08/07/2017

 Simalungun (Suara Komunitas.Net) – Praktek Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan pendidikan di Kabupaten Simalungun tidak pernah habis. seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Serbelawan pada saat lulusannya diundang untuk melakukan sidik jari.

"Saat pengambilan SKHU, orangtua murid juga di undang ke sekolah dan bertemu Wali kelas yang lulus tahun ajaran 2016/2017. Namun saat itu tidak ada pembicaraan soal uang kutipan kepada siswa yang lulus,"sebut seorang orangtua siswa yang merasa heran saat anaknya meminta uang sebesar Rp.150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk disetorkan kepada guru SMP Negeri 1 Serbelawan saat melakukan sidik jari.
Informasi diperoleh Pewarta Suara Komunitas pada Jumat (7/7) menyebutkan, saat orangtua menerima lembaran SKHU atas nama anaknya sudah bisa langsung pulang.
Tetapi pada saat siswa melakukan sidik jari untuk ijazahnya, pihak sekolah melakukan pengutipan hingga Rp.150.000,-per siswa.Diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun segera mengusut tuntas dan menelusuri untuk siapa uang tersebut dikumpulkan.(ale)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye