18/04/2019
Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH.MH, Rektor Unram Prof. Lalu Husni, Project Leader IFSCA, Prof. Ir. M Taufik Fauzi, MSc, Phd, Project Leader IFSCA New Zealand, Prof. Christoper Anderson beserta rombongan berpose bersama.

TANJUNG, (SK), Pemulihan ekonomi masih menjadi perhatian IFSCA (East Indonesia Innovative Farming Systems dan Capability for Agribusiness Activity) pascagempa Lombok. Salah satunya dengan menggelar Expo Hortikultura, membuka stand jualan untuk beragam jenis sayur dan buah-buahan di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Rabu (10/4).

Peserta expo yakni perwakilan anggota kelompok tani, pengepul sayur dan buah-buahan, UMKM, perusahaan obat dan pestisida. Ikut pula dari jajaran SKPD seperti Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Diskoperindag, Bank Indonesia, dan Bulog Devisi Regional NTB.

Project Leader IFSCA, Prof. Ir. M Taufik Fauzi, MSc, Phd menyampaikan, Expo Hortikultura 2019 bertajuk hortikultura membawa harapan sebagai bentuk membantu pemerintah memulihkan ekonomi di bidang pertanian melalui pengembangan hortikultura. Diharapkan akan membawa dampak dalam upaya pemulihan ekonomi tepat sasaran, tepat waktu dan berdaya guna untuk menjawab ihwal yang menjadi harapan masyarakat umumnya dan kelompok tani hortikultura pada khususnya. “Ragam kegiatan recovery telah diupayakan IFSCA dan menorehkan hasil yang cukup signifikan dalam memperbaiki eknomi keluarga petani binaan yang sudah mulai melakukan kegiatan budi daya hortikultura pascagempa bumi KLU,” ucapnya dalam sambutan.

Dari kegiatan expo ini ada tiga hal diharapkan yaitu mempromosikan keberhasilan dan keragaman produksi hortikultura KLU, mempromosikan potensi untuk memasok produk hortikultura bernilai jual tinggi ke hotel di KLU, dan merayakan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pascagempa.

Ia mengungkapkan, selama pendampingan IFSCA kepada petani hortikultura telah mampu meningkatkan pendapatan sampai dengan 61,04 persen dan 44,64 persen pada 2016 dan 2017. Di sisi lain, 28 ragam produk sayur dan buah hasil petani KLU telah mengisi pasar modern dan enam hotel di KLU melalui penjualan satu pintu lewat Asosiasi Petani Hortikultura KLU (APHOLOTARA).

Untuk kegiatan IFSCA pascagempa, Taufik menjelaskan, IFSCA telah melakukan Training of Trainer (TOT)  trauma healing bagi pendamping dan masyarakat, melakukan pemulihan psikologis dan motivasi bagi petani binaan IFSCA serta memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pengairan bagi tanaman agar kegiatan budi daya hortikultura tidak stagnan. Selain itu, IFSCA telah melakukan pemulihan ekonomi di bidang pertanian dalam wujud stimulasi input produksi, dan pembangunan rumah pembibitan sehingga persoalan terkait penyediaan bibit segera dapat diatasi secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat. “Penting kerja sama segenap unsur untuk bisa mendapatkan solusi atas masalah yang  muncul pascagempa,” harapnya.

Project Leader IFSCA New Zealand, Prof. Christoper Anderson merasa terhormat bisa membantu pemulihan gempa bumi di KLU. Massey University merasa bangga bekerja sama dengan Unram di KLU. Saat ini rata-rata seluruh dunia terjadi peningkatan kebutuhan sayur dan buah segar yang berkualitas tinggi. Pameran ini menunjukkan bahwa buah dan sayur yang dihasilkan KLU berada di deretaan terbaik. “Kami berharap kerja sama hortikultura segar selalu berhasil. Massey University menunggu keberhasilan masa yang akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim IFSCA  atas dukungan yang diberikan bagi kemajuan pengembangan hortikultura di KLU. Diharapkan pascagempa harus berpikir lebih kreatif. Pemerintah daerah harus berpikir lebih komprehensif dan bertindak cepat dan tepat dalam melayani semua ihwal yang menjadi isu yang segera harus diselesaikan, sebab dampak gempa bumi telah membuat masyarakat mengalami ragam kesulitan  yang harus ditangani segera dan bersama. “Expo hortikultura kali ini setidaknya sangat strategis dalam membantu petani kita untuk melakukan penyebaran informasi dan promosi atas hasil panen yang telah dihasilkan sehingga pemasaran produk sayur dan buah bisa berjalan kembali  sebagaimana situasi sebelumnya,” terangnya.

Ia berharap agar masyarakat secara umum seyogyanya juga difasilitasi dan dibimbing ke arah perubahan maupun perbaikan yang lebih baik. Kegiatan expo saat ini menjadi momentum tepat untuk promosi atas prestasi petani masyarakat dalam pemulihan yang bertalian dengan pertanian.

Melalui kerja sama Unram, Massey University dan Pemerintah KLU tetap berkelanjutan dan Program IFSCA dapat membantu untuk proses pemulihan bidang pertanian secara cepat menuju kemandirian. Diyakini musibah gempa bumi akan mampu menumbuhkembangkan pikiran-pikiran kreatif dalam meraih mimpi sebelumnya. Segmen pasar yang telah berjalan sebelumnya dipastikan setelah kegiatan expo dapat dimulai kembali dan akan memberikan manfaat untuk perbaikan perekonomian masyarakat secara umum. “Dayagunakan semua pihak yang memiliki kemampuan cukup  untuk percepatan pemulihan dalam aspek pemasaran produk hortikultura sehingga hortikultura benar benar membawa harapan,“ imbuhnya. (luk/flo/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *