404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Penutupan SLPHT, Petani Ramah Lingkungan Ada Tindak Lanjutnya - SUARA KOMUNITAS
26/08/2021

Tanjung,(SK),– Pemeruntah Kabupaten Lombok Utara, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dkppk – KLU), diharapkan sungguh sungguh memberikan pelatihan lapang penaggulangan hama tanaman trmbakau (SLPHT) secara luas dan kontinew kepada petani tembakau di Kabupatrn Lombok Utata yang terus meningkat kemajuan bertani saat ini.

Suasana penyampaian materi oleh narasumber

Hal ini disampaikan salah seorang perwakilan peserta pelatihan Moh. Ra’ub kepada Suarakomunitas.net. pada penutupan SLPHT yang berlangsung delapan kali pertemuan, Rabu (25/08) di pusatkan di Dusun Sentul Desa Pendua Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Ra’ub menyebut mutiara hijau, itulah yang acap kali terdengar tentang tembakau yang merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Nusa Tenggara Barat NTB yang memiliki prospek dan potensi yang cukup besar saat ini maupun ke depan.

Potensi tembakau di Kabupaten Lombok Utara saat ini meski baru pada luasan 150 hektare di dua Kecamatan (Kayangan – Bayan), namun data tersebut belum termasuk tiga Kecamatan lainnya seperti Gangga, Tanjung dan Pamenang. Kabupaten Lombok Utara srlain pariwisata, lebih dikenal tanaman perkebunan berupa Kopi, Mete, Coklat,Cengkeh,Panili danumbi umbian seperti Porang sejenisnya serta pisang.

Para peserta foto bareng bersama narasumber

Kali ini petani juga geliatnya tanam tembakau sedang karena kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain di NTB.
“Jangan heran jika kami mengharapkan pemerintah daerah dengan sungguh-sungguh membantu petani baik menyangkut SLPHT maupun ketersediaan pupuk dan obat obatan,” harap Moh Ra’ub saat acara penutupan.

Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk. Misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau. Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan akan berdampak terjadinya serangan yang dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Menjawab harapan peserta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Plt Kabid Perkebunan, Sugiartadi, SP, mengatakan “Saya tidak meminjam, namun Insya Allah di tahun 2021 ini akan dilakukan tindak lanjut SLPHT di lima kelompok lagi,” kata Sugiartadi.

Berkaitan dengan perhatian pemerintah terkait pupuk, obat obatan dan lain sebagainya itu pasti pemerintah melalui OPD sektor terkait akan mengupayakan, asalkan didukung oleh petani dengan perluasan areal serta memperbanyak kelompok kelompok untuk menanam tanaman.

Terkait masalah OPT tersebut maka sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau untuk mengantisipasi serangan OPT tersebut. Berbekal bidang kebutuhan petani akan pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengadakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Tembakau melalui Program Peningkatan Kualitas bahan Baku Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebun Tembakau Tahun 2021.

Senada dengan Sugiartadi, Ayusi, selaku Ketua panitia SLPHT yang sekaligus Kasi Perbenihan dan Penyelamanan pembibitan. Ia menambahkan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam bulan Nopember tahun 2021 mendatang, akan merealisasikan anggaran yang lebih besar dari rangkaian ini untuk pelaksanaan kegiatan SLPHT sebagai kelanjutan dari kegiatan yang digelar selama delapan hari di Sentul Desa Pendua saat ini. “Termasuk jumlah peserta pun akan di usahakan lebih banyak dari yang sekarang,” katanya.

Moh. Ayusi juga menegaskan kembali apa yang telah disampaikan Kabid Perkebunan Sugiartadi, bahwa petani harus sungguh-sungguh pula untuk memperluas areal tanamannya sekarang ini, sehingga pemerintah juga tidak ragu memberikan pembinaan dan bantuan anggaran kegiatan.

Petani diharapkan proaktif serta melihat dan jangan hanya mendengarkan saja tetapi juga dan melakukan inovasi baik teori maupun teknik-tehnik merawan hingga panen dan membangun kemitraan dengan pihak pasar.

Konsep pembelajaran orang dewasa yaitu suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi-komunikasi, peran serta belajar adalah menciptakan dan membangkitkan materi yang disampaikan termasuk narasumber secara keseluruhan. Sedangkan proses budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian hama terpadu (PHT). (@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye