09/08/2018

Lombok Utara, SK Yayasan Anak Pantai (YAP) Sambelia, Lombok Timur, kembali membuktikan kepeduliannya pada korban gempa yang terjadi pada 5 Agustus 2018  menelan korban ratusan jiwa serta merusak sebagian besar fasilitas publik dan rumah penduduk di Kabupaten Lombok Utara, provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gempa yang berkekuatan 7,0 SR pukul 19.46 berlokasi di 8.25 LS, 116.49 BT, berjarak 27 km Timur Laut Lombok Utara, NTB, dengan kedalaman 15 km, menyulut perhatian rakyat Indonesia bahkan dunia Internasional.

Korban gempa yang masih hidup hingga saat ini ditampung di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang sangat memprihatinkan. Mereka terpaksa bertahan di tenda pengungsian yang rata-rata dibangun dengan swadaya masyarakat, sebab tidak ada tempat mereka bernaung rara-rata rumah mereka hancur rata dengan tanah.

Untuk itu, lembaga kemanusiaan “Anak-Anak Lombok Timur” yang digagas oleh Hank Claste Cs dari Belanda, dengan Munawir Haris Cs, pimpinan YAP Lombok Timur, mendistribusikan ratusan dus mie instan dan air mineral, makanan siap saji, langsung ke posko-posko pengungsian yang berjejer disepanjang jalan Kabupaten Lombok Utara.

Bantuan berupa sembako yang disalurkan YAP ini, tidak seberapa dibanding dengan jumlah korban yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Ada ribuan anak dibawah umur (Balita) terpaksa turut merasakan penderitaan akibat gempa ini.

Hati siapa yang tidak akan iba jika melihat fenomena seperti ini. Semua rumah warga hancur tidak berbentuk. Di sepanjang jalan kita dipertontonkan dengan kondisi bangunan yang dulunya megah berdiri, kini semua itu hancur berkeping-keping tiada berbentuk.

Lombok, NTB yang identik dengan pulau seribu masjid, terkenal dengan wisata halalnya, memiliki potensi alam yang indah mata memandang, kini harus menangis.

Sembako yang diberikan Yayasan Anak Lombok Timur (YAL) pimpinan Hank Claste Cs, berada di Belanda, disalurkan melalui YAP Sambelia, Lombok Timur, Indonesia, jelas sudah tidak akan mencukupi.

“Ratusan dus mie dan air minum yang kami salurkan jelas tidak mencukupi jika melihat jumlah korban di pengungsian,” ungkap Hasbullah yang biasa dipanggil Acok.

Oleh karenanya, Acok berjanji akan kembali menyalurkan bantuan yang lebih banyak lagi ditambah dengan obat-obatan tentu, atas bantuan tangan dingin mitranya Hank Claste yang tinggal di Belanda. “Tanpa relasi tentu semua program lembaga tidak akan bisa berjalan sesuai harapan kita,” tambah Acok.

Begitu pula dikatakan Munawir Haris pimpinan YAP. “Segala program lembaga yang kami jalankan tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin Hank Claste dan keluarganya di Belanda,” imbuhnya.

Hank Claste Cs adalah donatur yang selama ini mensuport keberadaan YAP di Lombok Timur. Dia merupakan mitra koalisi yang konsen pada bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, kemnusiaan dan lain-lainnya.

“Jadi setiap program yang kita laksanakan YAP tidak terlepas dari suport Hank Claste Cs,” ungkapnya

Sehabis menjalankan setiap program Haris Cs terus mengirim laporan kepada Hank Claste. Haris menambahkan, setiap program lembaga yang dikerjakan selalu dimonitor oleh Hank Claste Cs, sebagai wujud tanggung jawab kami atas dana yang digunakan. Karena bantuan dana untuk pembelian barang dan lainnya, datangnya dari Hank Claste Cs.

Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan dan nama baik lembaga yang dikelola bersama. (Fikri MS)

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye