24/02/2021

Radio Talenta NTB, SK.NET – Mega proyek jalan 8 jalur Bypass BIL – Mandalika di Lombok Tengah NTB mulai dirundung masalah.

Puluhan Suplaier Proyek tersebut pada rabu 24/2/2021 mendatangi DPRD Lombok Tengah untuk mengadukan masalah terkait dengan mega proyek yang jadi kebanggan Pemkab Lombok Tengah tersebut.

Salah seorang Suplaier Lalu Reza menyampaikan, pihaknya mengadukan terkait dengan kendala atas partisipasi pembangunan yang saat ini mereka lakukan pada proyek Bypass BIL-Mandalika I tersebut.

“Kami menemukan kendala terkait pembayaran yang sudah molor 4 bulan dari waktu yang semestinya dibayarkan,”ungkapnya.

“Dalam hal ini tempat kami sebagai Subkon-nya adalah PT. Nindia Karya (Persero) , dibahawahnya ada UPP PT.Gunung Mas putih, kemudian ada lagi dibawahnya PT. Dwi Jaya Persada,”jelas Lalu Reza.

Berbagai upaya baik secara kekeluargaan untuk mediasi telah dilakukan oleh 25 suplayer yang belum dibayrakan, namun yang didapat kata Lalu Reza hanya ancaman dan intimidasi. Sementara pihak perusahaan saling lempar antara satu dengan yang lainya.

“Jadi total tunggakan yang belum dibayar oleh perusahaan sekitar Rp.500 juta lebih dan ada yang sebagian telah dibayar cicil namun belum lunas,”kata Lalu Resa didampingi Mamiq Indra.

Untuk itu, pihaknya menuntut agar pihak perusahaan bertanggugjawab untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Salah seorang anggota DPRD yang menemui para Suplaier yakni Lalu Sunting Mentas mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mempertemukan pihak suplaier tersebut dengan pihak perusahaan.

“Saya belum bisa komentar banyak dengan masalah ini, nanti hari kamis depan kita akan coba nempertemukan kedua belah pihak,”singkatnya.

Sementara itu pihak perusahaan terkait melalui Humas PT. Nindia Karya, Rijal saat dikomfirmasi terkait dengan hal tersebut via WA-nya belum memberikan jawaban.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye