28/04/2021

Santong Mulia (SanMu),– Ratusan warga masyarakat Desa Santong Mulia yang lanjut usia (Lansia) bertempat di Aula Kantor Kepala Desa setempat, mengikuti pemberian vaksinasi Sinovac dosis kedua, Rabu (28/04).

Tim kesehatan yang dipimpin langsung Kepala Puskesmas Santong H.Subari, hadir di lokasi lebih awal satu jam dari jadwal yang ditentukan jam sembilan. Hal ini tentu bermaksud untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait pemberian vaksin di Desa Santong Mulia yang menjadi lokasi penyuntikan kedua bagi lansia.

Aktivitas kegiatan vaksinasi dosis kedua bagi para Lansia

Dikatakan H.Subari, pihaknya sengaja hadir lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan, karena memang butuh persiapan-persiapan. Ia juga mengatakan, tidak semua lansia bisa divaksin. Sebelum divaksin mereka harus melakukan skrining. Jika ada gejala atau penyakit bawaan, mereka tidak boleh di vaksin. “Kalau lulus skrining baru divaksin,”ucapnya.

Selanjutnya, dijelaskan H.Subari bahwa, vaksin Sinovac belum dapat diberikan pada lansia yang mengalami hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kronis, serangan jantung, gagal jantung (Congestive Heart Failure), nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke ataupun gagal ginjal.

“Lansia itu kelompok rentan yang angka kematian akibat COVID-19 cukup tinggi, terutama yang mengidap penyakit penyerta,” ingatnya.

Sehingga dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi pada lansia di Desa Santong Mulia ini, ia berharap harus ada aparat terkait yang wajib mendorong dan mendampingi selama proses vaksinasi lansia berlangsung. “Bisa dari aparat desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengerahkan, karena program dari pemerintah ini harus sukses,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Santong, H.Subari,.S.Kep.Ners

Dipaparkan H.Subari, pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin, yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus. Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah. Pasalnya, kini kluster keluarga dilaporkan lebih banyak terjadi daripada kluster perkantoran atau yang lainnya.

Seiring bertambahnya usia, kata H.Subari, tubuh manusia umumnya akan mengalami transformasi atau perubahan, termasuk pada kekebalan tubuh. Akibat kekebalan cenderung mengalami penurunan, maka ini akan berpengaruh pada respons tubuh saat menerima pengobatan, dalam hal ini vaksin corona. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin akan lebih bekerja lebih baik pada orang-orang yang berusia lebih muda. Meski begitu, vaksin untuk lansia tetaplah diperlukan, karena pada dasarnya merekalah yang sangat mungkin mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona. “Alhamdulillah, pelaksanaan pemberian vaksinasi dosis kedua untuk para Lansia di Desa Santong Mulia ini lancar dan sukses,”tandas Kapus Santong yang pernah menyandang predikat ‘Perawat teladan tingkat nasional’ pada tahun 2018 lalu.

Sementara itu, Kepala Desa Santong Mulia Yurdin berharap adanya vaksinasi bagi lansia diwilayahnya ini, adalah salah satu upaya maksimal yang dilakukan pihak Puskesmas Santong dengan menjadwalkanya  dapat disukseskan, agar terjadi imunitas yang baik bagi penduduknya.

Yurdin yang baru satu bulan bertugas menggantikan pejabat lama Eko Sekiadim sebagai Penjabat Kepala Desa Santong Mulia ini mengingatkan, bahwa kaum lansia tidak perlu khawatir dengan pemberian vaksinasi Sinovac ini. Sebab,katanya, para dokter spesialis telah melakukan penelitian dan memaparkan kriteria yang diperbolehkan mendapat vaksin. “Lansia merupakan kelompok rentan, maka perlu mendapat perlindungan ekstra,”tandasnya.

Yurdin, Pj.Kepala Desa Santong Mulia

Oleh karena itu, Yurdin mengajak seluruh jajarannya untuk membantu program pemerintah ini, agar cakupan vaksinasi bagi lansia khususnya di wilayah Desa Santong Mulia ini sukses. Paling tidak kepada para Perangkat Kewilayahan (Kepala Dusun) bisa berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada para lansia yang ada diwilayah masing-masing akan pentingnya vaksinasi Covid-19. Selain itu, ia juga berharap keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah ini untuk percepatan vaksinasi bagi lansia.

Selaku Penjabat Kepala Desa yang baru, Yurdin sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi masyarakat Desa santong Mulia yang cukup tinggi. Ia juga berharap kepada masyarakat khususnya bagi para lansia, yang belum kebagian di vaksin untuk terus di edukasi oleh para kepala dusun masing-masing, agar pada gilirannya nanti, ketika sudah dijadwalkan kembali oleh pihak BLUD Puskesmas Santong, bisa hadir ke Kantor Desa Santong Mulia untuk diberikan vaksinasi. “Pokoknya kami ingin yang terdepan dalam segala hal, termasuk dalam mendukung program kegiatan pemerintah ini,”katanya.

Ucapan terima kasih, juga disampaikan oleh Sugita, selaku tim vaksinator dari Puskesmas Santong atas dukungan dari seluruh masyarakat Desa Santong Mulia, terkait kegiatan yang digelar pemerintah (Puskesmas Santong) dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut. “Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Desa Santong Mulia atas dukungannya ini,”ucapnya.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Desa Santong Mulia, Karyati Al Bayan

Salah satu lansia, Narimah (64) mengutarakan, vaksinasi sangat penting dan dibutuhkan bagi kelompok lansia. Hal itu sebagai langkah antisipasi agar tidak mudah terpapar Virus Corona, selain tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Saya sudah divaksin, yang dirasakan paling sedikit pegal dan selama masa observasi 30 menit tidak merasakan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ungkap Narimah, yang sehari-hari sering di sapa dengan panggilan Amak Eber ini mantap, seraya menambahkan dirinya menaruh harapan agar seluruh lansia di  Desa Santong Mulia ini divaksin, sehingga terhindar dari COVID-19.

Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua Satgas Covid-19 tingkat Desa Santong Mulia Karyati Al Bayan mengatakan, jumlah sasaran lansia yang ditargetkan di seluruh Desa Santong Mulia mencapai 100 orang, tetapi yang hadir dan sudah divaksin  41 orang untuk dosis kedua serta 17 orang lansia untuk dosis yang pertama. Tentunya melihat kehadiran peserta ini, ada peningkatan dari sebelumnya yang hanya 30 orang.

“Jika dilihat dari kehadirannya melebihi dari target. Akan tetapi, banyak diantara yang hadir tidak bisa dilayani, karena harus sesuai KTP. Sementara warga banyak yang boros di muka hemat di umur, yang maksudnya, tau e lokak, laguk gon KTP umur bajang,”jelas Karyati yang kental dengan logat Sesaitnya.

Menurut Karyati Al Bayan yang juga mantan Sekdes Desa Santong Mulia pada masa Desa tersebut masih persiapan itu menyatakan, persetujuan penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia di Indonesia berawal dari fakta bahwa angka kematian akibat COVID-19 pada usia lanjut relatif tinggi. Oleh karena itu, lansia perlu menjadi prioritas penerima vaksin virus corona. “Pemberian vaksin Sinovac untuk lansia memiliki rentang waktu yang berbeda antara dosis pertama dan kedua, yakni 28 hari. Sedangkan untuk yang biasa rentang waktunya 14 hari atau dua minggu, “tutupnya.(eko).

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye