaikan informasi agar masyarakat dapat mempersiapkan dirinya.

Apalagi lanjutnya, wilayah Desa Obel-Obel dan Madayin, untuk mengakses informasi itu terlalu sulit, ini disebabkan jaringan telekomunikasi susah didapatkan. Jadi, tidak heran jika masyarakat yang ada di wilayah ini terlambat menerima informasi.

Oleh karena itu, Haris berharap supaya pemerintah segera mengambil sikap cara mengatasi jaringan internet di wilayah ini supaya masyarakat mudah mengakses informasi. (Fikri MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye