404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Zero Waste Dinilai Tak Berdampak di Kota Mataram - SUARA KOMUNITAS
11/02/2021

Radio Talenta NTB – Program NTB Zero Waste dinilai kurang disosialisasikan ke masyarakat. Meski sudah dua tahun di canangkan, program ini dirasakan hanya sebatas jargon semata.

Di Kota Mataram, program Zero Waste tak cukup membantu masalah penanganan sampah. Kurangnya koordinasi dan sinergitas Provinsi dengan Pemkot Mataram juga membuat program ini terkesan Top Down, Provinsi main sorangan.

“Yang jelas sampai sekarang, program Zero Waste dari Provinsi itu hanya sebatas gagasan. Di Mataram hampir tidak ada dampaknya,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Ir I Nengah Sugiartha, Kamis (11/2) di Mataram.

Menurut Ical, sapaan akrabnya, hingga saat ini masalah pengelolaan sampah di Kota Mataram masih masalah klasik, kekurangan anggaran. Hal ini menyebabkan kemampuan mengangkut sampah selalu lebih rendah dari jumlah produksi sampah di Kota ini.

“Armada kita kurang. Kalau pun cukup, biaya operasional kita kurang. Kita kekurangaan anggaran kendalanya. Idealnya Pemprov bisa support, jangan hanya sebatas rapat-rapat,” ujar Ical.

Ical menekankan seharusnya Pemerintah Provinsi NTB melakukan koordinasi dan terus bersinergi dengan program di Kabupaten dan Kota terkait pengelolaan sampah untuk program Zero Waste.

Koordinasi dan sinergitas, papar dia, tidak hanya sekadar seremoni dan wacana semata. Tetapi harus konkrit sampai ke pembagian peran, fungsi,dan tugas. Apa saja yang dilakukan Pemprov dan apa saja yang harus dilakukan Pemda Kabupaten/Kota.

“Harusnya Pemprov tanya dong, apa kebutuhan Pemda Kabupaten dan Kota dalam program penanganan sampah ini. Kekurangan dan kebutuhan di daerah inilah yang harus disupport,” tegasnya.

Ical mengatakan, seandainya program Zero Waste maksimal dilakukan, tentu sudah bisa dilihat hasilnya. Misalnya ada penambahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), dan juga ada penurunan angka sampah yang menumpuk langaran tak terangkut.

“Faktanya kan sama saja. Ada Zero Waste atau tidak, penanganan sampah di Kota Mataram masih sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Di lapangan, banyak masyarakat yang tidak tahu dan asing dengan program Zero Waste. Bahkan di tataran Pemerintah Kelurahan.

Kasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Cakra Utara, Lalu Halit Wahyu Jati mengatakan, selama ini tidak pernah ada sosialisasi program Zero Waste di Kelurahan Cakra Utara.

“Jangankan bantuan Sarpras, sosialisasi pun tidak pernah ada. Program Zero Waste tidak berdampak. Masalah sampah, ya kami selesaikan sendiri dengan sumber daya yang terbatas,” tukas Halit.

Halit menilai program Zero Waste hanya menjadi program sebatas jargon. Hanya berwacana tanpa aksi yang nyata.

“Maunya kita kalau Zero Waste benar dikembangkan harus ada komunikasi dengan Pemkot bahkan dengan Kelurahan. Program ini harus lebih dulu memetakan masalahnya, baru kemudian solusi bisa dikolaborasikan dengan program,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye