14/02/2017

MASAMBA (SK) —– Ketika Akbar Tanjung berkali-kali mengajak para peserta Dialog Kebangsaan untuk membangun semangat toleransi, maka ada masalah yang terjadi di negeri ini terkait asas kebhinnekaan kita. Di mana dalam asas itu disebutkan bahwa perbedaan jangan membuat kita terpolarisasi dan terpecah belah.

“Dalam kehidupan sosial kita, penghormatan terhadap keberagaman dan kemajemukan kita sebagai bangsa harus bisa menciptakan kehidupan yang saling menghormati dan menghargai. Semangat toleransi harus betul-betul kita bangun,” ujar Akbar dalam acara Dialog Kebangsaan di Rujab Bupati Luwu Utara kemarin.

Menurut Akbar, kekuatan-kekjuatan intoleransi dalam kehidupan masyarakat mulai nampak terlihat. Hal itu dibuktikan dengan maraknya opini-opini liar yang dibangun secara sistematis untuk mengganggi spirit toleransi yang sudah ada sejak repuplik berdiri. “Sekarang ini nampak ada opini yang dibangun secara sistematis. Kekuatan-kekuatan intoleran di dalam masyarakat semakin menguat, sehingga mengganggu spirit kita untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam mendukung pembangunan nasional kita,” terang Akbar di hadapan kader HMI dan KAHMI se-Luwu Raya.
 

Akbar juga mengungkapkan bahwa ada sebagian elemen masyarakat yang memang secara vulgar memperlihatkan gerakan-gerakan yang dapat dikategorikan menggambarkan sikap-sikap intoleransi. “Nyata di mata kita bahwa memang ada elemen masyarakat yang secara terbuka memperlihatkan gerakan-gerakan yang dapat dikategorikan menggambarkan sikap-sikap intoleransi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya friksi-friksi, bahkan friksi-friksi ini menyebabkan terjadinya konflik dan ini jangan sampai terjadi,” pungkas Akbar yang malam itu berdiri selama kurang lebih tiga jam tanpa terlihat lelah sedikitpun meski usianya sudah kepala tiga
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *