13/09/2018

Simalungun (Suara Komunitas.Net) – Akibat ulah oknum pengusaha pembudidaya ikan yang terus-menerus menambah kolam Kerambah Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba, tepatnya di Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun, akhirnya Asosiasi DEARMA yang beranggotakan petani budidaya ikan memasang spanduk peringatan agar tidak ada lagi penambahan kolam KJA.


Spanduk peringatan itu dipasang di sejumlah titik di Kelurahan Haranggaol Kamis (13/9) yang isinya terdiri dari 3 point,
yakni : 1. Oknum Pengusaha melanggar kesepakatan tahun 2016 Moratorium KJA, 2.Sehingga harga jual ikan semakim
anjlok dan 3. Masyarakat KJA Haranggaol Siap Melawan Oknum Pengusaha KJA.
Rikson Saragih, Kabid Pertanian dan Lingkungan Hidup Asosiasi DEARMA saat berada di area pemasangan spanduk
mengatakan, pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk peringatan awal bagi oknum-oknum pengusaha
yang terus menerus menambah jumlah kolam KJA-nya.
Menurutnya, pemasangan spanduk ini merupakan upaya yang terakhir dilakukan Asosiasi DEARMA setelah mendengar
berbagai keluhan dari anggotanya sesama pembudidaya ikan Nila.
“Secara lisan dan tertulis melalui secarik kertas sudah disampaikan Asosiasi namun tidak diindahkan,”katanya sembari
menyesali tingkah polah oknum pengusaha KJA yang kurang perduli kepada petani pembudidaya gurem itu.(sk-soe)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *