17/02/2021

Radio Talenta NTB, SK.NET – Ditengah persiapan menuju Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Lombok Tengah (Loteng), KONI dihembus isu tak sedap.

Plt.Ketua KONI Lombok Tengah, M.Samsul Qomar S.Sos pada rabu 17/2/2021 dalam siaran pers ke Radio Talenta Lombok menyampaikan, isu tak sedap itu berupa adanya dugaan pelanggaran AD/ART.

“Saya mendapat info, ada SK Cabor dari pengprov yang keluar tanpa adanya rekomendasi dari KONI Loteng. Tentu ini sudah menyalahi aturan yang ada, karena sesuai AD / ART, pengcab harus mendapatkan rekomendasi dari KONi Kabupaten atau Kota sebagai bahan pemohonan SK atau pengukuhan nantinya,”ungkapnya.

Malah yang lebih tragis lagi lanjut M.Samsul Qomar, diduga kuat ada cabor yang memalsukan tanda-tangan dirinya dalam rekomendasi ke Provinsi.

“Ini tentu masih kami timbang-timbang untuk sikap lebih jauh seperti apa nantinya dalam menyikapi persoalan tersebut,”imbuhnya.

Selebihnya lanjut MSQ nama paradoks mantan anggota DPRD Lombok Tengah 2 periode ini,  ada 3 cabor yang masa pengurusnya sudah habis. Bahkan ada yang sudah setahun, tetapi baru beberpaa waktu lalu terbuka ke KONI kalau masa berlaku SK-nya habis dan belum melaksanakan muscab.

“Sesuai aturan, jika lebih dari 6 bulan maka ada sanksi yang akan kita berikan. Seperti ada PSSI, Senam dan PBSI yang belum kita jelas, tapi senam sudah melakukan muscab internal 3 hari lalu dan sudah memohonkan rekomendasi ke KONI dan sudah kita tindak lanjuti,”paparnya.

“Sementara untuk PSSI dan PBSI kami menunggu sampai dengan hari sabtu mendatang,”imbuhnya.

Pihaknya lanjut MSQ, meminta kepada Pengprov masing-masing cabor untuk tidak mengindahkan pengcab yang memohonkan SK kepengurusan tanpa membawa rekomendasi dari KONI seperti yang diduga terjadi pada cabor Muathay yang belum dikeluarkan surat rekomendasinya.

“Yang sudah mengajukan itu Futsal, tapi pengurusnya gak mau datang ke kantor Koni. Kan aneh cabor kok gak mau ke rumah besarnya, padahal kita aktif pagi sampai sore,”ucapnya.

Namun demikian lanjut MSQ, makin dekatnya perhelatan Musorkab KONI Loteng ,situasi masih relatif landai dan belum ada riak-riak.

Proses verifikasi dan penjaringan bakal calon ketua umum koni terus dilakukan oleh tim penjaringan. Tim penjaringan sedang bekerja sampai tanggal 20 februari 2021 untuk menerima berkas calon pendaftaran.

“Tanggal 20 februai itu batas akhir penyerahan berkas pendaftaran sampai pukul 00.00 Wita,”tandas MSQ.

Dari 7 bakal calon yang mengambil Formulir, satu orang mengundurkan diri yakni Junaidi Atma yang dikuatkan dengn surat pengunduran diri dengan cap materai.

Dari laporan tim penjaringan yang akan bekerja sampai tgl 20 Februari, hingga saat ini belum ada yang mengembalikan berkas. Walau ada masa perbaikan sekitar 4 hari sesuai jadwal yang sudah dishare.

Tim penjaringan selanjutnya akan menyerahkan hasil penjaringan ke tim verifikasi yang akan di SK-kan pada tgl 20 februari nanti bersamaan dengan panitia Musorkab.

“Kita tunggu saja tanggal 20, baru kita siapkan SK tim verifikasi dan panitia Musorkabnya,sementara ini tim penjaringan sedang bekerja.Selebihnya mohon doa dan dukungan semua pihak agar kerja kerja keolahragaan kita bisa berjalan lancar dan tanpa kendala,”tutup MSQ.

Sementara itu, Ketua Koni NTB Andi Hadianto saat dikomfirmasi terkait isu tak sedap tersebut via phone celulernya oleh Radio Talenta Lombok hingga berita ini diturunkan,  belum bisa terhubung. Begitu juga saat dikomfirmasi via WA beliau, belum memberikan jawaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye