13/07/2018

Sumber foto: Tripadvisor

Lombok Timur, SK – Jerowaru adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyimpan pesona wisata yang sangat membanggakan sebagai potensi yang harus dikembangkan.

Pesona wisata yang dimaksud diantaranya,pantai Kura-kura, Sungkun, Cemara, Kaliantan, Gili Sunut, Tanjung Ringgit, Pantai Pink, Beloam dan masih banyak lagi. Kesemua itu berada dikawasan Selatan, Lombok Timur. Kawasan itu merupakan tempat yang mengagumkan bagi siapa saja yang ingin berkunjung.

Namun yang seringkali menjadi permasalahan warga yang tinggal di kawasan Selatan ini adalah kurangnya pasokan air bersih. Hal ini sudah menjadi permasalahan klasik bagi warga sekitar.

Pemerintah daerah (pemda) Lombok Timur sudah berupaya memberikan bantuan beberapa truk air bersih namun, tetap saja tidak mampu membantu hajat hidup orang banyak apalagi warga yang tinggal di kawasan tersebut rata-rata hidup dibawah garis kemiskinan.

Sektor pariwisata yang masih belum mampu dikelola pemda bisa menambah angka pengangguran setiap tahunnya. Melihat kondisi seperti ini hendaknya pemerintah mengambil sikap cara menanggulangi angka pengangguran dan kemiskinan tersebut.

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan akan sangat berdampak pada lingkungan sehingga, masyarakat banyak mengambil jalan pintas dengan melakukan aksi pencurian sepeda motor (curanmor). Aksi tersebut tentu akan menambah keresahan masyarakat sekitar. Agar aksi ini tidak berkelanjutan maka, pemerintah harus segera mengambil sikap.

Pemerintah tidak bisa hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi pemerintah juga harus bisa memanfaatkan sektor wisata untuk dikelola oleh masyarakat sekitar. Dengan sedikit sentuhan dari pemerintah maka akan membuat penduduk secara tidak langsung ikut berkontribusi melakukan pembenahan memberantas kemiskinan dan juga pengangguran. Pola pikir masyarakat akan jauh lebih maju jika didukung juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, keterampilan mengembangkan usaha dan lain sebagainya.

Ketidakpercayaan pemerintah terhadap masyarakatnya dalam mengelola potensi desanya bisa menyumbang angka pengangguran dan kemiskinan. Dengan demikian masyarakat terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya untuk mencari kehidupan yang jauh lebih baik.

Tidak jarang masyarakat memilih menjadi TKI/TKW karena itu satu-satunya pilihan. Padahal jika kita melihat Sumber Daya Alam (SDA) yang begitu kaya, seharusnya pemerintah punya opsi-opsi lain agar masyarakat dapat menikmati pekerjaan di daerahnya sendiri.

Penomena ini bukan hanya terjadi di kecamatan Jerowaru namun kecamatan lain seperti Pringgabaya, Sambelia dan kecamatan lainnya juga banyak ditemukan.

Tidak konsistennya pemerintah dalam memberantas angka pengangguran dan kemiskinan mendorong masyarakat mengambil langkah instant seperti pergi keluar negeri meskipun mereka tidak punya skil untuk bekerja di luar negeri.

Sementara beberapa kasus di bagian Selatan Lotim, seperti dijumpai penjualan lahan ke investor asing karena berbagai kebutuhan akibatnya, setelah masyarakat menjual lahannya akhirnya masyarakat menjadi pengangguran. Uang hasil menjual lahannya itu digunakan untuk bayar hutang.

Begitupula apabila investor tersebut membangun usaha bisnisnya di tanah yang dijual masyarakat kepadanya, kemudian apabila warga ingin bekerja di perusahaannya berbagai macam syarat yang harus dipenuhi.

Dengan bermacam syarat lamaran tentu tidak bisa terpenuhi akhirnya akan berdampak pada keamanan. Rasa kecewa dari pelamar tidak menutup kemungkinan akan mengganggu rasa nyaman dan keamanan yang ditimbulkan oleh rasa iri.

Justru disinilah peran pemerintah agar memberikan advokasi dan edukasi supaya masyarakat tidak gampang menjual lahannya untuk kepentingan pemilik modal jika akhirnya masyarakatlah yang merasakan kerugian. Meskipun lahan yang dijual itu milik pribadi sekalipun apalagi itu bagian dari lahan adat.

Pemerintah harus bisa memilih investor atau membuat kebijakan agar masyarakatnya tidak dirugikan. Dalam hal ini perlu menjalankan sistem simbiosis mutualisme.

 

Penulis: Hasan Gauk

Editor  : Fikri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye