11/05/2017

TALENTA FM, SK – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Mataram, kamis (11/5) 2017, gelar Lingkar Study untuk pemuda di Lombok Tengah. Kegiatan digelar di Sekretariat NW Praya Lombok Tengah dan diikuti 30 orang pemuda dari Kota Praya dan Mantang Batukliang.

Salah seorang panitia dari LBH APIK, Ida Made Kartana menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aliansi Kerukunan Antar Pemuda Lintas Agama (AKAPELA) sebuah organisasi bentukan dan binaan dari LBH APIK sendiri. Dimana AKAPELA merupakan organisasi yang memperhatikan Anak dan Perempuan namun yang kebih jadi korban akibat terjadinya perbedaan Suku , Ras dan Agama.

Dijelaskan, keberadaan perempuan dan anak saat ini, ditengah semakin sensitif-nya isu soal suku, ras dan agama, membuat anak dan perempuan rentan menjadi korban komflik yang terjadi akibat isu tentang perbedaan agama dan suku tersebut.”Contahnya, berapa banyak perempuan jadi korban akibat terjadinya pernihakan bed agama, kasta dan suku. Itulah domain dari AKAPELA ini,”katanya.

Dengan digelarnya kegiatan Lingkar Belajar, diharapkan bisa mendapatkan komitment dari para pemuda dan pemudi yang ada di Lombok Tengah, untuk selalu menjaga perdamaian, kesatuan dan persatuan ditengah-tengah perbedaan yang ada disekitar lingkungan mereka. Pemuda senantiasa terus menjadi yang terdepan menjaga toleransi antar agama dan suku yang ada.

Kegiatan itu imbuh Ida Made kartana, berkat kerjasama antara LBH APIK Mataram, AKAPELA dan sebuah LSM dijakarta yakni Oxfam sebuah lembaga yang peduli dengan isu-isu keberagaman dan bagaimana menjaga keberagaman itu tetap ada di Indonesia. “Untuk di Lombok sendiri kegiatan ini digelar di KLU, Lombok Barat , Lombok Timur dan Lombok Tengah. Untuk di Lombok Tengah digelar saat ini disini,”jelasnya.

Diikuti oleh sekitar 30-han pemuda dari sejumlah kelurahan yang ada di Kota Praya dan perwakilan dari Mantang Batukliang yang merupakan pemuda dan pemudi yang telah terpilih sebagai peserta aktif pada kegiatan tersebut. Latar belakang suku dan agama para pemuda dan pemudi ini berbeda-beda agar sesuai dengan tema kegaiatan yang menjadi materi pembelajaranya.

Teknik pembelajaran yang diterapkan pada kegiatan Lingkar Belajar itu, selaian penyampaian oleh narasumber yang ahli dibidangnya, juga dengan melakukan bedah kasus soal terjadinya komflik akibat terjadinya peberdaan-perbedaan yang ada ditengah-tengah masyarakat.”Para peserta diajak untuk mengetahui akibat dan solusi penyelesaian komflik bila terjadi diantara mereka, bagaimana sebaiknya mengambil sikap dan lainya,”pungkasnya. (ding)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye