07/06/2017

Medan (SuaraKomunitas.Net)-Sikap Bupati Simalungun JR Saragih tidak merespon permohonan jadi nara sumber "Bedah Sumut tentang pengalihan SMA/SMK ke provinsi" yang disampaikan Komunitas Aksi Jurnalis Independen (KAJI) Unit DPRD Sumut pada Jum’at lalu dinilai tidak mencerminkan pimpinan yang baik, apalagi dia akan maju jadi Bakal Calon (Balon) Gubsu tahun 2018.

“Sangat disayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Padahal topik yang dibicarakan terbilang hangat, menyangkut resahnya 9.000 lebih guru honor yang sudah lima bulan tidak menerima gaji di kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Simalungun,” ucap Pembina KAJI Unit DPRD Sumatera Utara, H.Syamsul Qodri Marpaung, Lc.
Syamsul Qodri Marpaung, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebutkan, kalaupun JR Saragih menolak atau tidak bisa menjadi nara sumber dan menghadiri Bedah Sumut yang digelar, yah dijawablah baik melalui surat atau Ponsel Panitia sesuai aturan berlaku.
“Wajar bila pengurus KAJI Unit DPRD Sumut kesal dan kecewa dibuat Bupati Simalungun JR Saragih,”ujar Syamsul Qodri Marpaung yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut.(lubis)

Editor : Tohap P. Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye