14/07/2021

Tanjung, (SK), — Mutiara hijau, itulah yang terdengar tentang tembakau.

Para peserta saat praktek lapangan

Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu daerah penghasil tembakau, memiliki potensi yang cukup besar.
Potensi tembakau di kabupaten KLU tersebar di 5 kecamatan, sebagian besar tembakau berada di kecamatan Pamenang,Kayangan dan terbesar di Kecamatan Bayan.

Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk. Misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau. Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan akan berdampak terjadinya serangan yang dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Sugiartadi yang didampingi salah satu stafnya,Moh. Ayusi menjelaskan, dengan adanya permasalahan OPT tersebut maka sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau untuk mengantisipasi serangan OPT tersebut. Berbekal kebutuhan petani pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara mengadakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Tembakau melalui Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebun Tembakau Tahun 2021. 

Plt. Kabid Perkebunan,Sugiatadi, SP, mewakili DKPP KLU Rabu (14/7) di lokasi kegiatan, tepatnya di Dusun Sentul,Desa Pendua,Kecamatan Kayangan menambahkan, Dinas DKPP KLU saat ini sedang berlangsung pendampingan kegiatan sekolah lapangan di Dusun Sentul Desa Pendua Kecamatan Kayangan.

Selanjutnya dikatakan Sugihartadi, pembelajaran pada kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran orang dewasa, yaitu petani diharapkan aktif petani tidak hanya mendengarkan saja tetapi juga melihat dan melakukan tentang teknik-teknik pengendalian OPT pada tanaman tembakau. Konsep pembelajaran orang dewasa yaitunya suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi-komunikasi, serta permainan pembelajaran, pendapat harus dibuat, dan membangkitkan motivasi yang berasal dari materi yang disampaikan, termasuk keseluruhan proses budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian hama terpadu (PHT).

Secara langsung kepada peserta diterjunkan ke lokasi yang terbagi dalam lima kelompok untuk pembelajaran di lapangan dan pembahasan/diskusi di ruangan atau di alam terbuka tentang permasalahan-permasalahan yang ditemui di lahan dan dicari solusinya sesuai dengan kearifan lokal.

Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas bahan baku/tembakau. Pengembangan tembakau memiliki prospek yang cukup menjanjikan di Kabupaten Lombok Utara karena sampai saat ini pasokan produksi yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan yang diminta oleh pasar komoditas tembakau ini.

Selain itu harga tembakau relatif cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu komoditas pilihan untuk dibudidayakan.Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini maka Petani KLU akan semakin mahir dalam pengembangan tanaman tembakau dan bisa mengantisipasi serangan hama yang menyerang, sehingga produktivitas dan kualitas tanaman semakin meningkat.(@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye