19/03/2020

Kajen, Suara Komunitas. – Menanggapi berita tidak benar yang menyebar di sekitar masyarakat Kabupaten Pekalongan bahwa ada warga kabupaten Pekalongan yang positif Korona, Bupati Asip Kholbihi,  mengklarifikasi langsung tentang ketidak benaran berita tersebut. Bupati mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pekalongan sendiri sampai saat ini masih dibilang aman dari virus corona, karena belum ada warga Kabupaten Pekalongan yang positif terkena virus corona.Hanya saja memang, bupati mengatakan ada 36 orang warganya yang masuk dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pantauan ) .

‘’Sekali lagi saya sampaikan per hari ini alhamdulilah, jam 12.10 menit Kabupaten Pekalongan masih dalam kondisi aman , memang ada orang dalam pantauan sejumlah 36, karena mereka-mereka ini baru pulang dari luar negeri dan semuanya dalam keadaan sehat. sedangkan itu yang kemarin yang sempat dirawat di RSUD Kajen, alhamdulilah sampai hari ini sudah dinyatakan sehat , dan kemarin indikasinya bukan terkena virus Covid-19.” Ujar Asip, Selasa (17/03)

Asip menambahkan, ‘’untuk informasi di Rumah sakit Kraton saat ini ada 2 orang pasien yang diisolasi adalah warga Kabupaten Pemalang dan itu belum masih dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pengawasan). Jadi tahapanya kan Pertama orang dalam pantauan , orang dalam Pengawasan , dan suspek,” lanjutnya.

Adapun upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulagi menyebarnya virus corona, bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah bersiap diri melakukan langkah-langkah dan sudah memiliki rumah sakit rujukan regional penanganan covid-19 untuk daerah pantura.

“Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan selalu bekerjasama dengan seluruh jajaran vertikal TNI, POLRI, Forkopimda kemudian Legislatif dan tokoh tokoh masyarakat kita bersama sesuai hasil rapat kemarin hasilnya kami akan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan instruksi dan araahaan dari Presiden, protokol dari pak presiden,pak gubernur dan kita sendiri dengan kondisi kewilayahan kita.’’ Ujar Asip.

Kita tahu bahwa Kabupaten Pekalongan punya dua rumah sakit, lanjut Asip. Yang rumah sakit keraton adalah rumah sakit rujukan regional lini 1 ini nanti kita akan menjadi rujukan dari Kabupaten Pemalang,Kabupaten Batang,Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan sendiri. Oleh karena itu kesiapanya harus super ekstra dan ini tentu kita tidak main-main, bahkan kita menyiapkan intensif khusus bagi para tenaga kesehatan yang ada di depan, jelas bupati Asip.

Dan untuk ruang isolasi sendiri, di RSUD Kraton sampai saat ini dijelaskan oleh bupati Asip sudah penuh, dan apabila ada penambahan jumlah pasien, akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
‘’Untuk ruang isolasi sendiri di Kraton sudah merupakan standar nasional tersendiri dari kemenkes , karena dulu kita mendapat bantuan ruang isolasi itu untuk pencegahan flu burung jadi kebetulan kita pake untuk ini dan sementara ruang isolasi penuh di RSUD Kraton, dan jika ada lagi penambahan pasien yang perlu diisolasi nanti akan kita koordinasikan lagi dengan pemerintah provinsi.’’ Jelas bupati.

Selain itu, sebagai bentuk langkah cepat dalam menanggulangi penyebaran virus corona , bupati mengungkapkan bahwa mulai hari ini sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat tertentu, seperti tempat ibadah, dan juga akan dianggarkan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri ( APD ). ‘’ Jadi mulai hari ini di tempat-tempat tertentu kita sudah lakukan penyemprotan disinveksi untuk mencegah itu .’’ tutur Asip.

‘’ Adapun untuk APD lagi kita hitung yang membutuhkan sekitar 2.5 milyar dan ini skemanya sedang kita siapkan, apakah dengan menswitch kegiatan-kegiatan yang sudah kita anggarkan di penetapan atau kita melalui anggaran petunjuk dari bapak presiden melalui kmendagri juga membolehkan hal seperti itu karena ini keadaan darurat.’’ Ungkap bupati. (Humas Pemkab Pekalongan)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye