404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
HAKEKAT IBADAH QURBAN BENTUK WUJUD SYUKUR NIKMAT ALLAH SWT - SUARA KOMUNITAS
30/06/2023
Ust. Yudi Ariadi,S.Bns saat sampaikan khutbahnya di Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang

Kayangan,($K)— Ibadah kurban yang dilakukan kaum muslimin pada hakikatnya adalah bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Mengapa demikian? Allah SWT telah menginstruksikan kepada manusia khususnya orang Islam untuk mengungkapkan rasa syukur nikmatnya dengan istilah Tahadduts bin ni’mah. Demikian yang disampaikan oleh Ust.Yudi Ariadi, usai pelaksanaan sholat Ied Adha di Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan Lombok Utara, Kamis (22/06).

Dikatakannya, Ibadah kurban yang dilakukan dengan cara menyembelih hewan kurban pada hakikatnya adalah bentuk ekspresi keimanan dan ketakwaan atas perintah Allah SWT. Pengamalan kurban ini bersifat ta’abbudi dan harus sesuai dengan petunjuk Allah dan rasul-Nya. “Memang secara fisik yang disembelih adalah hewan kurbannya, tetapi hakikat yang sampai pada-Nya adalah bentuk ketakwaan. Hikmah yang kedua adalah rasa syukur nikmat kepada Allah SWT,”tandasnya.

Kepala Dusun Lokok Sutrang Ariandi,S.Pd

Yudi Ariadi juga menybut, selain itu, katanya, Hikmah yang ketiga adalah kurban sebagai ungkapan simpati/empati dengan sesama manusia. Ibadah kurban yang dilakukan kaum muslimin mempunyai dua dimensi pokok, yaitu dimensi vertikal atau hubungan dengan Allah SWT sebagai landasan iman dan takwa, serta dimensi horizontal atau hubungan dengan sesama manusia sebagai bentuk nyata hubungan sosialnya. “Sebagaimana sejarah Nabi Ibrahim AS. yang sangat mencintai anaknya, Nabi Ismail AS. hingga Allah SWT menguji Nabi Ibrahim AS. Terhadap kecintaannya untuk di-qurban-kan sebagai wujud ketaatan pada perintah Allah SWT,”paparnya, seraya menambahkan, bahwa setiap sesuatu yang dicitai manusia, dan kecintaannya kepada sesuatu itu dapat membelenggu manusia untuk bertakwa kepada Allah SWT.

Jadi, lanjut Yudi Ariadi, yang juga Ketua Organisasi Bajang Patuh ini menyatakan, jika ‘Ismail’-nya Nabi Ibrahim As adalah anak kandungnya sendiri, ‘Ismail-ismail’ kita saat ini bisa berwujud jabatan, kedudukan, harta benda, harga diri, maupun profesi, termasuk di dalamnya mental korupsi, kolusi dan nepotisme serta serakah yang menguasai manusia.

Pembina Yayasan El Iman Lombok Utara, Ust. Swardi

Apa yang menjadi kiasan sebagai ‘Ismail’ sesungguhnya adalah tiap sesuatu yang membuat manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, dan tiap sesuatu yang dapat membutakan mata hati dan menulikan telinga manusia dari hidayah Allah SWT.

Selanjutnya; Yudi Ariadi juga menegaskan, kiranya apa dan siapa pun ‘Ismail-Ismail’ itu maka harus diqurbankan di bumi yang fana ini, sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan setiap insan kepada Allah SWT. “Inilah sejatinya makna terpenting ‘Idul Qurban, yakni tumbuhnya sikap kesediaan berqurban dalam kontek sosial yang lebih luas. Yakni kapan dan di mana pun kita berada rela memberikan pengorbanan yang tulus demi kemaslahatan ummah.

Para jamaah Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang bersalaman usai sholat Ied Adha 1444 H

Secara harfiah, kurban atau qurban memiliki arti hewan sembelihan. Menurut istilah, kurban artinya menyembelih hewan tertentu pada Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Adanya anjuran kurban ini merupakan bentuk syukur umat muslim atas segala nikmat yang telah diberikan Allah.

Sementara itu, Kepala Dusun Lokok Sutrang, Ariandi, yang ditemui usai pelaksanaan sholat Ied mengatakan, sejatinya memang setiap tahun diingatkan dengan simbol ibadah kurban. “Dengan berkurban bukan sekedar berkurban hewan yang disumbangkan, namun yang paling penting adalah bagaimana kita sebagai manusia akan terus diuji dan mampu untuk menunjukkan sebuah sikap ketakwaan, kesabaran, keridhoan, dan keikhlasan,” tandasnya.

Jamaah Mesjid Baiturrahim Lokok Sutrang

Ariandi menyambut positif pelaksanaan ibadah kurban di daerahnya ini, karena banyak sekali nilai positifnya, diantaranya, katanya, nilai pendidikan keimanan (Aqidah Islamiyah),nilai pendidikan ibadah,nilai pendidikan sosial dan nilai pendidikan meneladani Nabi.

Selain itu, lanjutnya, ibadah qurban juga menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Maka, melalui penyembelihan hewan qurban ini merupakan bentuk kepasrahan manusia untuk menyisihkan sebagian hartanya dalam berbagi. Dengan hati yang pasrah dan ikhlas, tentu daging kurban yang masuk dalam tubuh si penerima juga menjadi daging yang bermanfaat dan kita juga harus benar-benar hanya untuk mencari Ridha Allah semata bukan untuk mencari yang lain.

Suasana penyembelihan hewan kurban

Selanjutnya, pihaknya juga mengucapkan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada semua mitra kerja dan lapisan masyarakat Lokok Sutrang yang senantiasa dan selalu memberikan dukungan positif kepada Yayasan El Iman sehingga saat ini, Yayasan yang berdomisili di Dusun Lokok Sutrang Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan ini, masih dapat terus beroperasi dan terus berkontribusi kepada lingkungan sekitar melalui berbagai program tanggung jawab sosial yang telah di laksanakan.

Di tempat yang terpisah, pembina Yayasan El Iman Ust.Swardi, yang diamanahkan menjalankan program ini juga menyampaikan terima kasih kepada Manajemen dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga terselenggaranya kegiatan pembagian hewan qurban tersebut dan berharap kepada para penerima daging hewan qurban dapat melaksanakan dan merayakan hari raya Idul Adha/Idul Qurban dengan penuh suka cita.

Ketua Yayasan El Iman, Ust. Agus Yospendi menyebut, dalam pelaksanaan kurban tahun 2023 ini, pihak donatur yang telah mendistribusikan hewan kurban melalui Yayasan El Iman yamg dipimpinnya dengan 1 ekor sapi (Dusun Sumur Jiri) dan 15 ekor kambing (Dusun Lokok Sutrang dan daerah lainnya di wilayah Kecamatan Kayangan).

“Alhamdulillah, walau tahun ini jumlahnya menurun dan tidak terlalu besar, namun pihaknya telah mampu menjadi mitra kerja yang baik dari para donatur yang telah mempercayakan lembaganya untuk menyalurkan hewan kurban,”katanya, seraya menambahkan bahwa menurunnya dari segi jumlah, bukan tanpa alasan. Karena memang pihak donatur seperti Abu Khuraerah Mataram sebagai donatur penyalur terbesar dan donatur-donatur lainnya di pulau jawa, untuk penyaluran hewan kurban tahun ini, lebih fokus ke negara-negara yang memang sangat membutuhkannya. Seperti ke Somalia, Ethiopia dan lain sebagainya.
Sehingga diharapkan keadaan ini akan kembali normal pada pelaksanaan ibadah kurban tahun depan, baik dari segi jumlah hewan kurban yang disalurkan maupun wilayah pendistribusian, dan penerima manfaatnya,” harapnya.(eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye