18/06/2021

Tanjung, (SK)— Pohon kelor termasuk tanaman tropis yang tahan kekeringan dan sangat mudah tumbuh di berbagai tempat di Indonesia. Sering dijadikan tanaman pagar atau pembatas kebun, siapa sangka pohon bernama Latin Moringa oleifera ini bergizi tinggi dan berpotensi sebagai sumber pangan untuk mengatasi Kurang Energi Protein (KEP) atau malnutrisi.

Peninjauan Lokasi Sebagai tempat pengembangan budidaya kelor

Menurut Plt. Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP KLU),Sugiartadi,SP, pada media ini, Ju’mat 18/6 saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan,

Pilot proyek kebun bibit kelor di pusatkan di Panggung Mekar Sari, Dusun Panggung Timur Kecamatan Kayangan”. Hal tersebut menjadi pusat pembibitan karena didukung oleh potensi struktur dan kualias tanah atau unsurhara yang menunjang. Di daerahb lain seperti di Lombok Barat juga sudah di survei oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov.NTB, Kais 10/6 beberapa hari lalu.
Menurut Sugiartadi, kebun bibit kelor dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara untuk persiapan pengembangan di dan Bima dan Dompu. Suartadi, menambahkan,satu gram daun kelor bahkan mengandung protein dua kali lebih tinggi dibandingkan susu, vitamin C tujuh kali lebih banyak daripada jeruk, vitamin A empat kali lebih tinggi dibandingkan wortel, serta tiga kali potasium yang dimiliki pisang. Selain vitamin C, daun kelor pun kaya akan antioksidan lainnya seperti beta karoten, vitamin E, asam gallat, dll.
Hebatnya lagi, tidak hanya daun kelor yang bermanfaat bagi kesehatan. Akar, kulit bunga, polong, dan biji kelor juga mengandung mineral dan komponen fitokimia sehingga sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk sakit gigi, pilek, diabetes, hingga terapi tumor.

Penelitian menunjukkan, ekstrak daun kelor yang digunakan pada konsentrasi non toksik pada sel normal dapat menghambat proses proliferasi sel kanker hingga lebih dari 85%. Ekstrak daun kelor juga dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida sehingga mampu mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah.

Menurut Kun Tnti Dewandari dari BB Pasca Panen, tingginya manfaat yang dimiliki daun kelor ini membuatnya berpotensi digunakan sebagai sumber pangan untuk mengatasi KEP atau malnutrisi. Apalagi mengingat protein kelor lebih tinggi daripada susu.

Daya cerna kelor memang cukup rendah karena tingginya serat di dalamnya. Namun, penelitian yang dilakukan Kholis tahun 2010 lalu menunukkan bahwa kelor yang diolah menjadi biskuit MPC tidak berbeda jauh daya cernanya dibandingkan biskuit berbahan susu.
Untuk mengatasi kolesterol, daun kelor dapat diekstrak dengan air panas dan diminum airnya. Cara lain untuk mengonsumsi daun ini adalah dengan mengolahnya menjadi lalapan, sayur, salad, atau bahan campuran bumbu,kata Sugiartadi.(@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye