31/07/2017

Lombok Timur, SK – Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tahun 2014, tentang pelaksana UU Nomor 6 tahun 2014, tentang Desa, dan juga Permendagri Nomor 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembangunan Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transimigrasi, melalui fasilitator kabupaten (faskab), bersinergi dengan Unit Pelayanan Kecamatan, Generasi Sehat Cerdas (UPK-GSC), menggelar sosialisasi Pelayanan Sosial Dasar (PSD) dan pelatihan Pengkajian Keadaan Desa (PKD). Kegiatan berlangsung di kantor Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Pelatihan ini berlangsung selama 4 hari, dimulai sejak 24 – 27 Juli 2017, yang didukung oleh Kemendes dan diikuti puluhan peserta mewakili lembaga desanya masing-masing. Empat desa tersebut di antaranya, Desa Sambelia, Senanggalih, Labuhan Pandan dan juga Padak Goar. Dari Sebelas desa di Kecamatan Sambelia, lima desa lainnya telah lebih dulu menggelar kegiatan yang sama.

Pelatihan PKD ini konsentrasi pada 3 masalah mendasar yakni, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. Demikian disampaikan sekertaris GSC Kecamatan Sambelia, Maulana Masrin.

"Melalui program ini, kita ingin menyentuh langsung pada permasalahan di masyarakat. Kita berharap agar kerjasama ini ditindaklanjuti oleh pemerintah desa. Dan ini juga menjadi laporan program pokja GSC kepada pemerintah," jelas Masrin.

Lebih jauh, ketua UPK-GSC Sambelia, Herman, menambahkan, dengan adanya pelatihan semacam ini, rencana pembangunan pemerintah desa 5 tahun ke depan dapat terealisasi. Aspek pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat tidak luput dari perhatian pemerintah. Potensi desa seperti SDA, SDM, SDP dan SDSB, bisa dijadikan acuan dalam menyusun RPJMDes.

"Kami juga lakukan observasi dengan terjun langsung ke masyarakat, menggali aspirasi dari toma, toga serta tokoh perempuan di setiap desa," ungkap Herman.

Dengan cara ini, menurut Herman, mereka bisa meningkatkan kapasitas dan kesadaran sosial masyarakat. "Output dari proses itu yang terpenting," tambahnya.

Sebelumnya, koordinator program sekaligus fasilitator pelatihan, Taufiqurrahman menjelaskan, teknis peserta dalam melakukan PKD katanya, dimulai dari menulis sketsa desa.

Proses penggalian masalah, potensi dan mengumpulkan database desa, lanjutnya, sangat dibutuhkan, agar mudah mengetahui keadaan obyektif masyarakat. Informasi terkait potensi desa, gambaran secara jelas dan lengkap kondisi serta dinamika masyarakat desa.

"Setelah pelatihan ini, saya minta kepada semua kepala dusun, mengumpulkan warga untuk musyawarah dusun, dan itu akan kami fasilitasi," lanjutnya."Hasil musdus itu nanti dibuatkan berita acara dan diserahkan pada koordinator GSC kecamatan," jelas Taufiqurrahman di depan peserta.

Di akhir pelatihan,Taufiqurrahman menjelaskan bahwa, profil desa itu merupakan hal yang penting untuk diketahui para peserta, terlebih lagi pemerintah desa. Dengan adanya profil desa maka, peserta dapat dengan mudah memahami tujuan, tahapan dan urgensi PKD dalam Perencanaan Pembangunan Desa (PPD). (Fikri MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye