30/01/2019

Medan (Suara Komunitas.Net) – Ahli Fengshui di Sumatera Utara Tan Ruddy Effendi menyebutkan tahun 2019 bukan sebagai tahun Politik, tapi merupakan tahun pembelajaran demokrasi. Karena jika dibilang tahun politik kesannya seram, seolah-olah mau perang.


“Kita tidak mau Indonesia seperti mau perang di tahun 2019. Kan lebih baik damai dan belajar bersama dengan penuh kedewasaan setelah melewati beberapa Pemilu puluhan tahun lalu,” kata Tan Ruddy Effendi yang akrab disapa Afen di Medan baru-baru ini.
Menurutnya, Pemilu tahun 2019 memang sangat menarik. Karena pada 17 April 2019 akan digelar serentak dua agenda besar, yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu legislatif (Pileg).
Afen mengakui, perhatian masyarakat tampaknya lebih dominan pada Pilpres katimbang Pileg. Itu boleh jadi karena pertarungan dua Capres pada Pemilu 2019 ini merupakan pertaruhan ulangan dari Pilpres tahun 2014 lalu.
Sejauh mana kans dua Capres dan Cawapres, Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiago, Afen tidak dapat memprediksinya. Karena yang namanya politik itu sifatnya dinamis dan sulit ditebak.
“Yang memegang peranan semuanya adalah rakyat. Jadi segala sesuatu yang tidak mungkin bisa terjadi. Contohnya, lihat saja negara tetangga Malaysia, siapa sangka jika Mantan Perdana Menteri, H.Mahathir bisa Berjaya kembali pada pesta demokrasi negara tersebut beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Jadi, lanjut Afen, kita tidak boleh berlebihan serta sombong dengan mengecilkan pesaing kita dan menganggap kita sudah besar. Karena semuanya tergantung kepada rakyat pemilih.
Bagaimana dengan Pileg 2019, Afen hanya menyatakan bahwa caleg yang dari jauh sebelumnya sudah dekat dengan rakyat diperkirakan bisa merebut suara yang signifikan. Karena rakyat saat ini sudah semakin cerdas,” pungkas Afen. (okta)

Editor : Tohap P.Simamora

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye