404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Assyiiknya Jadi Hakim, Saat Nabrak... Terus Minta Damai, Langsung Diiyakan Polisi - SUARA KOMUNITAS
19/08/2018

Talentafm LOMBOK TENGAH,SK – Assyiiknya Jadi Hakim, Saat Nabrak… Terus Minta Damai, Langsung Diiyakan Polisi.  Karena kalau warga biasa yang minta damai, jangan harap diiyakan Polisi, harus proses hukum walau sudah damai, karena damai hanya ringankan hukuman. Begitulah yang terjadi pada Jumat Pagi (17/8) 2018 di perempatan depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Praya Lombok Tengah.

Seorang pegawai PN Praya yang diduga kuat seorang hakim, saat mengendarai Mobil Honda Brio Warna merah dengan Nopol L.1701 YH, menabrak kendaraan Carry Open Cup Nopol DR 9406 AJ yang dikendarai Hardi 40 tahun Warga Dusun Lingkung Daye Desa Puyung Kecamatan Jonggat, hingga Bak Kendaraan Carry Open Cup-nya penyok dan hampir seluruh muatanya berupa Tahu yang hendak ia jual kepasar rusak berserakan ke jalan.

Hardi memandang Tahu-Tahunya yang rusak setelah kendaranya ditabrak

Hardi menuturkan, dirinya pagi itu seperti biasanya berangkat dari rumahnya di Dusun Lingkung Daye Pyung hendak menjual  Tahu-Tahunya ke Pasar Karang Belayak Praya. Setibanya diperempatan depan pintu Gerbang Pengadilan Negeri Praya, tiba-tiba kendaraanya terasa terkena benturan yang sangat keras dari arah samping kiri.”Sampai mobil yang saya setir sendiri ini berubah arah delapan puluh derajat kea rah kiri jalan,”ungkapnya.

Beruntung ia sigap dan berpegangan erat pada stang setir kendaraanya sehingga ia tidak terpental dan sama sekali tidak mengalami luka. Beberapa saat setelah benturan itu, ia keluar dari kendaranya dan baru meneyadari kali kendaraan yang setiap pagi digunakan untuk mengangkut Tahu itu diduga ditabrak dari samping kiri oleh sebuah kendaran minibus warna merah tersebut.”Saya tidak tahu bagaimana kronologi persinya pak dan darimana kendaraan ini datang,”imbuh Hardi.

Ditanya Reporter Talenta FM mengenai berapa kerugianya akibat tabrakan itu, hari mengtakan kalau total harga tahu yang hendak dijualnya itu Rp.800.000. Belum lagi perbaikan kerusakan Bak Mobil Carry-nya yang penyok cukup dalam akibat benturan keras tersebut.  Ia tidak bisa memperkirakan berapa biaya perbaikan keruskan tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah orang yang merupakan pegawai kantor yang ada disekitar lokasi berhamburan keluar. Rupanya suara dentuman yang cukup keras membuat orang-orang sekitar lokasi kejadian kaget dan berhamburan menuju sumber suara dentuman.

Pantauan Talenta FM di Tempat Kejadian Perkara atau TKP, dua orang petugas Kepolisian dari Mapolres Lombok Tengah, juga tampak sudah ada di lokasi dan melakukan olah TKP. Namun saat upacara bendera di Kantor PN selesai, seorang staf PN Praya tampak terlihat mengobrol dengan salah seorang anggota polisi, selang beberapa menit kemudian kedua Polisi itupun berlalu dari TKP. Dan adapaun korban tabrakan yakni Hardi oleh staf PN Praya itu diminta untuk masuk ke Kantor PN Praya.

Selang sekitar 15 menit kemudian, Hardi tampak keluar dari Kantor PN dan kembali ke tempat dimana ia parkirkan kendaraanya dan mengatakan kepada Talenta FM kalau pegawai PN yang menabraknya itu telah minta damai.”Dia sudah mengganti rugi harga tahu saya saja pak, kalau keruskan mobil saya tadi ndak dihitung,”katanya.

Ditempat terpisah disekitar lokasi kejadian, salah seorang warga, Kurniadi 45 tahun warga Praya yang saat itu kebetulan persis berada  di lokasi kejadian menuturkan, kalau kedua kendaraan itu tidak berjalan begitu mengebut. Namun  entah apa sebabnya, tiba-tiba mobil Brio Merah yang datang dari arah utara begitu saja menubruk  bagian samping kiri Bak Mobil Carry open Cup tersebut. “Itu sebanya Carry itu penyok dibagian  Bak samping kirinya dan Bumper Mobil Brio juga hancur,”jelasnya.

Kurniadi bersyukur karena kedua pengendara tampaknya baik-baik saja dan langsung bisa mengendarai kendaraanya masing-masing. Pengendara Mobil Brio Merah seorang ibu dengan seragam Pegawai Pegawai Pengadilan Negeri Praya dengan berjalan kaki langsung masuk ke Kantor Pengadilan negeri tersebut.”Tampaknya pengendara Mobil Merah itu seorang Hakim,”ucapnya.

Adapun tahu-tahu yang berserakan dijalan depan Gerbang Kantor Pengadilan Negeri Praya itupun, dibersihkan oleh salah seorang staf Pengadilan Negeri Praya ke pinggir jalan.

Sementara itu, pengendara Mobil Brio Merah yang diduga salah seorang Hakim di Pengadilan Negeri Praya saat hendak dikomfirmasi,  tidak bersedia memberikan keterangan terkait dengan peristiwa tersebut. Salah seorang staf yang tidak bersedia disebut namanya menyampaikan, kalau kasus tabrakan tersebut sudah menempuh jalur damai.”Semua kerugian akibat peristiwa itu sudah diganti kepada pemilik Mobil Carry,”katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Lombok Tengah, saat akan dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut ke kantornya,  sedang tidak ada di ruang kerjanya. Seorang petugas kepolisian yang tidak masu disebutkan namanya mengatakan kalau Kasat, sedang berada diluar kantor. (ding)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye