18/08/2018

Langkat (Suara Komunitas.Net) – Sejak ditemukannya sumur minyak tahun 1880 oleh Aeilko Jans Zijker di Telaga Said menjadi cikal bakal ditemukannya sejumlah sumur minyak lainnya di wilayah Kabupaten Langkat.


Demikian terungkap dalam obrolan santai yang dilaksanakan di Warung Kopi Agent Jalan Lintas Medan-Tanjung Pura Jumat (17/08) malam, yang dihadiri sejumlah tokoh pemuda dan komunitas Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.
Pada zaman orde baru, ekonomi masyarakat Pangkalan Brandan khususnya dan kabupaten Langkat umumnya memasuki era keemasan. Sejumlah pekerja dan kontraktor dari luar daerah pun berdatangan ke Pangkalan Brandan untuk mengerjakan proyek-proyek dari Pertamina.
Namun masa keemasan itu hanya berlangsung hingga awal tahun 1990-an karena sejumlah sumur minyak sudah kering. Karena produksi minyak semakin kecil, akhirnya Pertamina secara perlahan-lahan menutup kegiatan UP Minyak di kawasan Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu.
“Sejak itu, masyarakat Pangkalan Brandan mulai merasakan roda perekonomian berjalan lambat, lapangan pekerjaan pun terus berkurang dan nyaris Kota Pangkalan Brandan menjadi kota mati,”kata salah seorang tokoh pemuda yang ikut dalam obrolan santai yang dikemas dalam Warung Aspirasi itu.(wak labu)

Editor : Tohap P.Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye