25/06/2019
Enam Tokoh Diprediksi Bertarung di Pilkada KLU 2020 (Dr H.Najmul Akhyar,SH,MH, H.Djohan Sjamsu,SH, Syarifudin,SH,MH, Drs H. Suardi,SH,Mariadi,S.IP dn Dr. Bahrudin)

Tanjung, (SK), Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020. Sejauh ini ada enam tokoh yang santer diperbincangkan.

Namun Pemerhati Kebijakan Pemerintah, Khusnul Munadi mengatakan, berdasarkan serapannya di lapangan, ada lima tokoh yang mulai bergerak menyosialisasikan diri untuk perhelatan lima tahunan itu. Di antaranya Bupati KLU, H Najmul Akhyar. Najmul dipastikan bakal mencalonkan diri lagi. Apalagi dengan posisi Najmul sebagai Ketua DPC Partai Demokrat KLU, serta raihan empat kursi di DPRD KLU pada Pileg 2019. Itu menjadi modal besar untuk maju kembali. Najmul juga merupakan Ketua PDNW KLU dengan dukungan masa riil serta punya basis pondok pesantren dan jemaah yang tersebar. “Calon petahana dipastikan sudah maju kembali sehingga sangat diperhitungkan oleh rival politiknya,” ujar Ketua KNPI KLU ini.

Selanjutnya, Wakil Bupati KLU, Sarifudin. Najmul dan Sarifudin diprediksi pecah kongsi. Mantan wartawan itu memang tidak menjadi pengurus inti Gerindra, namun dia dinilai mampu. Apalagi Gerindra saat ini meraih kursi terbanyak atau lima kursi di DPRD KLU dan berhak menempati posisi Ketua DPRD. Belakangan, Sarif yang kini duduk di Dewan Pertimbangan Gerindra juga disebut-sebut kader NU. Hal ini semakin santer terdengar setelah Mantan Sekretaris PWNU NTB Lalu Winengan duduk bersama Sarif di kediamannya beberapa hari lalu. “Sarif juga tidak bisa diremehkan. Sekarang dia terus melakukan konsolidasi dengan berbagai elite-elite politik untuk mencari dukungan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Djohan Sjamsu, Bupati pertama KLU. Pada Pilkada 2015, Ketua DPC PKB KLU ini maju didampingi Mariadi. Saat itu kalah dari Najmul-Sarif hanya dengan selisih sekitar 8.000 suara. Nama Djohan sendiri tidak bisa diremehkan. Mantan Ketua Komite Pemekaran KLU dari Lombok Barat itu sudah terkenal luas di masyarakat. Dalam politik sendiri, sebelum memegang PKB, lebih dahulu memegang Demokrat. Kendati pindah ke PKB, diyakini masih ada internal parpol berlambang mercy itu yang mendukung Djohan. Belum lagi dengan birokrasi pemerintahan. Djohan sendiri saat ini menjadi Ketua Muhamadiyah KLU. “Pak Djohan juga kembali digaungkan masyarakat melalui gerakan pendukung lama,” bebernya.

Kemudian nama Calon Anggota DPRD KLU terpilih, Mariadi saat ini juga sudah mulai muncul. Sejumlah spanduk dukungan terhadap politisi Golkar itu sudah tersebar di sejumlah titik. “Pak Mariadi oleh sebagian kalangan menginginkan dia maju menjadi nomor satu, hanya saja pertimbangan partai lagi. Di mana pak Mariadi bukan Ketua Partai. Apalagi Golkar saat ini telah bercokol TGB di DPP, maka mungkin akan menjadi mesin politik pak Najmul juga,” paparnya.

Nama yang beredar juga Sekda KLU Suardi. Dia kabarnya akan maju melalui independen, kendati tidak dipungkiri, Suardi sedang lobi-lobi politik dengan elite partai. Ia juga sudah mulai menggalang kekuatan di basis-basis keagamaan seperti jemaah tablig. “Pak Sekda bakal ikut maju, sekarang lagi gencar turun ke masyarakat,” bebernya.

Adapun nama-nama seperti mantan Ketua KPU KLU Burhan Ekwanto, Ketua MUI KLU TGH Abdul Karim, Anggota Bawaslu NTB Itratip, mantan Dirut RSUD KLU dr. Bahrudin, Endri Susanto selaku Presiden EF, serta Edi Sangalim dari kalangan pengusaha diyakini masih belum. Termasuk Raden Nurjati, Kepala Disperindag saat ini, kabarnya masih memikirkan kondisi kesehatan. “Saya punya keyakinan meski nama-nama ini cukup banyak, bakal calon tidak akan lebih dari tiga paket,” tegasnya.

KLU sebagai daerah yang butuh pemulihan pascagempa lanjutnya, perlu pemimpin yang cepat, tanggap, dan mampu melobi pusat untuk menjemput dana-dana bagi daerah. Selain kreteria lain seperti jujur, amanah, dan bisa membaur dalam perbedaan. “Masyarakat butuh pemimpin yang cepat tanggap terhadap pascagempa ini,” imbuhnya.

Pendiri GR 10.000, Bimbo Asmuni sendiri punya prediksi yang nyaris sama. Namun jika Khusnul menyebut lima, justru ia menyebut enam tokoh. Berdasarkan serapan di masyarakat kata dia yakni Najmul Akhyar, Sarifudin, Djohan Sjamsu, Mariadi, Suardi, dan dr Bahrudin. (flo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye