404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Sambut Maulid Nabi Muhammad, PHBI Masjid Baiturrahman Sambelia Bagikan Santunan - SUARA KOMUNITAS
05/01/2017

Lombok Timur, SK – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan maulid Nabi Muhammad Saw, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Baiturrahman membagikan santunan kepada sejumlah anak yatim dan lanjut usia (lansia). Pembagian santunan berlangsung di Masjid Baiturrahman Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (24/12).

Sebanyak Rp 3.380.000 dana santunan berhasil dikumpulkan panitia dari para dermawan dan masyarakat setempat. Sementara anak yatim yang tinggal di Dasan Tinggi, yang berhak menerima santunan berjumlah 21 orang, masing-masing mendapat Rp 100 ribu. Sedang lansia sebanyak 20 orang mendapatkan santunan Rp 20 ribu per orang.

Santunan ini diberikan secara simbolik oleh Camat Sambelia, Bukhari, kepada tiga orang perwakilan anak yatim dan satu orang perwakilan lansia. Karena, tidak semua penerima dapat menghadiri perayaan maulid Nabi Muhammad Saw tersebut sehingga panitia harus mengantarkan mereka ke rumahnya masing-masing.

Pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia ini, memang sudah sudah menjadi kewajiban masyarakat, dan dijadikan prioritas utama setiap kali menjelang perayaan hari besar Islam. Karena, anak yatim merupakan tanggungjawab kita bersama. Menyiakan anak yatim sama artinya menyiakan amanat Allah. Oleh sebab itu, PHBI Masjid Baiturrahman Dasan Tinggi, terus berupaya memenuhi hak mereka.

Di samping membagikan santunan, PHBI juga mengadakan khitanan massal terhadap empat orang anak yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Sambelia, dimana semua biayanya ditanggung panitia.

"Keempat orang anak yang dikhitan tersebut biayanya panitia yang menanggungnya sebanyak Rp 400 ribu," jelas Fitriati, panitia acara tersebut. Di samping itu, lanjut Fitriati, panitia juga memberikan uang saku Rp 50 ribu perorang sebagai dukungan kepada anak-anak yang dikhitan.

Agar perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw ini berjalan lancar, pantia melibatkan ibu-ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan untuk dikonsumi para tamu undangan. Hal semacam ini sudah menjadi tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita, setiap kali menyambut dan merayakan hari besar Islam. (Fikri MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye