404 Not Found


nginx/1.18.0 (Ubuntu)
Camat Gangga Mahzan Zohdi, Gelar Kunker ke Posyandu Jantung Pisang Jelitong - SUARA KOMUNITAS
05/07/2024

Gangga ($K),– Menjelang berakhirnya jadual tugas berkantor selama satu minggu di Desa Rempek Darussalam (Reda), Camat Gangga Mahzan Zohdi, hari ini, Kamis 4 Juli 2024 M / 27 Zulhijjah 1445 H, kembali melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Keluarga Dusun Jelitong.

Camat Gangga Mahzan Zohdi Saat sampaikan sambutannya

Dengan jarak tempuh dan kondisi jalan yang menantang berpacu dengan nyali deg-degan, dan tidak jauh dari lokasi yang di kunjungi sebelumnya,
Camat Gangga bersama rombongan, akhirnya tiba juga di Posyandu yang menjadi tujuan kunkernya minggu ini.

Seperti biasanya, Kepala Desa, Ketua TP-KK Desa dan Kepala Dusun Jelitong Desa Rempek Darussalam, sudah menunggu di lokasi ketempatan. Selain para petugas kesehatan dari Puskesmas Gangga yang memang terlebih dahulu tiba dilokasi.

Kades Rempek Darussalam Muliadi saat sampaikan sambutannya

Kepala Dusun Jelitong, Mahyudin, dari kejauhan terlihat senyum sumringah menyambut kedatangan Camat Gangga Mahzan Zohdi beserta rombongan di wilayahnya. Termasuk masyarakatnya dari kalangan ibu-ibu dan balitanya yang memang sudah hadir dilokasi Posyandu terjadual sejak pagi. “Selamat pagi dan selamat datang di wilayah kami, pk Camat,”katanya menyapa.

Disela-sela menerima kunker Camat Gangga tersebut, Kepala Dusun Jelitong Mahyudin, memaparkan kondisi wilayahnya terakhir ini. Termasuk bagaimana upayanya bersama masyarakat dalam merencakan dan melaksanakan pembangunan diwilayahnya. Ia juga menyebut bahwa masyarakatnya mayoritas majemuk (pendatang). Dengan jumlah KK 185 dan 545 jiwa. Diantara jumlah itu, sebutnya hanya 6 KK yang menjadi penduduk asli. Mata pencaharian penduduknya pun sebagian besar berkebun dan rata-rata berhasil. “Alhamdulillah, ini patut kita syukuri,”katanya.

Ketua TP-PKK Kecamatan Gangga Rinda Masriani memantau pelaksanaan posyandu Jantung Pisang Jelitong

Sementara itu, Kepala Desa Rempek Darussalam, Muliadi dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Camat Gangga ini. “Giat ini sungguh luar biasa yang patut kita apresiasi, karena dengan ide dan gagasan yang brilian ini, tentunya bisa kita wariskan untuk menjadi contoh,”tandasnya.

Muliadi juga berharap, agar kunjungan ke Posyandu pada setiap jadual rutin pada setiap tempat dalam wilayah Desa Reda ini, bisa terus ditingkatkan dan dimaksimalkan volume kehadirannya, jika perlu 100 %.

Sebagaimana diketahui, katanya, kunjungan kerja yang dilakukan Camat Gangga Mahzan Zohdi diwilayahnya ini adalah sudah 3 (tiga) kali dalam minggu ini. Ia juga menyebut bahwa, Camat Mahzan Zohdi, juga akan hadir kembali dalam gelaran Safari Jum’at di Dusun Rempek Timur, 5 Juli 2024, mungkin untuk yang terakhir dalam lawatannya mendedikasikan dirinya sebagai konsekuensi dari berkantor selama satu minggu di desa. “Alhamdulillah, semoga kegiatan serupa juga akan terus dibudayakan pada desa lainnya, yang nantinya juga akan mendapat giliran kunjungan yang sama pada periode berikutnya,”ingat Muliadi.

Ketua TP-PKK Kecamatan Gangga Rinda Masriani dengan ibu penderita stunting,Rismayanti

Sementara itu, ditempat yang sama, Camat Gangga Mahzan Zohdi, didampingi Ketua TP-PKK Kecamatan Rinda Masriana, para Kasi dan Staf, dihadapan Kepala Desa Muliadi, Ketua TP-PKK Desa Ati Muliati, Perangkat Desa, Kepala Dusun Jelitong Mahyudin dan ibu-ibu dan balitanya, para petugas dari Puskesmas Gangga, bertempat di Posyandu “Jantung Pisang” Dusun Jelitong menyampaikan beberapa hal penting. Diantaranya adalah sesuai dengan kasus stunting yang menjadi issu nasional ini, dituntut semua pihak ikut serta dalam menuntaskannya. Peran itu, katanya, dengan cara memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala. Sedangkan sasaran program percepatan penurunan stunting biasanya adalah ibu-ibu dan anak balita. Akan tetapi sebenarnya ayah juga berperan penting dalam tumbuh kembang anak agar terhindar dari permasalahan stunting. “Bagaimana peran ayah maksimal, jika kedua orang tuanya sudah bercerai ?,”tanyanya.

Ketua TP-PKK Kecamatan Gangga Rinda Masriani menggendong Anak terpapar stunting,
M.Abizar

Disebutkan Mahzan, peran kader juga sangat penting dalam menuntaskan stunting. Hal ini dapat diliha, katanya, dari kegiatan yang dilakukan oleh para kader seperti memberikan edukasi tentang stunting, melakukan pengukuran dan penimbangan pada balita untuk mendeteksi stunting, melakukan home visit, memberikan makanan tambahan dan vitamin pada ibu hamil dan balita.

Rismayanti dan anaknya M.Abizar

Selain itu, sebut Mahzan Zohdi, ada juga strategi program yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Desa Reda dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting, yakni dengan memprogramkan Posyandu Balita dan Ibu hamil, Posyandu Remaja, kunjungan pendamping keluarga dan kelas balita stunting dan kelas parenting.”Program ini tentu bisa berjalan sesuai dengan harapan, manakala ketika kita bersungguh-sungguh dengan niat ikhlas untuk melakukannya,”jelasnya.

Ditegaskan Mahzan Zohdi, bahwa upaya pencegahan stunting maupun masalah kesehatan gizi kronis, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Camat Gangga Mahzan Zohdi beserta rombongan foto bareng stop stunting di Dusun Jelitong

Diakhir pemaparan materinya, Mahzan Zohdi memberikan arahan cara yang efektif dalam pencegahan stunting, diantaranya perbaiki stunting sebelum usia 2 (dua) tahun, berikan ASI, perbaiki masalah menyusui, beri olahan protein hewani pada MPASI, Imunisasi rutin, memantau tumbuh kembang anak, jaga prilaku hidup bersih dan sehat dan memakai jamban sehat.

Pada kesempatan itu juga, Mahzan Zohdi mengajak seluruh warga Jelitong bahwa dalam menjalankan pola hidup sehat dan ikuti protokol kesehatan, hendaknya selalu makan makanan yang bergizi, olahraga rutin, perbanyak minum air putih, kelola tidur dengan baik dan mengelola stres.” Intinya untuk menjaga pola hidup sehat ini, maka akan menghasilkan sehat jasmani dan sehat rohani,”terangnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Gangga, Rinda Masriani mengatakan, sangat prihatin dengan kasus stunting yang menimpa Rismayanti (25), salah seorang warga Dusun Jelitong yang anaknya terpapar stunting sejak usia 3 (tiga) bulan dari kelahirannya. “Kondisinya sangat memprihatinkan memang,”ucapnya sedih.

Rinda Masriani juga mengutip pernyataan dari badan kesehatan dunia, bahwa menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. “Sebenarnya, permasalahan Stunting ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara,”katanya.

Pada umumnya, stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.

Diketahui, ibu muda Rismayanti yang bercerai dari suaminya sejak 4 (empat) bulan lalu dan kemudian ditinggal ke Kalimantan ini, bercerita bagaimana awal mula kasus stunting yang menimpa anaknya Maulana Abizar (1,3) hingga bagaimana usaha perjuangan tak mengenal lelah, letih dan putus asa berusaha mencari obat hingga ke Lombok Tengah, agar anak ketiganya ini bisa sembuh dari stunting. “Saya sedih dan sudah lelah, tidak tau harus berbuat bagaimana lagi untuk kasus ini,”katanya memelas.

Namun ia tidak menyerah begitu saja, selain anaknya yang terpapar stunting, ada 4 (empat) orang anak lainnya juga terkena kasus yang sama di wilayah cakupan Posyandu “Jantung Pisang” Dusun Jelitong Desa Rempek Darussalam ini. Sehingga kasus stunting di Dusun Jelitong berjumlah 5 (lima) orang anak.Dan boleh dibilang, ibu muda Rismayanti ini dalam memantau perkembangan kesehatan anaknya adalah pelanggan aktif di Posyandu Jelitong. “Saya pelanggan aktif di Posyandu Jantung Pisang Jelitong ini,”sebutnya.(eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

 

kartal escort pendik escort sex hikaye