02/12/2018

Medan (Suara Komunitas.Net) – Sepanjang tahun 2018, Sumatera Utara mencatat angka inflasi yang relatif
terkendali serta rendah di bawah capaian inflasi nasional dan karenanya mendukung peningkatan daya beli
masyarakat. Namun di bulan Oktober 2018 terjadi peningkatan inflasi yang cukup tinggi 1,31% (mtm) mencapai
2,73% (yoy) atau 1,59% (ytd) bahkan tertinggi jika dibandingkan dengan 23 kota IHK lainnya di Sumut.
Prestasi inflasi yang rendah hingga triwulan ke-tiga tahun 2018 masih dibayangi potensi kenaikan harga pangan
strategis.


Secara historis inflasi di akhir tahun akan dibayangi beberapa risiko pada komoditas pangan tertentu khususnya
menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain karena faktor pasokan dan permintaan, kondisi curah hujan
dan gelombang laut yang tinggi akan menjadi problem yang mempengaruhi jalur distribusi.
Untuk mengawal capaian inflasi akhir tahun 2018 tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5 ± 1%, TPID Provinsi
Sumatera Utara mengadakan Rapat Koordinasi TPID Provinsi dengan seluruh TPID Kabupaten/Kota.
Pada Rakorprov TPID se Sumut, seluruh peserta rapat selain berdiskusi bersama TPID DKI Jakarta, dalam hal
ini diwakili Kepala Sekretariat Tim Pengendali Inflasi di Pemprov DKI Jakarta dan Kepala Perwakilan Bank
Indonesia DKI Jakarta, juga berkunjung ke 3 Perusahaan Daerah yang terkait pengendalian harga pangan di ibu
kota yaitu PD. Dharma Jaya (komoditas daging sapi dan ayam), PT. Food Station Tjipinang Jaya (komoditas
beras) dan PD. Pasar Jaya (komoditas bahan pangan holtikultura).(lubis)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye