27/10/2018
Emilia Suhaimi, Dirut LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM. Foto : Tribun

Jakarta, SK – Pemerintah terus mendorong ekspor produk pertanian dan perkebunan nasonal, salah satunya adalah produk kopi. Sebab menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor dan produksi kopi nasional sempat mengalami penurunan. Oleh sebab itu diperlukan berbagai upaya untuk terus mempromosikan produk kopi nasional agar bisa kembali bergairah.

Data BPS menyebutkan ekspor komoditas kopi pada periode Januari-Juni 2018, nilainya turun 37,5 persen menjadi USD359,85 juta. Sementara volumenya juga turun 47,54 persen menjadi 116.511 ton. Padahal pada periode sama tahun 2017, nilai ekspor kopi mencapai USD575,78 juta dengan volume 222.099 ton.

Lebih rinci lagi, nilai ekspor komoditas kopi yang berkontribusi paling besar, yakni kategori kopi arabika WIB (West Indische Bereiding) dan Robusta OIB (Oost Indische Bereiding) yang tidak dipanggang dan tidak decaffeinated, menurun 36,9 persen di paruh pertama 2018 menjadi USD354,42 juta. Sementara volumenya turun 46,91 persen menjadi 114.668 ton.

Melihat hal ini, perlu campur tangan pemerintah untuk terus menggencarkan promosi kopi nasional dengan berbagai cara salah satunya melalui event pameran ataupun lainnya dengan melibatkan banyak pihak termasuk ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) yang tersebar di berbaga negara. Selain itu juga dengan melibatkan duta besdan juga pemerintah atau lembaga terkait di dalam negeri termasuk melalui Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) yaitu Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM.

Direktur Utama LLP – KUKM, Emilia Suhaimi menegaskan pihaknya terus mempromosikan produk – produk UKM melalui Smesco Indonesia, termasuk produk kopi. Diakuinya bahwa sebenarnya produk kopi nasional sangat beragam dengan cita rasa yang sudah dikenal dunia.

“LLP KUKM tupoksinya memfasilitasi UKM dalam pemasaran, jadi kita bergerak di hilir, produk itu udah given yang memang harus dipasarkan bukan produk yang belum layak dipasarkan. Kita juga coba menangkap di hulu untuk fasilitasi UKM untuk tingkatkan kualitas desain dan packagingnya, karena itu salah satu cara untuk tingkatkan daya saing di tengah ketatnya pasar luar negeri,” kata Emilia saat menghadiri Rembug Kopi Nusantara 2018 sekaligus pelepasan ekspor perdana produk kopi oleh salah satu UKM binaan LLP KUKM, di Smesco Indonesia, kemarin (Jumat (26/10).

Dari upaya yang dilakukannya, terdapat salah satu unit UKM yang mampu menembus pasar di Amerika Serikat. Dalam pelepasan ekspor perdananya tersebut, Emilia menyatakan bahwa masih banyak peluang yang bisa ditangkap oleh pelaku UKM di Indonesia untuk memasarkan produk kopi unggulannya di pasar luar negari. Berdasarkan data dari AEKI, ekspor kopi nasional pertahunnya mampu menembus USD1,2 milia atau setara Rp16,8 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Meski enggan menyebutkan jumlah dan nilai ekspornya, namun Emilia menegaskan bahwa sebagai UKM yang mampu melakukan ekspor kopi merupakan sebuah prestasi tersendiri. Pasalnya ditengah keterbatasan yang dimiliki oleh rata-rata UKM, namun ternyata masih tetap ada juga yang mampu bersaing di pasar internasional.

“Jadi ini ekspor kopi perdana dari petani kopi kita ke California, Amerika. Dia (UKM) udah bisa memenuhi standar kuantitas dan kualitas untuk bisa masuk pasar Amerika. Ini terobosan bagus sekali, ini semacam pemicu bahwa UKM bisa lakukan ekspor sendiri,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, agenda Rembug Kopi Nusantara 2018 diadakan oleh LLP KUMKM dimaksudkan untuk memberi ruang gerak kepada para pelaku KUKM di bidang perkopian mengekpresikan potensi yang dimilikinya, mempromosikan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat akan semakin mengenal produk-produk kopi lokal berkualitas.

Rembug Kopi Nusantara ini dihadiri oleh para petani kopi, konsumen, eksportir, pelaku UKM, dan ahli perkopian. Mereka dikumpulkan untuk bersinergi agar dapat bersama-sama mengembangkan potensi perkopian indonesia. (JS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *