07/10/2018

TALENTA FM LOMBOK TENGAH,SK – Diawali dengan lantunan syahdu lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin, malam spektakuler Grand Final Pemilihan Terune Dedare Lombok Tengah tahun 2018 pada sabtu malam (6/7), rangkaian malam grand final itu dimulai.

Dibawah kendali Master Off Ceremony (MC) Jo dan Mila seluruh hadirin, tamu undangan dan seluruh penonton diminta berdiri dan dengan khidmad menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut dalam posisi tegak sempurna. Dua buah layar proyektor memandu hadiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan latar bendera merah putih.

Sekda Lombok Tengah dan sejumlah pejabat foto bersama dengan finalis Terune Dedare 2018

Usai menyaksikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemutaran video profile Paguyuban Terune Dedare Lombok Tengah, yang merupakan salah satu organisasi sayap Yayasan Terune  Dedare yang merupakan lembaga yang selama ini konsen melaksanakan pemilihan terune dedare di Lombok Tengah.

Dalam video digambarkan tujuan adanya Paguyuban Terune Dedare yang tak lain untuk memperluas wawasan budaya dan ilmu masyarakat Lombok Tengah khsusunya kaum muda atas budaya dan kearifan lokal yang ada di Lombok Tengah. Pada video profile ditampilkan juga seluruh terune dedare dari tahun ketahun yang telah berhasil menjadi juara dengan jargon-jargon mereka.

Setelah pemutaran video profile tersebut, panggung kemudian digebrak penampilan  Tabuh Agung Rue Rase Project dengan menampilkan permainan tari dan tabuh puluhan gendang beleq  dengan aransemen modern yang memukau seluruh hadirin.  Para penabuh gendang beleq dari para pemuda berbakat tersebut, telah sukses menyedot perhatian seribuan penonton yang saat itu memadati arena kegiatan.

Presiden Terune Dedare, Muhammad Riffani rupanya tau betul komunitas seni yang akan diajak dalam berkolaborasi sukseskan kegiatan tersebut. Ruase Rase Project merupakan salah satu komunitas muda mudi Lombok yang selama ini konsen melestarikan budaya Lombok dibidang seni.

Kiprah Rue Rase Project dalam mengisi berbagai acara sepektakuler di Lombok Tengah memang sudah tidak diragukan lagi. Komunitas yang terdiri dari kaum muda Lombok ini terus berkreasi dengan menciptakan koreo tarian dan juga aransemen music  dengan memadukan tardisional dengan modern, sehingga tercipta seni baru yang tidak meninggalkan budaya dan nilai-nilai lokal terhadap seni tersebut.

Sekda Lombok Tengah,HM.Nursiah,S.Sos.M.Si saat memberikan sambutanya.

Sejumlah pejabat dan anggota DPRD Lombok Tengah serta jajaran pertikal yang ada di Lombok Tengah tak mau ketinggalan untuk menyaksikan acara sekali setahun tersebut. Diantaran Sekda Lombok Tengah, HM.Nursiah,S.Sos.M.Si, Ketua DPRD, H.A.Fuaddi,FT.SE, Wakil Ketua DPRD, Ahmad Ziady, anggota DPRD, HL.Arif Rahman Hakim,SE dan puluhan tokoh  di Lombok Tengah juga tampak hadir pada acara tersebut.

Sangat pastaslah Sekda, HM.Nursiah dalam pidatonya menyebut  presiden Terune Dedare bersama jajaran panitia telah mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan tersebut dengan sangat baik sehingga menjadi ajang prestasi sekaligus hiburan yang memukau bagi masyarakat Lombok Tengah. Aalagi acara tersebut disiarkan secara langsung melalui media audio dan video melalui internet sehingga bisa disaksikan dimanapun masyarakat dimuka bumi ini.

Bagi para peserta yang berhasil ikut hingga babak final tersebut, Sekda mengajak semua untuk bersyukur terhadap nikmat Allah yang diberikan. Karena tidak semua peserta yang telah mampu masuk ke babak spektakuler pada malam grand final tersebut. “Kelebihan yang dimiliki itu Insyallah akan anak-anakku gunakan dalam membangun masyarakat Lombok Tengah,”katanya.

Kegiatan tersebut lanjut Sekda,  selain sebagai salah satu ajang prestasi bagin anak-anak yang telah ikut berkompetisi, sekaligus sebagai salah satu hiburan  menarik bagi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan begitu banyaknya warga yang datang menyaksikan acara tersebut.”Kalau kemarin –kemarin ada gempa bumi dan ada kegiatan yang juga menghibur semacam ini maka trauma akan hilang,”imbuhnya.

Dengan adanya hiburan semacam itu lalu dinikmati secara beradab, maka lahir bathin masyarakat akan baik dan atas dukungan masyarakat berbagai kegiatan pembangunan yang ada di Lombok Tengah akan sukses dilakukan.

Usai dibuka oleh Sekda, selanjutnya para dewan juri antara lain, Baiq Elis Iswandari yang merupakan pendiri dan Ketua Lembaga Terune Dedare NTB, Baiq Ingesaptania Dedare NTB 2007, Adi Karisma Terune NTB 2007, Lalu Chandra Yudistira yang merupakan Founder Gudang Mahakarya Indonesia dan Lalu Firman Mandra Guna Terune NTB 2003.

Sekda Lombok Tengah saat memberikan hadiah dan selamat kepada para nomintor Terune Dedare 2018

Dan tibalah saat-saat yang  sulit bagi para finalis Terune Dedare 2018, merkea dipersilahkan naik panggung  untuk melakukan sesi seleksi berupa tanya jawab yang telah disiapkan oleh panitia. Sepuluh finalis diiringi dengan lagu dan aransemen Rue Rase Project, tampil dengan tarian koreo dengan pakaian khas adat sasak Lombok.

Detik demi detik, menit demi menit dilalui finalis dengan menjawab pertanyaan acak yang diperoleh dengan cara undian. Finasil diminta mengambil nomor pertanyaan yang ada didalam sebuah stoples dan diperlihatkan kepada MC dan MC kemudian membacakan pertanyaan yang langsung dijawab oleh para peserta dalam tenaggat waktu yang telah ditentukan panitia.

Lalu Nahudatu Akbar Iman dan Sheryl Yasina Hariadi, Terune Dedare terpilih 2018 Lombok Tengah

Dengan tantangan harus menjawab tepat dan benar dalam waktu sekian detik, tak jarang jawaban para peserta tidak sampai selesai sehingga ada yang membuat menggelitik dan juga tak jarang juga mendapat acungan jempol penonton karena peserta mampu menjawab pertanyaan secara tegas dan tepat.

Dalam sela-sela tanya jawab yang menegangkan, malam grand final terune dedare disemarakkan penampilan  After Hits Band yang melantunkan lagu Jinggle Asian Games 2018 yang menambah semangat peserta dan penonton. Kemudian pada sesi berikutunya dilanjutkan penampilan penyanyi muda berbakat Lombok Tengah  yang memukau penonton.

Dipenghujung acara, tiba saat yang paling menegangkan bagi peserta dan penonton, yakni penentuan juara yang dilakukan oleh Terune Dedare 2017 yang lalu, dengan memasangkan selempang kepada  siapa Terune Dedare 2018. Dan terpilihlah Terune Dedare 2018 atas nama Lalu Nahudatu Akbar Imam  dan Sheryl Yasnia Hariadi, keduanya merupakan siswa dan siswi SMAN I Praya.  Kemudian Terune Dedare Wakil I , Djokorda Gde Agung Chandra siswa SMAN 4 Praya dan Ade Nurul Aida Siswi SMK Pariwisata Praya.

Adapun Terune Dedare Pariwsata yakni Karman Yusuf dari SMK Pariwisata dan Baiq Mega Permata dari SMAN I Praya Tengah. Kemudian Terune Dedrae Fotoenik diraih oleh Riqiy Yusriadi dari SMAN I Praya Tengah dan Amelia Indah Suciati dari SMAN 4 Praya. Berikutnya Terune Dedare Favorite yakni  L.M. Fikri Zulian Haekal dan Aziza Safitri  yang keduanya dari SMAN 1 Praya.  (ding)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *