19/10/2018

Talentafm LOMBOK TENGAH,SK – Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bandara Internasional Lombok (AmpBIL), Hamzanwadi sayangkan sikap Pemerintah Provinsi NTB yang masih menyebut Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan nama Bandara Internasional Zanuddin Abdul Majid  (ZAM).

Ketua AmpBIL, Hamzanwadi

Kepada sejumlah wartawan pada Jumat 19/10/2018 lebih lanjut Hamzanwadi menyatakan, semestinya pihak provinsi  tidak tepat menyebut BIL sebagai ZAM karena Surat Keputusan  (SK) Menteri Perhubungan yang sebelumnya menetapkan nama BIL menjadi ZAM telah dicabut.

“Setelah ada protes dari sejumlah element masyarakat di Lombok Tengah, maka persoalan pergantian nama BIL itu dikembalikan kepada pihak Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah yang ketempatan sebagai lokasi Bandara itu,”katanya.

Hingga saat ini ungkap Hamzanwadi, antara Pemkab dan Pemrov serta pihak terkait lainya belum melakukan musyawarah terkait dengan persoalan nama bandara tersebut. Maka dengan demikian, bandara itu saat ini mestinya masih tetap disebut dengan nama BIL atau Lombok Internasional Airpot (LIA) dalam bahasa inggris.

“Kami tidak mempermasalahkan apapun nama bandara itu, tetapi mari kita duduk bersama dulu sesuai aturan yang ada, seperti melibatkan DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan juga Pemkab Lombok Tengah serta element masyarakat lainya untuk memusyawarahkan perubahan nama BIL ini,”imbuhnya.

Untuk itu, sikap pemprov NTB yang menyebut nama BIL dengan ZAM dalam sejumlah kesempatan dinilai sebagai tindakan yang provokatif oleh Hamzanwadi. Dalam sejumlah pemberitaan di televisi nasional, surat menyurat dan juga dalam Fanspage Media Sosial (Medsos) Pemprov NTB nama BIL selalu disebut dengan nama ZAM.

“Kalau hal itu terus menerus dilakukan pemprov NTB, kami takut nanti akan memicu masyarakat menyelesaikan persoalan itu dengan caranya sendiri. Kalau sudah terjadi seperti itu, siapa yang akan bertanggung jawab. Maka kami minta Pemprov dalam hal ini melalui Dinas Perhubungan dan juga Biro Humas untuk berhenti menyebut BIL dengan nama ZAM,”tukasnya.

Menanggapi pernyataan Ketua AmpBIL tersebut, Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB,  H Irnadi Kusuma mengakui kalau Tim Humas Pemprov memang menggunakan nama ZAM dalam menyebut nama Bandara Internasional Lombok dalam beberapa rilisnya, itu dilakukan setelah ada petunjuk dari Dinas terkait.

“Jadi untuk lebih jelas teknisnya, kiranya bisa komfirmasi langsung ke Pak Kadishub Prov NTB,”pinta Karo Humas dan Protokol Setda NTB ini singkat saat dikomfirmasi Talentafm  via WA-nya. (ding)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *