23/02/2021

Radio Talenta NTB, SK.NET – Proses verifikasi cabang olahraga peserta Musorkab KONI Loteng 2021 selayaknya berjalan sesuai aturan ternyata diduga dengan sengaja di langgar oleh beberapa Cabor.

Ketua Koni Lombok Tengah (Plt), M.Samsul Qomar S.Sos dalam siaran pers-nya pada senin 22/2/2021 kemarin menyayangkan ada Cabor yang dengan sengaja melanggar AD/ ART KONI dengan memalsukan rekomendasi untuk pengukuhan – SK dari pengurus provinsi.

Kejadian tersebut lanjut MSQ, akronim dari pria yang juga Ketua Pemuda Pancasila Loteng ini, sangat merugikan koni selaku bapak dari cabor di Loteng. Semestinya rekomendasi di dapatkan dengan legal tidak perlu ada upaya pemalsuan.

“Saya kaget, ketika seorang wartawan menunjukan via WA kepada saya bahwa ada rekomendasi di pengprov PBVSI tertanggal 8 januari. Dan saya memastikan surat tersebut bukan saya yang tanda tangani tapi di palsukan,”tegasnya.

Untuk itu, atas nama ketua koni pihaknya lanjut MSQ, akan melaporkan tindakan oknum tersebut ke APH sebagai bagian penegakan aturan.

“Silahkan kita boleh berkompetisi tapi jangan kasar mainnya taatu aturan yang ada jangan aneh aneh dan keluar dari tata cara dan kitab suci koni sendiri,”imbuhnya.

Adapapun yang pihaknya laporkan atau adukan yakni Ketua PBVSI Suhaimi SH dan Sekretarisnya L Sukemi. Dirinya kata MSQ, sudah sempat minta klarifikasi ke pak Suhaimi dengan menelpon 2 kali tapi yang angkat orang lain.

Bahkan Lalu Sukemi sempat datang ke sekretariat mengatakan bahwa dirinya sudah lama menjadi pengurus PBVSI dan menyatakan kenapa baru sekarang dirinya diragukan sebagai pengurus PBVSI Loteng.

“Jadi kita ragukan karena kita duga ada surat yang dipalsukan, karena kita tegakkan AD/ ART yang ada. ini upaya untuk memperbaiki 7 tahun KONI Loteng menabrak aturan secara bersama-sama,”ucap MSQ.

MSQ berharap polisi segera menindak lanjuti laporan tersebut dan pihaknya sudah menyiapkan saksi dan bukti dokumen untuk menguatkan laporan tersebut.

“Janji kapolres untuk menegakkan dan meneruskan setiap laporan akan kita tunggu, ini sudah 3 kali saya sebagai pelapor dua diantaranya kasus pencemaran nama baik di FB atau ITE tapi hilang kabarnya padahal saya sudah di BAP, semoga saja kasus ke tiga ini bisa di tangani dengan baik,”harapnya.

Ketua PBVSI Loteng, Suhaimi SH saat dikomfirmasi Radio Talenta Lombok terkait hal tersebut menyatakan sama sekali tidak pernah melakukan hal tersebut. Dirinya saat ini sedang fokus dengan sebuah musibah yang dialami keluarga.

“Saya gak pernah urus KONI, saya gak pernah urus tanda tangan qomenk (MSQ-red). Saya gak peduli siapa yang jadi ketua KONI Loteng,”ujar Suhaimi via WA-nya.

Saat ini lanjut Suhaimi, dirinya sedang kurang sehat sehingga tidak bisa memberikan komentar banyak terkait dengan persoalan tersebut.

“Mohon maaf, mikirin diri saya sendiri saja ndak, apalagi mikirin KONI. Itu makanya gak bisa komentar banyak, selain karena saya gak ngikutin,”imbuhnya.

Sementara itu, Lalu Chandra Yudistira salah satu pengurus PBVSI saat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat bakal calon Ketua koni Loteng, saat ditanya hal ihwal dirinya bakal mencalonkan diri menuturkan, awalnya dirinya maju menjadi calon ketua umum KONI atas dasar musyawarah mufakat beberapa cabor yang mengusung dirinya.

“Karena KONI sangat erat kaitannya dengan program KEK Mandalika ke depannya, saya dengan basic pekerja kreatif event organizer, mungkin ini yang dilihat, nantinya bisa dijadikan suatu kekuatan baru utk membangun koni kedepannya melalui program Sport Tourism,”jelasnya.

Pola Sport Tourism ini lanjut Chandra Yudistira, sangat mempunyai peluang besar untuk KONI kedepannya, karena sesuai statemlent Memparkref dan stake holder terkait, akan membangun Mandalika Spot Complex dan ini yang menjadi tolak ukur untuk membangun potensi olahraga yang ada di Kabuoaten Lombok Tengah.

“Saya bergabung ikut membantu pengurus PBVSI pada saat bareng-bareng menggarap Volley pantai di tahun 2017 di pantai kuta dulu,”imbuhnya.

Saat dimintai pendapatnya, apakah persoalan dugaan pemalsuan rekomendasi koni loteng itu akan menghambat dirinya melaju menjadi Ketua Koni Loteng, Lalu Chandra Yudistira menyatakan kalau hal tersebut tidak akan menghambat.

“Saya rasa tidak, karena SK kepengurusan PBVSI itu sah dan tidak palsu.Kalau sudah diterima oleh pengurus berarti sudah benar, jelas secara aturan SK PBVSI itu sah dan kepengurusan PBVSI itu sudah disepakati oleh kepengurusan PBVSI,”jelasnya.

“Surat dari PBVSI kan sudah masuk juga ke KONI, sudah ditahu juga sama pengurus KONI, jadi gak ada masalah sih. Kecuali PBVSI tidak bersurat pemberitahuan itu baru salah,”jelasnya lagi.

Saat ditegaskan seperti yang disampaikan MSQ pada pernyataan, sesuai pasal 31 AD/ART Koni, masing-masing pengurus cabor tingkat kabupaten SKnya di keluarkan oleh Pengurus Cabor Provinsi, tapi wajib mendapatkan surat rekomendasi dari KONI Kabupaten / kota ; Nah surat rekomendasi ini yang diduga di palsukan oleh oknum pengurus PBVSI, dan dugaan pemalsuan itulah yang dilaporkan ke Polres, Lalu Chandra Yudistira mengiyakanya.

“Memang betul ADRT menyatakan begitu, ini kalau masalah palsu atau tidak kami kurang tau. Tuntutannya komeng (MSQ-red) ini merasa dirugikan. Dirugikannya ini dalam artian apa? Ini juga masih saya bingung, dirugikan dalam hal apa? Tujuan surat tersebut sudah jelas untuk pengajuan pembuatan SK baru kepengurusan PBVSI karena ini urusan Cabor, malah PBVSI disini yang dirugikan. Kalau memang betul tidak ada ditanda tangan oleh Plt Koni surat itu sampe sekarang, ini kan jadi pertanyaan, kenapa tidak di tanda tangan, ada apa? Ini kan aneh. Harusnya Koni itu sigap menyikapi urusan hal surat menyurat terkait urusan Cabor,”paparnya.

Saat ditegaskan lagi soal surat rekomendasi dari Plt. Koni Loteng yang diduga dipalsukan, Lalu Chandra Yudistira meragukanya.

“Kalau hal itu saya kurang tau, tapi saya rasa tidak-lah,”tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris PBVSI Loteng, Lalu Sukemi saat dikomfirmasi via WA-nya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye