28/04/2017

Medan (Suara Komunitas.Net)-Revitalisasi Tugu Op.Tuan Situmorang di Pulau Samosir tidak saja menghormati dan menjunjung nilai-nilai budaya leluhur tapi sebagai momentum bersatunya Marga Situmorang dalam rangka menyongsong era baru wajah Danau Toba terkait pembangunan akses infrastruktur jalan tol Medan – Tebing Tinggi – Samosir yang kini sedang gencar dilaksanakan.

“Pembangunan Tugu Op Tuan Situmorang ini juga membentangkan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan budaya Batak, sekolah, hasil kerajinan budaya Batak dan permainan keluarga. Yah, pokoknya para wisatawan nusantara (wisnu) maupun wisatawan mancanegara (wisman) bisa menikmati suasana alam dan riligius di Tugu Op Tuan Situmorang ini,”kata Ketua Umum Panitia Revitalisasi, Edwin Pamimpin Situmorang didampingi Waketum, Irjen Pol (Purn) Ricky Sitohang, DR. Palmer Situmorang,SH, MH, Budi Situmorang yang juga Dirjen Tata Ruang dan Humas, Biman Sitohang, SE seusai acara pelantikan dan sosialisasi revitalisasi Tugu Op.Tuan Situmorang di Hotel Danau Toba Internasional Medan belum lama ini.
Menjawab pertanyaan seputar adanya sebagian warga Samosir menjual tanahnya kepada investor,
Edwin Pamimpin Situmorang dan Budi Situmorang menegaskan, Bupati Samosir sudah melarang warga menjual lahannya ke pihak investor. Karena hal itu sangat merugikan masyarakat ke depan.
Saat itu,lanjutnya, Bupati telah menghimbau warganya melakukan sewa lahan sampai 20 tahun atau minimal bekerja sama dengan investor membangun hotel maupun lainnya.
“Kita tidak mau masyarakat Samosir mengalami nasib miris seperti dialami warga Bali yang menjual lahannya ke investor sehingga sekarang mereka menjadi penonton di wilayahnya sendiri.,” kata Budi Pamimpin Situmorang, Budi Situmorang dan Palmer Situmorang.
Ke depan, harap Edwin Pamimpin Situmorang, Persadaan Situmorang Sipitu Ama Dohot Boruna bisa berperan serta dalam pembangunan di Sumut, terutama mewarnai era baru dunia kepariwisataan di Danau Toba.
“Saat ini kita fokus pada pembangunan revitalisasi Tugu Op Tuan Situmorang yang menelan biaya Rp.2,5 miliar lebih,” tambah Edwin Pamimpin Situmorang. (Lubis)

Editor : Tohap P. Simamora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye