21/03/2021

Santong Mulia (SanMu),— Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ) ke 1 tingkat Desa Santong Mulia bertempat di halaman Yayasan El Iman di Lokok Sutrang resmi di buka oleh Kepala Desa Santong Mulia, Sabtu sore ( 20/03).

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Kepala Desa, Penghulu Desa, Perangkat Desa, BPD,Karang Taruna Panji Daring dan LPM, pun dihadiri pula oleh para pengasuh TPQ, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda, para peserta lomba dan undangan lainnya.

Kepala Desa Santong Mulia, Eko Sekiadim

Musabaqah Tilawatil Qur’an ( MTQ) ke I tahun ini mengusung tema ” Mari kita tingkatkan Rasa Cinta Pada Al-Qur’an untuk Melahirkan generasi Qur’ani sebagai penyonsong masa depan”

Ketua panitia pelaksana Toni Risanto dalam laporannya mengatakan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Desa Santong Mulia pertama tahun ini, berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan jumlah peserta 46 orang untuk semua cabang mata lomba.”Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Desa Santong Mulia, yang telah mempercayakan kepada kami untuk tugas mulia ini. Semoga amanah ini bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,”ucapnya.

Kepala Desa Santong Mulia Eko Sekiadim dalam sambutannya mengatakan, hakikat MTQ ini bukan hanya untuk bermegah-megahan atau hebat-hebatan antar peserta, tapi melalui MTQ ini diharapkan bisa mensyi’arkan agama islam dan bisa menerapkan nilai-nilai yang tertera melalui baleho-baleho atau spanduk-spanduk tema MTQ yang ada. Kades Eko juga berharap, pelaksanaan MTQ tingkat desa Santong Mulia yang pertama ini sukses, walaupun pelaksanaannya sederhana. “Saya berharap, melalui MTQ ini bisa melahirkan orang-orang terbaik dari Desa Santong Mulia, agar nanti bisa kita kirim ke tingkatan yang lebih tinggi dan mengharumkan nama daerah kita,”asanya.

Ketua Dewan Hakam, Ust. Swardi

Dihadapan para dewan hakam dan seluruh peserta serta para tamu undangan lainnya, Kades Eko menyatakan, pada tahun-tahun berikutnya akan menganggarkan untuk pembinaan dalam bidang ini. Untuk memaksimalkan kegiatan tersebut, maka dalam waktu dekat akan membentuk lembaga yang menanganinya, yaitu LPTQ tingkat Desa. “Saya berharap dengan terbentuknya LPTQ Desa Santong Mulia ini, kedepan lembaga inilah yang akan menanganinya,”tandasnya.

Ditempat yang sama, Penghuku Desa H.Aenudin mengatakan, kedepan para Qori dan Qori’ah agar dilakukan pembinaan rutin dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat Desa bisa melakukan pembinaan terpusat. Hal ini menurutnya adalah baik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sehingga nantinya para Qori dan Qori’ah yang berasal dari Desa Santong Mulia ini bisa berbicara banyak di tingkat yang lebih tinggi. “Saya berharap semua peserta dari TPQ yang ada di Desa Santong Mulia ini bisa dibina terpusat, sehingga apa yang kita inginkan kedepannya bisa tercapai,”harapnya.

Tampilan Peserta

Disebutkan, termasuk program-program seperti maghrib mengaji atau matikan tv dari jam 6 sampai jam 8 di setiap rumah juga bisa diterapkan. Apalagi nantinya ada Perdes Kewenangan Desa yang mengaturnya, sehingga program pembinaan keagamaan bisa berjalan sebagaimana mestinya. ” Saya mau nantinya sebelum azan maghrib anak-anak dan masyarakat sudah ramai berkumpul di masjid untuk menunaikan sholat, lalu di lanjutkan dengan mengaji Al-Qur’an,”asanya.

Selain itu, ia juga berharap tidak ada lagi anak-anak yang bermain pada jam-jam maghrib sampai lupa waktu sholat.”Ini juga peran orang tua sangat diperlukan dalam menjaga,mengarahkan dan membimbing anak-anak mereka agar sentiasa taat kepada aturan agama,”ingatnya.(eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye