11/10/2018

Deli Serdang (Suara Komunitas.Net) – Masyarakat Desa Sidodadi Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang bebarapa bulan terakhir resah karena banyak bermunculan usaha berkedok Panti Pijat dan Lulur yang di buka para pendatang yang tidak jelas setatusnya.


Munculnya usaha Panti Pijat dan Lulur ini menjadi pergunjingan masyarakat karena pemilik usahanya tidak mereka kenal serta para wanita pekerja pijatnya juga pendatang.
Selama ini di Desa Sidodadi ada tukang pijat kampung yang membuka prakteknya cukup di kenal masyarakat. Dan apabila
masyarakat hendak kusuk atau terkilir bisa datang kerumah atau di panggil yang keahlianyan dalam pengobatannya sudah diakui.
Sementara panti pijat yang tumbuh di sepanjang jalan Pasar 8 menuju Desa Ajibaho dengan pemijat wanita-wanita yang berpakaian seksi memanggil manggil orang yang melintas.
“Kaum Ibu –ibu di dusun empat Desa Sidodadi banyak yang membicarakan munculnya panti Pijat dan Lulur ini. Karena banyak lelaki hidung belang yang tidak di kenal keluar masuk panti pijat dan tidak menghiraukan masyarakat di sekitar,” kata seorang ibu yang khawatir suaminya bisa tergoda dengan wanita yang di panti pijat tersebut.
Masyarakat hingga saat ini menunggu kebijakan pemerintahan Desa Sidodadi serta Dinas Pariwisata Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan tindakan terhadap usaha yang tidak memiliki izin tersebut.
Kepala Desa Sidodadi Rusli mengatakan semua usaha panti pijat di dusun empat belum mendapat izin dari kepala Desa. (sukarjo)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *