12/12/2018

Tanjung,Sejak gedung sekolah ambruk dan hancur akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan daerah lainnya di pulau Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu, ratusan siswa MI Nurul Ihsan NW Salut Desa Salut Kecamatan Kayangan Lombok Utara, aktivitas belajarnya sehari-hari berlangsung di bawah pohon halaman sekolah. Proses belajar mengajar di luar kelas itu akan terus berlangsung hingga proyek pembangunan sekolah darurat selesai yang perkirakan tiga bulan ke depan. Demikian yang dikatakan Kepala Sekolah Zulhaedianto, Selasa (11/12).

Dikatakan, akibat belajar di bawah pohon halaman sekolah selama hamper 5 bulan pasca gempa tersebut, seluruh siswa terlihat tidak nyaman dan tidak fokus. Sebab, kondisi panas dan angin kencang yang bisa menimbulkan debu. “Ya debu dan panas, mau bagaimana lagi, kondisi sekolah memang seperti ini,” katanya.

MI Nurul Ihsan NW Salut Sedang Belajar di bawah Pohon

Selanjutnya, Zulhaedianto menjelaskan bahwa selama proses belajar mengajar yang dilakukan pihaknya hingga saat ini, walaupun belum ada tempat yang memadai, akan tetapi keseluruhan siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya tetap semangat meski belajarnya di alam terbuka. Buktinya, meski keadaannya seperti ini, siswa-siswi masuknya 90 persen. Melihat kondisi belajarnya seperti ini, ia berharap kepada Pemerintah, agar pihaknya segera di bantu untuk gedung permanen mengingat musim hujan sudah mulai turun.”Ketika hujan mulai turun, dengan berat hati terpaksa sekolah kami liburkan,”jelasnya.

Selain itu, Zulhaedianto juga berharap ada bantuan dari pemerintah seperti alat bantu pembelajaran yang berupa bangku,meja,kursi,papan tulis, rak buku dan buku paket lainnya, dimana kondisinya hingga saat ini 45 persen yang masih tersisa.

Karianom, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ihsan NW Salut yang ditemui dikediamannya di Salut membenarkan, memang benar kondisi berlangsungnya proses belajar mengajar selama pasca gempa yang melanda Kabupaten Lombok Utara dengan kekuatan 7,0 SR tersebut membuat seluruh gedung dan bangunan rumah warga di daerah tersebut hancur luluh.Tidak terkecuali gedung MI Nurul Ihsan NW Salut dibawah naungannya tersebut luluh lantak rata dengan tanah.

Suasana Belajar MI NI NW Salut di bawah pohon

Walaupun demikian, seluruh aktivitas KBM di sekolah tersebut  tetap semangat, meskipun kegiatan belajar dilakukan di bawah pohon. Mereka tidak bisa belajar di sekolahnya sendiri, karena rusak sejak lima bulan lalu dan hingga kini belum diperbaiki.(eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *