23/03/2021

Santong Mulia (SanMu),–Kepala Dusun Lokok Sutrang Ariandi, secara resmi menutup kegiatan lomba  Festival ngaji bareng  El Iman Lombok Utara, Senin (22/03) malam, bertempat di halaman TPQ El Iman Lokok Sutrang

Kegiatan penutupan Festival yang bertajuk “Ngaji Bareng” yang berlangsung 10 (sepuluh) hari dan diikuti puluhan TPQ yang tersebar di wilayah Kecamatan Kayangan yang menjadi binaannya tersebut, dihadiri  Kepala Desa Santong Mulia Eko Sekiadim,Wakil Ketua BPD Murdianto,Sekretaris LPM Karyati Al Bayan,Penghulu Desa H.Aenudin,Kepala Dusun Lokok Sutrang Ariandi, Ketua Yayasan El Iman Agus Yospendi,Para Ketua TPQ, para Dewan Hakam, Wali Santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh peserta dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan El Iman Lombok Utara, Agus Yospendi,SE

Ketua Yayasan El Iman Agus Yospendi dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ngaji bareng yang digelar lembaga PTQ yang bernaung dibawah asuhan Yayasan El Iman Lombok Utara selama 10 (sepuluh) hari lewat, sehingga tibalah saatnya akan berakhir, dengan berbagai hasil yang tentu akan membawa perubahan yang signifikan. Karena memang kegiatan ini dihajatkan untuk meningkatkan minat baca Al Qur’an kepada santri dan santriwati, mengenalkan huruf hijaiyah, mengetahui hukum bacaan, dan di harapkan para santri mampu memaknai bacaan Al Qur’an.

“Kita menginginkan, dengan digelarnya kegiatan ngaji bareng ini, tidak berhenti hingga disini saja, akan tetapi kita menginginkan agar kegiatan serupa tetap menjadi agenda rutin tahunan kita kedepan. Ini  penting kita agendakan, karena memang keluarannya ada hasil yang cukup membanggakan bagi santri itu sendiri maupun dari lembaga PTQ mana mereka berasal,”tandasnya, seraya menyebutkan bahwa Yayasannya berdiri tepatnya 26 November 2019 lalu.

Ditambahkanya, untuk membuat para santri bisa mengenal dan memahami Al Qur’an tentunya tidak hanya menjadi beban para ustadz saja, akan tetapi peran orang tua juga menjadi indikator keberhasilan agar para santri dapat mencintai Al Qur’an. Ia juga mengajak semua pihak, terutama kepada para wali santri  untuk bersama-sama membangun Yayasan ini, dengan memasukkan putra-putrinya untuk dibina mempelajari Al-Qur’an sejak dini.

Ditempat yang sama, Ketua TPQ El Iman Eri Suganda mengatakan, TPQ El Iman dibawah binaannya ini menampung 178 santri. Sehingga untuk meningkatkan kemajuannya dibutuhkan sinergi antara orang tua dan guru, agar cita – cita menjadikan peserta didik (para santri) yang paham Al Qur’an sedari dini ini akan berhasil, perlu dukungan dan kerja sama bersama. “Terima kasih, kami sampaikan kepada pihak Yayasan karena telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini,” ucapnya.

Ketua Panitia Toni Risanto dan Ketua PTQ El Iman Ery Suganda

Pembina Yayasan El Iman Lombok Utara, yang juga Ketua Dewan Hakam pada Festival ngaji bareng tahun ini Ust.Swardi mengatakan, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada hati Rasulullah,Muhammad bin Abdullah melalui al-Ruhul Amin (Jibril as) dengan lafal-lafalnya yang berbahasa Arab dan maknanya yang benar, agar ia menjadi hujjah bagi Rasul, bahwa ia benar-benar Rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk bagi mereka, dan menjadi sarana pendekatan diri dan ibadah kepada kepada Allah dengan membacanya. Al-Qur’an itu terhimpun dalam mushaf, dimulai dengan surah al-fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas, disampaikan kepada kita secara mutawatir dari generasi ke generasi secara tulisan maupun lisan. Ia terpelihara dari perubahan atau pergantian.

Dikatakan, momen lomba dalam ngaji bareng yang digelar pihak Yayasan El Iman Lombok Utara yang dilaksanakan ini adalah sebagai salah satu ajang uji coba sejauh mana ilmu-ilmu Al Qur’an di implementasikan yang telah mereka diterima dari para ustazd maupun ustazah mereka di TPQ masing-masing .

Pembina Yayasan El Iman Lombok Utara, yang juga Ketua Dewan Hakam, Ust.Swardi

Pada kesempatan tersebut, ust.Swardi mengumumkan secara simbolis para juara dalam berbagai cabang lomba yang digelar. Namun  sebelumnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan para peerta menjadi juara dalam ajang lomba Festival nagji bareng kali ini adalah semata-mata karena Allah Swt yang mengatur semuanya. “Bukan karena siapa-siapa,”tegasnya berulang-ulang.

Pengumuman para juara, juga disebutkan ust.Swardi secara berjenjang.  Untuk cabang lomba tahfizul Qur’an katagori seperempat juz (juz 30..red) diikuti oleh 16 peserta, dengan hasil yaitu juara satu diraih oleh Rizkia Uli Ajnihatin, utusan TPQ El Iman, juara kedua Dani, utusan dari TPQ Nurul Iman dan juara ketiga diraih oleh Khodijah, utusan TPQ Al Ikhlas. “Selamat kami sampaikan kepada para juara, semoga ini tidak membuat kita membanggakan diri, sehingga akhirnya kita lupa untuk belajar kembali mempertahankannya,”ucapnya mengingatkan, seraya menyebut bahwa pengumuman berikutnya di jeda, dengan pembagian  berbagai doorpriz yang disediakan panitia. Dalam pembagian doorpriz ini, dipimpin langsung Ketua Panitia Toni Risanto.

Kepaka Dusun Lokok Sutrang Ariandi dalam sambutannya menyebutkan, mendidik anak membaca Alquran tidak harus oleh orang tuanya langsung. Tapi bisa juga dengan memasukkan anak-anak ke pesantren, TPA dan lain-lain. Salah satunya ke TPQ El Iman Lokok Sutrang di bawah asuhan Yayasan El Iman Lombok Utara ini. “Saya terharu melihat anak saya menjadi salah satu dinominasikan sebagai juara oleh Dewan Hakam. Terus terang saja, saya sendiri belum tentu bisa hafal seperti apa yang di hafal oleh anak. Kita patut bangga sebagai orang tua ketika melihat anak kita bisa membaca Al Qur’an, lebih-lebih dapt juara,”katanya haru,karena memang baru satu tahun lalu isterinya menghadap Allah Swt untuk selama-lamanya. Sehingga anaknya semata wayang tersebut ketika di daulat sebagai juara, tidak bisa disaksikan oleh kedua orang tuanya (hanya sebelah saja..ayah..red).

Para juara di dampingi oleh Ustazah masing-masing

Sambil meneteskan air mata, Kepala Dusun yang sudah lama menyandang status duda ini, mengucapkan terima kasih kepada pengelola TPQ El Iman Lokok Sutrang, yang telah berhasil mendidik anaknya sehingga memperoleh hasil yang patut dibanggakan oleh orang tua. Namun, ia juga berpesan kepada para wali santri yang hadir untuk mulai berfikir positif demi masa depan anak-anaknya dan demi keslematan kedua orangtuanya, baik di dunia maupun di akherat kelak. Selain itu, Ariandi juga mengingatkan, akan lebih baik jika selain menyerahkan anak-anak ke guru mengaji, orang tua juga mengulang mengajar atau baca Alquran di rumah bersama-sama. Sebab, katanya, bila sebuah keluarga melestarikan membaca Alquran setiap hari, maka rumahnya akan disinari cahaya.

Sebaliknya bila di sebuah rumah tak pernah terdengar lantunan ayat suci Alquran, maka rumah itu suram bak kuburan. Dulu, katanya, kalau habis Mahgrib, rumah-rumah, mushola, masjid di mana-mana terdengar orang baca Alquran. Sekarang anak-anak kita dirusak oleh sinetron, Twitter, Facebook, Instagram dan lain-lain. “Mari kita biasakan lagi baca Alquran,”ajaknya.

Kepala Dusun Lokok Sutrang, Ariandi,S.Pd

Diakhir sambutannya, atas nama Pemerintah Dusun mewakili Kepala Desa Santong Mulia menutup secara resmi Festival Lomba Ngaji Bareng Jilid 1, dengan mengucapkan Alhamdulillah, seraya mengetuk palu tiga kali, menandakan seluruh rangkaian kegiatan telah selesai. “Sampai jumpa tahun depan,”tutupnya.(eko)

 

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
kartal escort pendik escort sex hikaye