23/10/2018

Pekalongan Kota, Suara Komunitas. – North Zone Pekalongan Raya (NPZR) organisasi komunitas suporter Persekap Pekalongan berharap agar manajemen sepakbola Kota Santri lebih mandiri, tidak hanya mengandalkan APBD. Demikian terangkum dalam diskusi Ngobrol karo Ngopi, Cerito Wong Pekalongan di Alesscow Coffe, Simbangkulon, Buaran Pekalongan, Sabtu (20/10).

Hamam Agus Triadi, mengungkapkan bahwa Persekap Pekalongan pernah mengalami kemajuan pada kisaran 2013 lalu dengan menjuarai Liga Nusantara zona Jawa Tengah.

Pada saat itu, tutur Hamam, suporter bola Kota Santri terpanggil untuk menyuarakan agar tim kebanggaanya lebih maju. Mereka patungan hingga terkumpul beberapa ratus ribu, kemudian mengundang wartawan (media mainstream) untuk menyampaikan keinginan mereka agar Persekap lebih maju. “Setelah diliput, ada respon dari Bupati Antono (pada saat itu), kemudian manajemen ada perbaikan hingga juara Liga Nusantara zona Jawa Tengah.” Ujarnya.

Namun  seiring perjalanan waktu, persekap pekalongan kembali meredup, kasus-kasus klasik kembali terulang, hingga persekap terjungkal lagi. Lanjut Hamam.

Menurut Hamam, kendala terbesar suporter dalam mendukung kesebelasannya adalah manakala memilih mempertahankan ‘dapur ngebul’ atau mendukung tim kebanggannya main. “Kendala suporter ketika Persekap main jam 13.30 WIB, kendalanya suporter harus merelakan kehilangan penghasilan karena persiapan nonton sehingga tidak kerja.” Ujarnya.

Terkait kondisi suporter Persekap saat ini, Hamam mengusulkan agar suporter Persekap Pekalonan mandiri, “tidak ngrusuhi manajemen. Yang kami lakukan yakni dengan menjual merchandise untuk membiayai perjalanan suporter. bikin syal, stiker, sedang untuk jenis kaos masih berupa kaos komunitas karena khawatir jika menjual kaos Persekap akan berimbas pada royalti.” tutur Hamam.

Kecintaan wong ngKalongan terhadap Persekap, menurut Hamam sangat bagus, “sumber daya warga untuk mendukung Persekap sebetulnya sangat bagus, seperti warga Karangdadap yang antusias banget ketika ada turnamen bola. Sayang hal tersebut belum dimanfaatkan manajemen dengan baik untuk menggelorakan bola di Kota Santri.” Ujarnya.

NPZR berharap agar gaung Persekap Pekalongan bisa lebih luas lagi, dari ujung Utara hingga Selatan di daerah Pegunungan, karena selama ini gaung Persekap di wilayah selatan masih kurang. Selain itu, NPZR juga berharap agar manajemen Persekap Pekalongan lebih mandiri.

“Manajemen tidak hanya bepangku pada anggaran APBD saja, tetapi memanfaatkan berbagai potensi yang ada, seperti merangkul pecinta bola, pengusaha yang cinta bola dan lebih mandiri.” harap Hamam.

Bila perlu, ada perubahan maupun perombakan ditubuh manajenem Persekap, lanjut Hamam. Sebagai bagian dari suporter Persekap, NPZR berharap adanya stadion yang representatif. “Adanya perbaikan stadion … karena stadion saat ini rawan kerusuhan, pintu hanya satu hingga rawan. Penambahan tribun pada sebelah timur, untuk memisahkan antar suporter dengan suporter lawan.” Tuturnya.

Pelibatan suporter pada tiap pertandingan Persekap oleh manajemen dan menghargai suara atau usulan dari suporter diharapkan bisa membangun kebangkitan Persekap Pekalongan kedepan. Selain itu, dukungan dewan (DPRD) terhadap Persekap hingga saat ini belum terlihat. Ujar Hamam.

Sementara itu, Didiek Harahap, Pemimpin Umum Warta Desa menyambut baik dan mendukung upaya dari NPZR untuk melibatkan media dalam membangkitkan kembali Persekap Pekalongan. Menurutnya, penting menyuarakan  suporter melalui media digital atau mengajak media, karena jangkauannya lebih luas. “Suporter saat menyampaikan aspirasi, perlu adanya strategi pelibatan media,  seperti siaran langsung saat melakukan audiensi.” Ujarnya.

Adanya kolaborasi antara komunitas dengan media komunitas Warta Desa, dengan cara menyuarakannya hingga kepentingan komunitas terakomodir, bisa dilakukan. Lanjut Didiek.

Selain itu, Didiek barharap agar pemangku kepentingan, Pemkab Pekalongan mempunyai kebijakan  melibatkan pegawai dinas dan jajarannya mensupport ketika Persekap bertanding, dengan mengajak jajarannya untuk turut menonton ketika Persekap bertanding. Hal demikian merupakan bentuk dukungan nyata bagi kemajuan Persekap Pekalongan. (Warta Desa)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *