14/02/2021

Tanjung, – Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Jika di perkotaan diterapkan work from home dan meliburkan para pelajar, masyarakat adat Wet Sesait di Gumi Paer Sesait-Kayangan menggelar ritual adat Merikean Gumi Paer, bertempat di Sumur Jiri Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Minggu (12/02).

Hadir dalam ritual tersebut, Pemusungan Sesait, Kepala Desa Kayangan, Kepala Desa Satong Mulia, para Kepala Dusun, penghulu, tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh adat dalam wet adat Sesait dan sejumlah undangan lainnya.

“Ritual Merikean Gumi Paer  atau tolak bala ini dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona,” ujar Edy Kartono.

Edy Kartono menjelaskan, melalui ritual tersebut pihaknya ingin meminta kepada Tuhan agar virus corona tertolak penyebarannya di wilayah Gumi Paer Sesait-Kayagan. Ritual tolak bala ini sendiri sering dilakukan jika ada wabah atau penyakit yang menyebar. “Memang sebelumnya, ritual serupa juga kita sudah pernah lakukan Kampu Sesait.

Ritual tolak bala yang dinamakan ‘Merikean Gumi Paer ‘ itu dilakukan dengan sejumlah perlengkapan adat, baik pakaian hingga makanan dan lain sebagainya. “Ini bentuk penghormatan kepada leluhur,” kata Ahmad Sugianto, Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Kepala Dusun Tukak Bendu.

Ahmad Sugianto mengatakan, ritual Merikean Gumi Paer ini dilakukan, bukan saja terfokus pada memutus penyebaran virus corona atau COVID-19, akan tetapi berbagai wabah yang setiap saat mengancam kesehatan dan keselamatan umat manusia.

Sementara itu, Pemusungan Sesait Susianto mengatakan, ritual ini merupakan kearifan lokal sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona dan wabah lainnya masuk di wilayah gumi paer  Sesait – Kayangan.

“Ini merupakan tradisi adat kita yang sudah dilakukan turun-temurun, dimana terjadi hal luar biasa maka dilakukan ritual Merikean Gumi Paer ini,”kataya.

Menurut Susianto, ritual tolak bala ini juga merupakan ikhtiar yang dilakukan. Ia mengatakan, ritual ini sendiri adalah wujud doa yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh nenek moyang. “Kita berdoa sesuai ajaran agama kita masing-masing. Ritual ini juga doa. Doa secara adat, supaya kita terhindar dari musibah dan dijauhkan dari musibah itu,” tuturnya.

Tokoh Adat Wet Sesait, Amaq Nupidin mengungkapkan, ritual adat ini secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat adat gumi paer setempat. Dilaksanakannya ritual adat ini adalah berdasarkan kesepakatan para tokoh adat dan pemangku kebijakan di wilayah gumi paer Sesait-Kayangan untuk mengadakan ritual adat Merikean Gumi Paer, untuk mencegah wabah Covid-19 di daerah ini.

“Karena ada wabah Covid-19 ini, jadi para tokoh adat sepakat untuk mengadakan ritual Merikean Gumi Paer ini. Karena memang, untuk mencegah wabah Covid-19, menurut keyakinan masyarakat adat Wet Sesait, ritual Merikean Gumi Paer inilah salah satu untuk mencegahya,” jelasnya. (eko)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye