31/12/2020

Dairi (Suara Komunitas.Net) – Dialog tematik keserasian sosial tahap kedua tahun 2020 kegiatan pembangunan balai desa beserta forum keserasian sosial Martabe dalam rangka Mari Membangun Kebersamaan, Keharmonisan dalam Masyarakat Sehat, aman damai dan sejahtera berlangsung di Aula Desa Lae Sering, Kecamatan Siempat Nempuh Hilir, Kab Dairi. Rabu (30/12).

Hadir dalam dialog tersebut Bupati Dairi DR.Eddy Keleng Ate Berutu, Anggota DPRD Kab Dairi Juangga Silaban, Kadis Sosial Kab Dairi Parulian Sihombing, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara M. Meliala, Camat Kecamatan Siempat Nempu Hilir Suwanto Sitakar, Danramil 03/Parongil diwakili Sertu Supriadi, Kapolsek Pardomuan diwakili Aiptu R.R.Purba, Kades Lae Sering Bentuk Manalu, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat dan ibu-ibu PKK Desa Lae Sering serta tamu undangan sekitar 40 orang.

Bupati Dairi dalam sambutannya menyampaikan ucapan Terimakasih kepada masyarakat Lae Sering yang mematuhi protokol kesehatan dan tetap menjalankan protokol kesehatan dan berharap dijadikan balai desa sebagai wadah untuk masyarakat
berkumpul, bermusyawarah dan kegiatan masyarakat lainnya untuk memupuk keharmonisan masyarakat.

Bupati Dairi DR.Eddy Keleng Ate Berutu juga mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri dalam menjalankan
tugas mendukung pemerintah Kabupaten Dairi menangani covid 19 di kabupaten Dairi.
Saya berpesan, kata Bupati, agar masyarakat manfaatkan apa yang sudah diberikan pemerintah kepada masyarakat dengan sebaik baiknya seperti Bibit jagung dll.

Sementara Perwakilan Dinas Provinsi Sumatera Utara menyampaikan perlu adanya pemahaman tentang bahayanya konflik sosial serta paham radikalisme yang saat ini sangat menggangu dan membuat kegaduhan di beberapa daerah.
Sedangkan Danramil 03/Parongil yang diwakili Babinsa Sertu Supriadi menyampaikan cara mencegah konflik sosial dan paham
Radikalisme di masyarakat apabila di suatu wilayah terjadi konflik sosial segera diselesaikan dengan cara rembuk desa jangan
sampai ditunda.
“Segera laporkan ke aparat keamanan pada kesempatan pertama, baik Koramil maupun Polsek, apabila ada warga/tamu tidak
dikenal terlibat paham radikalisme maka masyarakat segera laporkan ke aparat keamanan sehingga bisa segera diambil tindakan, Kepala Dusun dan Ketua RT/RK agar menyampaikan hal ini kepada warganya untuk lebih peduli lingkungan dan selesaikan persoalan dengan cara musyawarah,”pungkasnya.(Pewarta : Simaibang, Editor : Tohap P.Simamora)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye