404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Puskesmas Kayangan Gencar Lakukan Pemeriksaan - SUARA KOMUNITAS
20/09/2022

Kayangan,($),— Deteksi dini Penyakit Tidak Menular merupakan cara untuk mengetahui adanya faktor risiko penyakit Tidak Menular (PTM) pada sasaran. Deteksi dini ini berguna untuk menemukan secara awal adanya kemungkinan seseorang terkena PTM atau memiliki faktor risiko. Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Kayangan, I Nyoman Suratha,S.Kep yang ditemui disela – sela kesibukannya melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan Skrining Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular yang di gelar pihaknya, bertempat di Aula Kantor Camat Kayangan, Selasa (20/09/2022 ).

Sekcam Yartip foto bareng jajaran Puskesmas Kayangan

Dikatakannya, Deteksi dini Penyakit Tidak Menular merupakan cara untuk mengetahui faktor risiko PTM pada sasaran. Deteksi dini ini berguna untuk menemukan secara awal adanya kemungkinan seseorang terkena PTM atau memiliki faktor risiko. Dengan diketahuinya faktor risiko PTM secara dini pada seseorang, maka pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan sedini mungkin. Bagi yang terkena maka penting mengendalikan PTM yang disandang agar tidak terjadi komplikasi, maupun kematian akibat PTM serta untuk meningkatkan kualitas hidup.

Kepala Puskesmas Kayangan I Nyoman Suratha,S.Kep saat pantau skrining PTM

“Pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat salah satu cara pengendalian masyarakat PTM yang efisien dan efektif di,”ujarnya, seraya menambahkan, sikap mawas diri ini ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku masyarakat yang lebih sehat dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya pada saat sakit, melainkan juga pada keadaan sehat.

Selanjutnya, Kepala Puskesmas Kayangan juga menegaskan, deteksi dini yang dilakukan pihaknya saat ini, antara lain adalah pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, cek asam urat dan cek kolesterol. Dari hasil wawancara dan pemeriksaan terghadap pasien, ditemukan penyebab yang terjadi karena cara mengolah makanan yang banyak mengandung lemak dan kurang mengkonsumsi buah dan sayuran. Semoga dengan  kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan di Puskesmas Kayangan ini, masyarakat dapat memahami bagaimana mengetahui faktor risiko apa yang ada dalam diri seseorang dan dapat mengantisipasinya dengan mengubah gaya hidup agar lebih sehat secara mandiri.

Pendaftaran para peserta skrining PTM

Nyoman Suratha juga mengakui, meningkatnya kasus penyakit tidak menular secara signifikan, akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, biaya yang terkait dengan teknologi tinggi. Kasus PTM memang tidak menular, namun mematikan dan mengakibatkan individu menjadi tidak produktif, namun PTM dapat mendeteksi faktor risiko melalui dini.

“Salah satu cara mencegah dan mengendalikan PTM adalah dengan melakukan deteksi dini risiko PTM. Dengan mendeteksi PTM, maka kecenderungan seseorang untuk PTM akan dapat mendeteksi dan perilaku yang berisiko terhadap PTM juga dapat dikendalikan,”terangnya.

Suasana Skrining PTM oleh petugas Puskesmas Kayangan

Selain melakukan kegiatan di Kantor Camat Kayangan dengan sasaran ASN, seluruh OPD dan Kepala Desa beserta perangkatnya di wilayah kerja Puskesmas Kayangan dan masyarakat sekitar, serta di hari yang sama pihaknya juga menggelar kegiatan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dalam rangka deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim ( serviks ) yang dipusatkan di Poskesdes Gumantar.

Satu hal yang ditakutkan Nyoman Suratha terkait dengan Penyakit Tidak Menular ini adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan, morbiditas dan mortalitas pelayanan PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, karena beresiko terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen dan bahkan kematian.

Suasana Skrining PTM di Aula Kantor Camat Kayangan

Itulah sebabnya, sebagai Kepala Puskesmas Kayangan Nyoman Suratha, gencar melakukan pemeriksaan dan kewajiban melibatkan semua pihak untuk memeriksa diri sedini mungkin terhadap penyakit tidak menular ini dan diharapkan penyakit dapat terdeteksi lebih awal sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat serta dapat menurunkan angka kematian.“Kita menggelar pemeriksaan PTM selain di Puskesmas Kayangan 3 (tiga) bulan sekali, juga di setiap jadwal bulanan di Posyandu pun kita lakukan. Sehingga sasaran PTM yang menjadi target kita bisa tercapai, seperti untuk indra 700 sasaran, dimana saat ini baru terealisasi 675 sasaran , Colesterol 200 sasaran, IVA diperiksa di Puskesmas 30 sasaran dan 50 sasaran PTM yang baru realisasi, ” katanya, seraya menambahkan bahwa di Puskesmas Kayangan nantinya akan ada Clinic Vision Center yang menjadi rujukan bagi Puskesmas lainnya.

Peserta Skrining PTM lagi menunggu giliran di periksa

Sementara itu, Camat Kayangan yang diwakili Sekcam Yartip,A.Md.Kep pada kesempatan yang sama mengatakan, penanggulanan PTM ini harus dilakukan secara terintegrasi dan perlu dukungan berbagai pihak. Sebab, menurutnya, dalam upaya meningkatkan penanggulangan dan pencegahan penyakit tidak menular, akan berhasil jika dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh dengan dukungan dari lintas sektor, profesi, institusi, LSM, masyarakat dan swasta serta semua layanan kesehatan untuk meningkatkan akses pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Yartip, yang juga pernah menduduki jabatan Kepala Puskesmas Kayangan pada tahun 2013 silam ini menyatakan, pada awal perjalanan PTM sering tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda-tanda secara klinis khusus, sehingga datang terlambat atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya.

Tampak kesibukan para petugas pemeriksaan PTM di Aula Kantor Camat Kayangan

Ia juga menjelaskan, PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resikonya. Yaitu, merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol. Pengendalian faktor risiko PTM merupakan upaya untuk mencegah agar tidak terjadi faktor risiko bagi yang belum memiliki faktor risiko, mengembalikan risiko PTM menjadi normal kembali atau mencegah terjadinya PTM yang memiliki faktor risiko. Selanjutnya, katanya, bagi yang sudah menyandang PTM, pengendalian bertujuan untuk mencegah komplikasi, kematian dan kematian serta meningkatkan kualitas hidupnya.

“Untuk itu kita meminta peran serta ASN, Kepala Desa beserta perangkatnya, serta masyarakat sekitar dapat hadir sebagaimana undangan yang telah dikirimkan oleh pihak Puskesmas Kayangan. Karena ini penting untuk mendeteksi faktor risiko PTM, kemudian dapat dilakukan langkah pencegahan dan penanganannya,” Yartip. (eko).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye