25/07/2021

Santong Mulia (SanMu),— Ayah adalah manusia yang paling istimewa dalam kehidupn ini, Ia adalah pelindung sejati sekaligus pemilik cinta tanpa batas untuk anak-anak. Seorang ayah rela berkorban apa saja demi anak-anaknya. Apa pun yang ia lakukan semata-mata hanya untuk anak-anaknya. Dan rida ayah pun merupakan bagian dari rida ALLAH. Demikian yang dikatakan Toni Risanto, Ketua Lampak Mengabdi Bitone, mengawali khutbah yang disampaikan dihadapan jamaah sholat Jum’at,(23/07) di Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Toni Risanto, A.Md.Kep

“Seorang anak harus berbakti kepada ayahnya, ada begitu banyak jalan yang dapat dicapai untuk berbakti kepada ayah, demikian juga dengan banyaknya pilihan yang akan datang kepada orang-orang yang berbakti kepada ayahnya,”tegasnya.

Dipaparkan Toni, sejatinya kewajiban yang ditekankan oleh Allah swt dengan penekanan yang tegas adalah berbakti kepada ayah. sebagian orang hanya fokus untuk berbakti kepada ibu, hal yang sangat baik.Namun, yang jadi permasalahan adalah mereka lalai dan lupa untuk berbakti kepada ayah.Padahal Nabi Muhammad SAW telah membaca, “sesungguhnya perhatian dan hartamu adalah milik ayahmu.”

Selanjutnya, Toni Risanto, yang juga pengurus Yayasan El Iman Lombok Utara ini menjelaskan, Ayah adalah cahaya di keluarga, kehadirannya selalu diharapkan, canda dan tawanya adalah penghias kehidupan. Memandangnya kebahagiaan, kepergiannya membawa pulang.

Berbakti kepada ayah adalah wajib setiap saat dan di mana pun, tetapi akan semakin ditekankan tatkala ayah di masa orang tuanya, tatkala telah memutih , tatkala jari-jarinya mulai gemetar, mulai tertatih-tatih dan tatkala penyakit mulai meliputinya. Maka saat engkau menyambutnya dengan penuh kasih sayang, dengan kerendahan hati.

“Ingat perintah Allah swt dalam Al Qur’an, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS.Al-Isra’: 24).

Toni Risanto ,A.Md.Kep saat menyampaikan khutbahnya

Toni Risanto yang judul khutbahnya mengambil tema “Rahasia Keajaiban Berbakti Kepada Ayah” tersebut berpesan kepada para jamaah diantaranya, janganlah kau jalan dihadapannya, janganlah kau duduk sebelum ia duduk. Sambutlah ia dengan senyum berseri-seri, isilah sisa umurnya dengan membahagiakannya. Berbanggalah dengan bisa melayaninya, cari-cari tau kebutuhannya agar engkau bisa memenuhinya. Jaga perasaannya jangan sampai ia meminta, tapi penuhilah sebelum memintanya. Berikan hadiah kepadanya, doakan selalu dirinya. Senandungkanlah selalu doamu “rabbi ham huma kama rabbayaanii shogiiro”(QS. Al-Isro’: 24).

Berbuat baik untuk orang tua adalah kewajiban dan balasannya adalah surga na’im (surga yang penuh kenikmatan). Bakti seorang anak kepada kedua orangtuanya akan mengundang ridha kedua orangtua kepada anak. Sementara ridha kedua orangtua terhadap anak merupakan penentu seorang anak mendapat ridha Allah SWT.“Dan Kami memerintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya ke pada-Kulah kembalimu”. (QS Lukman: 14)

Kedua orangtua merupakan penyebab eksistensi (keberadaan) manusia di dunia ini. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bahwa kita mempersembahkan bakti terbaik kepada kedua orangtua. Berbakti kepada kedua orangtua, bukan karena menjadi hak orang tua yang harus dipenuhi oleh anak-anak. Namun, juga merupakan kewajiban yang bersifat pasti yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Bahkan, perintah berbakti kepada kedua orangtua tersebut telah disandingkan dengan perintah menyembah Allah dan larangan mempersekutukan-Nya. Hal ini bermakna bahwa berbakti kepada kedua orangtua merupakan penyempurnaan bagi ibadah kepada-Nya.

Toni Risanto,A.Md.Kep saat menyampaikan khutbahnya

Berdasarkan petunjuk dari Rasulullah SAW, di antara akibat baik (pahala) dan akibat buruk (siksa) yang tidak akan hingga hari ini adalah hari berbakti kepada kedua orang tua dan durhaka kepadanya. Bahkan, dengan berbakti kepada kedua orangtua, siapa pun yang melakukan durhaka kepada orangtua, maka akibat buruk pun akan segera didapatkannya.

Memiliki kedua orang tua yang utuh dan sehat merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi anak-anaknya. Berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban untuk anak-anak. Orang tua yang sudah merawat dan memandu kita hingga dewasa. Apa saja yang berminat untuk ibu yang sudah melahirkan dan mengurus kita untuk tidak kekurangan apapun.

“Kita juga tidak boleh lupa untuk berbakti kepada ayah. Meskipun ia tidak melahirkan kita, namun ada banyak pengorbanan yang dilakukan seorang ayah untuk anak serta keluarganya. Mengapa demikian?,”tanya Toni.

Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan, mengapa wajib berbakti kepada kedua orang tua, terutama kepada Ayah. Diantaranya adalah :
1. Ayah adalah orang yang selalu melindungi keluarganya. Ayah adalah sosok tameng paling depan yang akan melindungi keluarganya. Pria yang secara sukarela menjaga dan mengawal anak dan istrinya agar selalu merasa aman dan nyaman. Ayah juga memberikan kehangatan dalam keluarga. Pria yang akan selalu dirindukan anak-anaknya, di manapun mereka berada.
2. Ayah adalah sosok pekerja keras demi keluarganya.Sebagai kepala keluarga, ayah juga memberikan tenaga dan pikirannya untuk mendapatkan uang demi keluarganya. siang kerja dan malam tak kenal waktu.Bahkan sampai rasa sakit yang diterimanya pun tidak Ia rasa. Semua yang Ia lakukan hanya untuk anak dan istrinya.
3. Ayah adalah orang yang berjuang untuk anaknya anaknya. Ayah selalu berjuang untuk anaknya. Rela memberikan miliknya hanya untuk membuat anaknya bahagia. Contoh simpelnya adalah sepotong makanan yang didapatnya di kantor, terkadang dibawanya pulang untuk diberikan kepada anaknya.
4. Ayah adalah orang yang membesarkan anaknya untuk tumbuh dewasa. Ayah juga membimbing anak-anak yang perlahan-lahan beranjak dewasa. Bersama dengan ibu kita, membantu kita memaknai sikap dewasa yang baik dan pantas. Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, ayah banyak mengajarkan kita tentang makna kehidupan.
5. Ayah adalah seorang pria yang tidak ingin merasa bosan dengan anak-anak. Sering kita lihat sosok-sosok ayah yang sudah senja yang masih bekerja. Sebab ayah yang tidak ingin merasa lelah anak-anak akan kondisinya yang telah tua. Ayah yang berhubungan dengan terik matahari dan hujan, hanya untuk menyambung hidup kembali. ibrah ini kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah berbagai macam apapun akan datang menghampiri.

“Itulah beberapa alasan mengapa penting mengapa kita wajib berbakti kepada ayah juga. Ayo, berbakti untuk kedua orang tua,”ajaknya, sembari menutup khutbahnya.(eko).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye