26/11/2018

Talentafm LOMBOK TENGAH,SK – Jajaran Pemkab Lombok Tengah, senin 26/11/2018, ikuti  Musrenbang dalam rangka Penyusunan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2016-2021 yang digelar di D`Max Hotel Penujak Praya.

Wakil Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri,S.Ip saat pidato sambutan buka Musrenbang Perubahan RPJMD

Dalam sambutanya selaku panitia Musrenbang, Sekretaris BAPPEDA Lombok Tengah,  Lalu Mujiharta,M.Si,  keluaran berita acara musrenbang aka digunakan sebagai masukan perubahan RPJMD.

“ Sebelumnya telah dilaksankaan tahapan penyusunan musrenbang melalui sejumlah kegiatan dengan pihak kementerian dan pihak-pihak terkait lainya,”katanya.

Adapun pesertanya lanjut Lalu Mujiharta  yakni 150 orang yang terdiri dari berbagai  unsur dan steakholder tingkat kabupaten dan provinsi dengan  biaya dari APBD Lombok Tengah unit kerja BAPPEDA setempat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri,S.Ip dalam sambutanya saat membuka Musrenbang ini menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu berjalanya pembangunan.

Begitu juga kepada pihak  DPRD yang saat itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Ahmad Ziady,S.IP. Dimana di DPRD sering terjadi lika-liku dalam proses pembangunan, namun begitulah dinamikanya sehingga semua proses pembangunan berjalan dengan baik.

“Kami menyadari, dalam era pengabdian ini masih banyak aspirasi masyarakat dan keinginan masyarakat yang belum dipenuhi dengan baik.  Apalagi ditengah-tengah perubahan global yang dinamis dari tahun ketahun,”ungkap Wakil Bupati.

Wakil Bupati berharao hasil dari Musrenbang tersebut, bisa menjadi batu pijakan arah pembangunan Lombok Tengah tahun 2016 hingga tahun 2021 nanti.

Melihat situasi dan kondisi saat ini, Wakil Bupati menyampaikan, bahwa apapun yang terjadi di LomboK pasti ada hikmahnya. Akibat gempa mislanya,  terjadi sedikit pergeseran rejeki, namun tidak berarti semua harus berdoa ada gempa di Lombok.

“Kami diskusi dengan TNGR, sebanyak  10 ribu orang ke Rinjani dengan prolehan  PNPB  Rp.10 miliar.  Sekarang senaru sudah tidak boleh, kini bergeser ke Lombok tengah.  Saat ini banyak rumah penduduk sudah mulai jadi penginapan disana. Ini yang saya sebut pergeseran rejeki itu,”tandasnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati, saat masyarakat mengatakan, kosentrasi pembangunan selalu berada di selatan Lombok Tengah, kenyataanya tidak seperti itu. Yang terjadi menurutnya, potensi antara selatan dan utara berbeda sehingga pembangunan dilakukan dengan pengembangan yang berbeda.

“Semua kita pikirk dan kita lakukan secara bertahap dan pelan-pelan dengan kondisi APBD kita sebesar Rp.2 triliun lebih,”imbuh Wakil Bupati.

Pembangunan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu terkahir  ini lanjut Wakil Bupati, sudah sedikit baik.  Dan sedikit baik itu bukan semata mata hasil dari bupati dan wakil bupati, namun karena kerja keras semua pihak.

“Kedepan masih terdapat pekerjaan besar untuk mewujudkan Lombok Tengah yang beriman sejahtera dan bermutu atau bersatu ini. Antara lain pada aspek kesejahteraan dan aspek daya saing masyarakat,”katanya. (ding)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *