31/03/2021

Pendua, (SK),— Ebin, begitu biasa di panggil, dikenal sebagai anak yang baik dan rajin membantu orang lain. Alumni Madrasah Aliyah Nurul Islam Kayangan ini juga dikenal sebagai anak yang rajin saat masih menjadi siswa di sekolah itu. Setelah pulang sekolah, dia juga rajin membantu keluarga dan kerabat di lingkungan tempat tinggalnya di dusun Pendua Lauk Desa Pendua.

Muzaebin

Ebin termasuk anak yang memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Hidup di lingkungan keluarga yang serba terbatas tidak membuatnya menyerah dan putus asa. Setelah tamat dari sekolahnya tahun 2019 yang lalu, ia sempat bercerita mau mencari peruntungan nasib dengan pergi merantau bekerja ke luar daerah. Namun nasib takdir berkata lain.

Tidak pernah terbayang olehnya akan mendapat musibah yang menimpa dirinya. Ebin mengalami kecelakaan jatuh dari pohon cengkeh dari jarak yang cukup tinggi saat membantu warga memanen cengkeh tahun 2019 yang lalu.

Kejadian yang menyebabkan ia mengalami masalah pada tulangnya, mulai dari tulang kaki hingga ke punggungnya. Ia tidak lagi bisa berjalan, sekedar duduk pun ia tidak mampu. Sejak saat itu ia memilih tinggal bersama ibu kandungnya di Dusun Oman Telaga Desa Sambik Bangkol sambil menjalani perawatan. Kini kondisinya sudah mulai membaik, ia sudah bisa duduk dan belajar jalan menggunakan bantuan tongkat.

Di sela-sela itulah, Ebin menemukan bakatnya. Selama menjalani masa perawatannya, Ebin mengisi waktunya dengan membuat kerajinan dari tempurung kelapa. Saat penulis berkunjung ke tempat tinggalnya, Ebin mengajak kami masuk ke dalam rumah untuk melihat beberapa kerajinan batok kelapa yang sudah dibuatnya. Beberapa di antaranya merupakan hiasan meja, sisanya merupakan lampu tidur hias.

Muzaebin, bersama Kepala Desa Pendua Abu Agus Salim

Kerajinan itu dibuat dengan tangannya sendiri dari sisa-sisa kelapa di kebun bapak tirinya. Dari pada dibuang, Ebin berinisiatif untuk membuat kerajinan untuk mengisi waktunya. Kerajinan itu awalnya hanya dipajang di dalam rumahnya. Lantaran karyanya itu diunggah di Facebook miliknya, Ebin mengaku beberapa orang temannya yang melihat memesan minta dibuatkan. Meski begitu, ia menganggap kerajinan itu sekedar untuk mengisi waktu luang dan masih dalam proses belajar.

Ia menceritakan, proses pembuatan kerajinan itu terbilang sederhana dengan alat seadanya, seperti pisau, gergaji, amplas, lem dan vernis. Ia juga berharap kerajinannya itu bisa menarik minat dan menerima pesanan berikutnya.(Agusbages)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye