21/09/2018

Pegiat dan Komunitas Penyiaran Radio Komunitas mendorong keterwakilan perempuan di Parlemen, sebagaimana diketahui bahwa telah ditetapkannya dalam sebuah regulasi yang membuka peluang perempuan duduk di badan legislatif hingga 30%, namun menurut kajian diakysi yang dilaksanakan di Surakarta dari tanggal 18 hingga 20 September 2018 itu mencatat bahwa perlunya perempuan yang duduk di legislatif tersebut lahir dari rahim para pejuang di tengah-tengah masyarakat, sehingga ketika duduk nanti dapat meneruskan gagasan-gagasan perempuan dan bisa mengimplementasikannya ke dalam berbagai aspek kebijakan di legislatif.

Menurut Budi Heryawan selaku Fasilitator dalam kegiatan yang diselenggarakan JRKI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tersebut lembaga penyiaran komunitas khususnya radio komunitas berpotensi tinggi dan merupakan modal besar untuk mengadvokasi terwujudnya perempuan yang dapat mewarnai kebijakan-kebijakan dalam roda pemerintahan.

Hal senada disampaikan Ketua JRKI Sinam M Sutarno menyebutkan bahwa radio komunitas memiliki peran yang strategis dalam perihal membuka seluas-luasnya peran-peran warga komunitasnya tidak terkecuali perempuan yang dalam hal tertentu justru menjadi penggerak perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *