02/05/2021

Dayan Gunung (SK),– Dusun tradisional Senaru Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara memiliki panorama alam yang indah dengan wisata air tejun Sendang Gila nya yang eksotik. Di Dusun ini pula merupakan  pintu gerbang pendakian gunung Rinjani dimulai, dimana Dusun ini merupakan perkampungan tradisional yang ditinggali oleh sekitar 25 Kepala Keluarga (KK).

Rumah Adat Tradisional Senaru

Rumah yang berjejer rapi dengan pagar bedeg beratapkan daun rumbia menambah keindahan perkampungan tradisional ini. Lebih-lebih disekeliling perkampungan ini terdapat kebun kopi dan berdekatan langsung dengan pintu gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Rumah diperkampungan ini, tidak jauh beda dengan rumah adat suku Sasak di belahan pulau Lombok bagian lainnya yakni memiliki multifungsi dan nilai estetika dan filosofis bagi penghuninya. Arsitektur atap rumahnya berbentuk seperti gunungan menukik kebawah dengan jarak antara 1,5 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Sementara atap bubungannya (bungus-bahasa Sasak) terbuat dari alang-alang dengan dinding dari anyaman bambu tanpa ada pentilasi atau jendela. Kamar rumah dibagi menjadi beberapa ruangan, yakni ruang induk, ruang tidur dan ruang tempat menyimpan harta benda. Atapnya yang berbentuk gunung  terinspirasi dari Gunung Rinjani, yang merupakan Gunung tertinggi di Lombok dan memiliki nilai sakral tertentu bagi suku sasak.

Dusun Senaru  berada dalam satu kompleks yang tertutup dan secara eksternal dihubungkan oleh jalan menuju jalan utama ke Desa Bayan. Bale-bale di Dusun Senaru didirikan di atas tanah datar yang berada di  daerah lereng. Di kelilingi oleh pagar dan berfungsi sebagai pembatas, pertahanan dan sebagai penyedia kelengkapan untuk upacara tertentu. Pembangunan bale dilakukan dengan konsep cermin atau berhadapan, dan diantara dua bale didirikan bangunan yang bernama beruga’. Di luar bangunan rumah dekat pagar berdiri kandang ternak. Sementara mata pencaharian pendudukanya hampir 100 persen sebagai petani dan sebagian kecil peternak. Kendati tetap mempertahankan keasliannya, namun warga tidak menolak modernisasi, dan hampir semua rumah adat transidisional ini sejak beberapa tahun lalu sudah diterangi dengan lampu listrik.(#)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye